Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemakaman Jenazah Penderita Covid - 19, di Lubuk Basung, Tanpa Protokol Kesehatan.

Sunday, August 15, 2021 | Sunday, August 15, 2021 WIB
Ilustrasi Pemakaman Warga Lubuk Basung, Poditif Covid -19, Tanpa Protokol Kesehata.

Agam, Nusantaranews.net, - Jenazah pasien Covid-19 Rumah Sakit Semen Padang Provinsi Sumatera, dengan inisial Y (71) yang dimakamkan di Kecamatan Lubuk Basung kabupaten Agam, dilihat tanpa menjalankan atau mengabaikan protokol kesehatan. Jumat (13/8), Jenazah hanya disandang dengan cara biasa.

Dikutip dari beberapa Terbitan Media Lokal, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr Hendri Rusdian, Sabtu (14/8) mengakui Pemakaman jenazah Covid-19 itu benar tanpa menjalankan Protokol Kesehatan.

Jenazah itu merupakan Warga Lubuk Basung. Tapi ketika Jenazah akan dibawa ke Lubuk Basung, tidak ada koordinasi dengan tim Covid-19 Kabupaten Agam yang ada di Lubuk Basung sehingga tim tidak siap.

“Keluarga jenazah covid-19 tersebut, baru memberi tahu ketika jenazah sampai di Pasar Balai Selasa Lubuk Basung barulah datang telepon bahwa jenazah covid-19 dari RS SP sudah sampai di Pasar Balai Selasa Lubuk Basung,” ujarnya.

Lanjutnya, ia menjelaskan seharusnya sebelum jenazah dibawa, pihak RS SP menelepon dulu ke RSUD Lubuk Basung atau ke Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, agar tim RSUD/Dinkes Agam dapat menunggu jenazah dan serah terima jenazah, sementara kasus yang Jumat (13/8) kemarin itu, kami RSUD/Dinkes/Puskesmas tindak dihubungi pihak RSSP.

“Sudah saya Konfirmasi dengan RSUD Lubuk Basung dan Kepala Puskesmas Lubuk Basung, ternyata tidak ada koordinasi. Namun saya tetap mencoba kondisikan dengan tim RSUD dan Puskesmas tapi tim tidak siap lagi, karena waktunya mepet. Itulah kejadian kasus kemarin, karena miss komunikasi saja,” imbuh dr Hendri Rusdian.

Ditempat terpisah Erwin di Lubuk Basung, Sabtu (14/8) dari pihak keluarga pasien covid-19 itu menjelaskan, kami membawah jenazah itu dikarenai sudah mendapatkan izin dan perintah dari RS SP. Karena pihak SP sewaktu itu sudah memberikan kabar kepihak kesehatan Agam.

“Karena sudah melakukan koordinasi ke Agam, makanya jenazah ini bisa dapat izin kebawah untuk dapat dibawa ke Agam untuk melakukan pemakaman segera,” ujarnya.

Ditambahkan Erwin, Sebelum ketempat pemakaman, jenazah sempat singga kedua lokasi, yaitu ketempat rumah anaknya yang beralamat dibawah simpang tigo bundaran, lalu rumah orang tuanya di Balai Ahad Lubuk Basung.

“Setelah dari situ, barulah kami langsung kelokasi pemakanan, yang berjarak lebih kurang 1 KM, tetapnya didaerah Pasa Baringin,” katanya.

Lanjutnya ia menerangkan, kami tidak tahu dan tidak ada menghubungi orang-orang pihak kesehatan di Agam. Karena saat kami masih di Padang, pihak SP sudah mengabari ke Agam.

“Pemakaman itu kami lakukan sebelum magrib dan selesainya sampai habis shalat magrib. Setelah acara pemakaman selesai, sekitar pukul 19.40 Wib dirumah baru tim kesehatan atau satgas covid-19 Agam baru datang memberikan baju pelindung kesehatan,” ungkapnya. (Bagindo)


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update