(Anggota Komunitas Sahabat Hijrah Banggai Laut-Sulteng)
Kontroversi kebijakan yang terjadi di negeri ini dan ketidakberpihakan pemerintah terhadap rakyat menimbulkan penilaian yang buruk terhadap negara. Pasalnya, beragam macam kasus berhasil dipertontonkan. Mulai dari kegagalan negara dalam menghentikan penyebaran wabah, pembangungan infrastruktur yang menguntungkan para investor dan merugikan rakyat, kurangnya penyediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan gratis dan memadai, minimnya penyediaan lapangan pekerja. Sebaliknya, peningkatkan hutang yang terus terjadi, serta kegagalan mengelola SDA dan SDM dalam negeri.
Selain itu, negara gagal menjaga akidah dan syariat Islam. Padahal, kaum muslim secara akidah diperintahkan untuk menerapkan aturan Islam secara totalitas. Namun, tak didapati di negeri ini. Mereka makin dijauhkan dari agamanya dan dipaksa menerapkan aturan selain Islam, serta diarahkan untuk menerima dan menerapkan ide Barat yang bertentangan dengan agama mereka.
Hal tersebut terjadi akibat penerapan kapitalisme sekularisme, sistem yang masuk dan mempengaruhi kaum muslim atas bantuan agen Barat yang menduduki negeri-negari muslim. Kondisi tersebut dapat dilihat dari perubahan umat yang makin alergi dan fobia terhadap agamanya dan enggan menjalankan syariat Islam.
Secara umum, kita menemukan beberapa kaum muslim dari kalangan individu dan kelompok yang menjalankan syariat Islam. Namun, ketundukkan terhadap syariat tidak dijalankan secara menyeluruh, tetapi hanya sebagian saja. Buktinya, kaum muslim salat, ngaji, puasa, zakat, dan haji. Namun, disisi lain gagal paham memaknai pergaulan, mengambil riba, tidak menutup aurat secara sempurna, dan menumbuhkan kebencian antar sesama.
Oleh karena itu, sudah seharusnya umat Islam berhenti diperbudak oleh sistem kufur kapitalisme sekularisme, dan bergerak melawan kaum kufur yang berusaha menjauhkan umat dari akidah dan syariat, serta bangkit dari penjajahan pemikiran yang kini menjerat umat, dan mengumumkan kebencian serta perlawanan terhadap pemikiran Barat.
Umat juga harus menyadari bahwa tekanan, kesusahan, kelaparan, kemiskinan, dan kriminalisasi yang dirasakan masyarakat adalah buah dari penerapan kapitalisme sekularisme. Maka tak ada alasan bagi umat hijrah dari sistem kufur menuju sistem Islam, yang tentu memberikan jaminan penjagaan akidah, penerapan syariat dan kesejahteraan hidup.
Metode Menuju Perubahan Sistem
Dalam merubah sistem kufur menjadi sistem Islam, maka umat harus mengambil dan mencontoh metode yang dilakukan Rasulullah saw. dalam mendirikan daulah Islam di Madinah. Metode yang dilakukan Rasulullah telah menunjukan keberhasilan dalam menerapkan sistem Islam sehingga memberikan ketenangan dan kesejahteraan bagi umat.
Metode pertama yang dilakukan Rasulullah saw. adalah pembinaan dan pengkaderan (marhalah tatsqif). Rasulullah saw. awal melakukan pembinaan adalah dengan keadaan sembunyi-sembunyi dan merekrut anggota dari keluarga terdekat, setelah sebagian keluarga Rasul yang ikut serta bergabung. Maka Rasulullah membentuk kutlah (kelompok) dan melakukan pembinaan di Daar Al-Arqam. Dalam pembinaan tersebut, Rasulullah memperkuat akidah mereka dengan senantiasa membacakan, memperkenalkan, dan mengajarkan Al-Qur'an. Menyampaikan konsekuensi dari keyakinan mereka tentang ke Esa-an Allah Swt. dan membekali mereka ketahanan dan kekuatan dalam menjaga agama baru yang kini mereka yakini yaitu Islam.
Metode kedua adalah interaksi dan perjuangan (Tafa'ul wa kifah). Setelah tiga tahun Rasulullah dan kutlah merintis pembinaan dan pengkaderan, Allah Swt. kemudian memerintahkan Rasulullah dan kutlah untuk melakukan interaksi di tengah-tengah masyarakat jahiliyah pada masa itu.
"Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (TQS. alHijr: 94)
Pada fase inilah perjuangan mereka diuji. Pemboikotan, penyiksaan, penghinaan, diskriminasi hingga pembunuhan begitu dirasakan Rasul dan para kutlah pada saat menampakan keislaman mereka secara terbuka dan menyebarkan agama Islam untuk diterima masyarakat jahiliyah. Namun, efek dari pembinaan Rasul mampu mengistiqamahkan kaum muslim hingga harta dan jiwa menjadi taruhannya.
Perjuangan Rasulullah dan kaum muslim pada fase ini dilakukan tanpa menggunakan kekerasan, meskipun pada saat itu sebagian dari mereka pandai menunggangi kuda dan memainkan pedang. Beliau saw. melakukan dakwah dengan pergulatan pemikiran (shiraul fikri) dan perlawanan politik (kifah siyasih), hingga satu persatu masyarakat jahiliyah bergabung memeluk agama Islam.
Metode ketiga adalah tahap penerimaan kekuasaan (marhalah istilamul hukmu). Setelah melewati fase kedua yang dipenuhi tantangan hingga sebagian dari kaum muslim mengorbankan jiwanya dalam menyebarkan dakwah Islam, kini Rasulullah saw. dan para kutlah yang sebagian besar memeluk ajaran Islam berhasil meraih kekuasaan di Madinah. Keberhasilan tersebut diraih akibat pertolongan Allah Swt. Melalui lisan-lisan kaum muslim dalam memberikan pencerahan kepada pemuka-pemuka kabilah, hingga Madinah menjadi tempat yang dipilih Allah Swt. untuk mendirikan negara Islam.
Dengan berdirinya negara Islam di bawah kepemimpinan Rasulullah saw. pemikiran dan peraturan Islam diterapkan, kehidupan masyarakat Madinah berada dibawah naungan Islam. Penjagaan akidah dan penerapan syariat menggema disudut-sudut kota, serta kesejahteraan hidup dapat dirasakan masyarakat secara menyeluruh.
Perubahan sistem kufur ke sistem Islam adalah tanggung jawab kaum muslim secara menyeluruh sebagai konsekuensi dari keimanan. Oleh karena itu, mengambil peran dalam menjalankan metode Rasulullah demi terwujudnya kembali sistem Islam adalah sebuah pilihan yang wajib dilakukan.
Tak ada yang sia-sia dalam perjuangan mengembalikan sistem Islam. Sebab, hal tersebut adalah keniscayaan.
"Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan yang zalim. Ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan. Ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad, Abu Dawud)
Wallahua'lam bishshawab
No comments:
Post a Comment