Di tengah kondisi Indonesia yang saat ini sedang kiritis, pemerintah kembali merancang untuk meminjam uang ke China Developmen Bank (CDB). Padahal peminjaman sebelumnya masih hangat namun pemerintah bernegosiasi untuk meminjam lagi dengan jaminannya PT Kereta Api Indonesia.
Utang negara yang masih membengkak. Perhitungan pada tahun 2021 posisi utang luar negeri Indonesia sampai dengan mencapai 418 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 5.977,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.300 per dollar AS). Posisi tersebut tumbuh 4,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy). Total utang luar negeri tersebut terdiri atas ULN pemerintah sebesar 206 miliar dollar AS atau setara Rp 2.945,8 triliun serta ULN swasta sebesar 209 miliar dollar AS atau Rp 2.988,7 triliun.
Untuk diketahui, posisi utang pemerintah secara keseluruhan, baik utang yang ditarik dari dalam negeri dan dari luar negeri mencapai Rp 6.527,29 triliun. Pemerintah seharusnya khawatir dengan banyaknya utang negara, sebab proyek tersebut berpotensi mengalami pembengkakan kontruksi (cost overrun) sampai dengan US$ 1,4 miliar-US$ 1,9 miliar, karena itu, pemerintah telah bernegosiasi dengan China untuk menambal pembengkakan itu. Ia menambahkan pembengkakan terjadi akibat keterlambatan pembebasan lahan dan perencanaan yang terlalu optimis diawal (CNN.Indonesia 8/7/2021).
Tingkat penularan pandemik yang kian membludak namun pemerintah tak kunjung mengeluarkan kebijakan lock down justru sibuk mempersiapkan pendirian infrastruktur bekerja sama dengan China sehingga TKA leluasa bersarang di Indonesia.
Pemerintah telah gagal dalam menangani pandemik, memilih sektor ekonomi dibanding kesehatan sehingga kasus pandemi di tanah air meroket menjadi negara nomor 3 tertinggi didunia dalam kasus harian covid-19. Sebagai catatan kasus harian covid-19 di Indonesia terus meningkat sejak Juli 2021 pada Jumat 9 Juli 2021 kasus positif mencetak rekor baru dengan 38.124 sementara kematian masih tinggi pada angka 871.
Inilah jika kekuasaan dibawah orang-orang yang jauh dari aturan Allah. Rasa takut akan dosa buyar sehingga kebablasan dan kebebasan mengalir tanpa batas. Kini beban negara makin berat, pemerintah kalang kabut mencari solusi agar utang negara berkurang namun karena dari awal pemerintah telah sepakat bekerjasama dengan China dalam membangun infrastruktur kereta api cepat menjadikan ketergantungan dengan asing yang akan terus berlanjut.
Padahal kekayaan sumber daya alam (SDA) di tanah air begitu melimpah. Bila saja dikelola dengan baik, maka negara akan mampu untuk meluanasi utang-utang negara, membangun jalan transportasi canggih dan memenuhi segala hajat umat. Sayangnya, pengelolah SDA bukan dikelolah oleh negara melainkan orang luar sehingga sulit bagi rakyat menikmati aset alam di tanah sendiri.
Sesungguhnya, saat ini Indonesia sedang terjajah, pelan-pelan asing mengambil alih pengelolahan SDA tanah air dengan terus menerus menanam modalnya, sehingga dengan cara itulah asing dapat mengikat para penguasa negeri untuk menjaminkan aset negara. Miris penguasa rela mengorbankan segenap aset negara hanya untuk mendapat materi yang banyak
Kapitalisme dalang segala persoalan yang dihadapi negara saat ini, kelalain penguasa dalam mengurusi rakyat akibat sistem yang diemban yakni tidak bisa menjadi pemimpin yang baik. Independensi menjadi sandaran bagi para penguasa untuk melancarkan rencananya.
Ideologi kapitalisme adalah ideologi yang rusak bila dijadikan ideologi suatu Negara. Oleh karena itu solusi dari problematika haruslah bersandarkan pada Islam, karena ideologi Islam memiliki aturan-aturan yang mampu menjaga Aset Negara, mengelolah SDA dengan sendiri, membangun transportasi cepat, aman dan murah. Hal ini sudah pernah dibuktikan dalam sejarah gemilang Islam dalam menjadi aturan negara, dalam daulah Khilafah Islamiyah.
