Tidak dipungkiri satu setengah tahun pandemi Corona masih setia menemani kehidupan kita hingga saat ini. seakan-akan sang virus betah hidup berdampingan dengan kita, waktu yang tidak sebentar memang, sudah pasti dampak yang ditimbulkan sangat dirasakan oleh semua kalangan. Akibatnya berdampak ke semua lini kehidupan tidak hanya di sistem kesehatan dan ekonomi yang kolaps, psikososial masyarakat pun turut terimbas.
Minimnya informasi Covid-19 yang di peroleh masyarakat dan kurang optimalnya pemerintah mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19 dengan berbagai varian baru yang lebih cepat penyebarannya dan lebih mematikan. Hal ini ditambah sikap masyarakat yang berlebihan menyikapi orang yang terpapar Covid-19, seringkali terjadi pengusiran dan tindak kekerasan terhadap penderita Corona.
Beberapa waktu lalu viral video penganiayaan seorang pria oleh warga. Pria tersebut ditahan dengan kayu dan bambu kemudian diseret di jalan lalu diikat dan terlihat ada seorang warga yang memukulkan kayu ke arah pria tersebut, yang diketahui bernama Salamat. Setelah diusut ternyata peristiwa tersebut dipicu si pasien mencoba menularkan virus ke warga, peristiwa itu terjadi di Desa Sianipar Bulu Silape, kecamatan Silaen, Tobasa, Sumatera Utara, (detiknews, 26/7/2021)
Dua peristiwa di atas hanya sebagian kecil kasus kekerasan yang kian marak terjadi di tengah wabah Covid-19 makin menggila. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi sosial di tengah-tengah masyarakat ada yang tidak beres, salah satu tandanya masyarakat bersikap egois, mudah tersulut emosi, muncul pula suasana saling curiga, ketakutan yang berlebihan sampai terjadi pengusiran, penganiayaan bahkan pembiaran terhadap seseorang yang mendadak jatuh tersungkur sampai akhirnya meninggal tanpa diketahui penyebabnya. Warga hanya bisa menyaksikan padahal seharusnya ada tindakan penyelamatan sebelum terjadi kejadian yang tidak diinginkan, sampai akhirnya menunggu ambulans datang.
Tidak dipungkiri sikap masyarakat yang masih cuek, abai pada prokes dan pelanggaran aturan yang diterapkan pemerintah dalam menekan penyebaran virus Covid-19 turut menyumbang situasi yang terjadi saat ini. Bahkan yang paling besar kontribusinya adalah sikap dan kebijakan pemerintah yang tidak jelas semakin memperburuk situasi saat ini. Dengan kondisi seperti ini jelas wabah Covid-19 makin masif penyebarannya dan tidak terkendali.
Dalam sistem ini pemimpin bertindak sebagai regulator bukan sebagai pengurus, pengayom masyarakat. Akibatnya banyak kebijakan yang ditetapkan pemerintah jauh dari merakyat, tidak berempati pada kondisi rakyat yang semakin sulit memperoleh perbaikan ekonomi. Berbeda perlakuannya terhadap para pemilik modal, mereka diistimewakan dengan kebijakan yang menguntungkan.
Sudah nyata kerusakan dan kebahayaan solusi yang ditawarkan oleh sistem sekuler kapitalisme. Satu-satunya solusi yang belum pernah dilirik oleh umat adalah Islam. Sistem yang berasal dari sang pencipta manusia yaitu Allah Swt. Islam agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, solusinya menjadi obat terhadap berbagai kerusakan yang terjadi.
الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR Bukhari)
Beliau saw. pun bersabda:
إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ
”Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya.” (HR Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll.)
Atas dasar ini penguasa akan memastikan rakyatnya terpenuhi segala kebutuhan pokoknya individu per individu, menjaga dan melindunginya dari mara bahaya. Sebab penguasa dalam Islam memahami betul jabatan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Alloh Swt.
Dalam sejarah Islam, umat Islam pernah mengalami wabah yang lebih mematikan yaitu wabah tha'un, wabah ini cepat teratasi dengan paradigma kepemimpinan yang benar. Hingga akhirnya msyarakat kembali hidup normal.
Oleh karena itu, harapan terbesar umat hari ini adalah sistem Islam. karena kepemimpinan Islam tegak di atas akidah yang shahih dan lurus. sementara solusi yang terpancar dari akidah Islam sebagai pemecah terhadap persoalan yang dihadapi manusia. sehingga mengundang keberkahan dan kesejahteraan.
wallahu a'lam bishshawwab.

No comments:
Post a Comment