Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PHK Massal yang Mengglobal

Monday, June 13, 2022 | Monday, June 13, 2022 WIB Last Updated 2022-06-13T12:00:55Z


Oleh Irohima

 Masa-masa bersinarnya StarUp di Indonesia nampaknya akan segera meredup. Mimpi buruk PHK kini tengah menghantui perusahaan rintisan atau Starup dari level gobal hingga dalam negeri. Pemutusan Hubungan Kerja secara massal tengah dilakukan oleh perusahaan besar dunia seperti edu-tech Zenius yang telah melakukan PHK terhadap 200 orang pegawai, Robinhood sebanyak 300 orang, Netflix 150 orang hingga Cameo yang memangkas 87 pegawainya. Sementara di dalam negeri yaitu Link Aja, Zenius, dan JD.ID adalah tiga perusahaan yang juga dilaporkan melakukan efisiensi pegawai (CNBCIndonesia ).

 Edward Ismawan Chamdani selaku Bendahara Asosiasi Modal Ventura untuk StarUp Indonesia sekalgus Managing Partner Ideosource Venture Capital mengatakan bahwa strategi efisiensi lewat PHK yang dilakukan beberapa perusahaan merupakan hal biasa dan merupakan dampak dari keputusan bisnis yang belum tepat.

 Belum stabilnya kondisi ekonomi secara makro disebut sebagai penyebab fenomena PHK massal ini muncul. Kondisi ini tak lepas dari efek pandemi Covid-19 kemarin. Ekonom senior Institute for development of Economics and Finance (Indef), Didik J Rachbini mengatakan bahwa terjadinya PHK massal di sejumlah StarUp di Indonesia dalam waktu yang berdekatan bisa dikatakan sebagai bubble burst. Bubble atau gelembung adalah siklus ekonomi yang ditandai dengan eskalasi cepat nilai pasar, terutama pada harga aset. 

Sedangkan bubble burst adalah ledakan gelembung ekonomi, yaitu terjadi pertumbuhan ekonomi ( eskalasi atau kenaikan nilai pasar yang cepat ) yang terlalu tinggi , tetapi juga diiringi dengan kejatuhan yang relatif cepat. Inflasi yang cepat dalam harga aset ini diikuti penurunan nilai yang cepat atau kontraksi. Gelembung ekonomi terjadi setiap kali harga barang naik melampaui nilai riil.

 Terjadinya gelembung juga didorong oleh perilaku pasar yang bersemangat dan tak jarang sering dikaitkan dengan perubahan perilaku para investor. Perusahaan yang melakukan PHK massal adalah salah satu ciri dari fenomena Bubble Burst.

 Disisi lain, Bhima Yudhistira Adhinegara seorang Ekonom Centre Of Economic and Law Studies menyebutkan bahwa terdapat lima penyebab StarUp dan e-commerce melakukan PHK besar-besaran yaitu persaingan sesama e-commerce hingga pangsa pasar hilang secara signifikan. Investor yang sangat selektif hingga sulit mendapat pendanaan. Faktor ekonomi global yang pasang surut, kejenuhan pasar dan hipersensitif terhadap promo dan diskon, dan yang terakhir adalah karena protokol kesehatan yang tak lagi ketat membuat orang kembali pada kebiasaan lama berbelanja ke toko fisik dan perlahan mulai meninggalkan e-commerce (suara.com ).

 Bisnis StarUp dan e-commerce merupakan bisnis yang berbasis internet dan mengeluarkan produk berupa aplikasi berbentuk digital dan jasa yang beroperasi melalui website. Dibutuhkan investor untuk mengembangkan bisnis ini. Di saat yang bersamaan, Perusahaan modal Ventura ( VC ) mulai muncul untuk memberikan suntikan investasi pada perusahaan-perusahaan StarUp dengan konsekusensi saham perusahaan StarUp akan jadi milik VC.

 Bisnis StarUp yang fokus investasinya hanya pada sektor ekonomi nonriil, sangat rentan dan berpeluang besar terjadinya gelembung dan keguncangan ekonomi. Harga saham yang anjlok akibat kondisi ekonomi atau politik yang labil menyebabkan perusahaan StarUp tak segan melakukan PHK massal atau bahkan menghentikan operasional perusahaan.

 Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar merupakan pangsa pasar yang menggiurkan bagi para investor, maka tak heran bisnis StarUp banyak bermunculan. Namun karena bisnis StarUp adalah sektor ekonomi nonriil dan bermakna investasi pada sektor keuangan yang produknya lebih tidak terlihat secara fisik serta pilihan investasinya juga berupa saham, obligasi, deposito, asuransi dan lain lain membuat bisnis ini mudah rapuh dan rentan mengalami bubble burst. 

 Dalam Islam, sektor ekonomi nonrill sama sekali tidak dikenal dan diperbolehkan. Islam hanya mengenal pembangunan sektor ekonomi rill saja. Islam juga melarang jual beli saham di lantai bursa saham seperti yang terjadi pada ekonomi nonrill karena terdapat riba dan akad syirkah yang batil. Islam juga tidak akan bergantung pada investasi asing maupun swasta karena investasi akan menjadi celah bagi asing untuk menguasai pasar kaum muslim. Sistem ekonomi Islam akan mampu mencegah Bubble Burst dengan mengutamakan sektor ekonomi rill dan menjadikan industri sebagai prioritas. 

Negara dalam Islam akan mengembangkan tiga sektor industri yaitu industri berat, industri strategi berbasis militer dan industri di bidang ekonomi untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Negara juga akan mengatur tentang perolehan harta dan pemanfaatannya, kepemilikan harta serta distribusi kekayaan di tengah masyarakat agar adil dan mencegah kesenjangan ekonomi.

  Negara juga menerapkan sistem ekonomi Islam akan mampu memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan setiap individu warga bukan seperti kapitalisme yang hanya menjamin kepentingan segelintir orang dengan kekuasaannya.

 Sistem kapitalis yang berasaskan manfaat dan kebebasan berekonomi untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya serta cenderung menyerahkan pengelolaan harta kekayaan atau sumber daya alam pada pihak asing atau swasta. Hal ini tentu akan membuka lebar pintu investasi bagi para kapitalis asing maupun swasta yang akan menyebabkan keuntungan sebuah kegiatan ekonomi akan terkonsentrasi pada satu orang atau satu kelompok orang saja. 

Sistem kapitalisme yang membolehkan kepemilikan harta milik umum menjadi milik pribadi atau golongan. Kebijakan ini akan menyebabkan dominasi kekuasaan dan pengelolaan berdasarkan kebijakan yang mengutamakan kepentingan sang pemilik modal ketimbang rakyat banyak.

 Perekonomian karut marut yang melanda negeri ini tentu membuat kita ingin keluar dari jerat ilusi kesejahteraan yang dijanjikan kapitalisme. Satu-satunya kunci untuk keluar dari penderitaan ini adalah dengan kembali pada Islam. Sistem ekonomi Islam mampu mewujudkan ekonomi yang tumbuh berkembang, stabil, bebas krisis serta adil. Hanya sistem ekonomi yang bersumber dari Allah saja sebaik-baik sistem.


Wallahu a'lam bisshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update