Utang negara yang masih membengkak. Perhitungan pada tahun 2021 posisi utang luar negeri Indonesia sampai dengan mencapai 418 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 5.977,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.300 per dollar AS). Posisi tersebut tumbuh 4,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy). Total utang luar negeri tersebut terdiri atas ULN pemerintah sebesar 206 miliar dollar AS atau setara Rp 2.945,8 triliun serta ULN swasta sebesar 209 miliar dollar AS atau Rp 2.988,7 triliun.
Untuk diketahui, posisi utang pemerintah secara keseluruhan, baik utang yang ditarik dari dalam negeri dan dari luar negeri mencapai Rp 6.527,29 triliun. Pemerintah seharusnya khawatir dengan banyaknya utang negara, sebab proyek tersebut berpotensi mengalami pembengkakan kontruksi (cost overrun) sampai dengan US$ 1,4 miliar-US$ 1,9 miliar, karena itu, pemerintah telah bernegosiasi dengan China untuk menambal pembengkakan itu. Ia menambahkan pembengkakan terjadi akibat keterlambatan pembebasan lahan dan perencanaan yang terlalu optimis diawal (CNN.Indonesia 8/7/2021).
Tingkat penularan pandemik yang kian membludak namun pemerintah tak kunjung mengeluarkan kebijakan lock down justru sibuk mempersiapkan pendirian infrastruktur bekerja sama dengan China sehingga TKA leluasa bersarang di Indonesia.
Pemerintah telah gagal dalam menangani pandemik, memilih sektor ekonomi dibanding kesehatan sehingga kasus pandemi di tanah air meroket menjadi negara nomor 3 tertinggi didunia dalam kasus harian covid-19. Sebagai catatan kasus harian covid-19 di Indonesia terus meningkat sejak Juli 2021 pada Jumat 9 Juli 2021 kasus positif mencetak rekor baru dengan 38.124 sementara kematian masih tinggi pada angka 871.
Inilah jika kekuasaan dibawah orang-orang yang jauh dari aturan Allah. Rasa takut akan dosa buyar sehingga kebablasan dan kebebasan mengalir tanpa batas. Kini beban negara makin berat, pemerintah kalang kabut mencari solusi agar utang negara berkurang namun karena dari awal pemerintah telah sepakat bekerjasama dengan China dalam membangun infrastruktur kereta api cepat menjadikan ketergantungan dengan asing yang akan terus berlanjut.
Padahal kekayaan sumber daya alam (SDA) di tanah air begitu melimpah. Bila saja dikelola dengan baik, maka negara akan mampu untuk meluanasi utang-utang negara, membangun jalan transportasi canggih dan memenuhi segala hajat umat. Sayangnya, pengelolah SDA bukan dikelolah oleh negara melainkan orang luar sehingga sulit bagi rakyat menikmati aset alam di tanah sendiri.
Sesungguhnya, saat ini Indonesia sedang terjajah, pelan-pelan asing mengambil alih pengelolahan SDA tanah air dengan terus menerus menanam modalnya, sehingga dengan cara itulah asing dapat mengikat para penguasa negeri untuk menjaminkan aset negara. Miris penguasa rela mengorbankan segenap aset negara hanya untuk mendapat materi yang banyak
Kapitalisme dalang segala persoalan yang dihadapi negara saat ini, kelalain penguasa dalam mengurusi rakyat akibat sistem yang diemban yakni tidak bisa menjadi pemimpin yang baik. Independensi menjadi sandaran bagi para penguasa untuk melancarkan rencananya.
Ideologi kapitalisme adalah ideologi yang rusak bila dijadikan ideologi suatu Negara. Oleh karena itu solusi dari problematika haruslah bersandarkan pada Islam, karena ideologi Islam memiliki aturan-aturan yang mampu menjaga Aset Negara, mengelolah SDA dengan sendiri, membangun transportasi cepat, aman dan murah. Hal ini sudah pernah dibuktikan dalam sejarah gemilang Islam dalam menjadi aturan negara, dalam daulah Khilafah Islamiyah.
Wallahu A'lam Bisshawab

No comments:
Post a Comment