Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KAMPUS KURIKULUM INDUSTRI, APA BAHAYANYA..?

Monday, August 09, 2021 | Monday, August 09, 2021 WIB

Oleh : Ummu Fahri

Saat ini kemajuan melalui inovasi dalam sains dan teknologi sangat luar biasa, seperti peningkatan dramatis dalam daya komputasi. Hal ini berkontribusi pada peningkatan bisnis. dan dalam hal ini Presiden Joko Widodo meminta perguruan tinggi melibatkan berbagai industri untuk mendidik para mahasiswa.

Di era yang penuh disrupsi seperti sekarang ini, presiden Jokowi juga mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan para praktisi dan pelaku industri sangat penting. Sehingga mengajak industri ikut mendidik para mahasiswa sesuai kurikulum industri,bukan kurikulum dosen.agar para mahasiswa memperoleh pengalaman yang berbeda dari pengalaman didunia akademis semata.

Dengan demikian, mahasiswa bisa belajar langsung dengan para praktisinya.

Ia menilai bahwa lembaga pendidikan tinggi mau tidak mau harus memperkuat posisinya sebagai edutech institutions. Menurutnya, teknologi paling dasar adalah pembelajaran memanfaatkan teknologi digital.

Didalam Dunia Pendidikan saat sekarang ini, memang sangat diperlukan satu ketrampilan untuk menunjang daya sains dan teknologi di era globalisasi dunia.

Kurikulum industri di kalangan mahasiswa yang digadang-gadang oleh penguasa negeri ini dapat memberikan kontribusi nya untuk dapat memajukan pendidikan dalam bidang industri agar mempunyai skill lebih efisien dan dinamis, yang mampu bersaing di kancah internasional.

Disamping itu juga untuk menjawab tantangan global salah satunya dalam konsep Society 5.0 (Masyarakat 5.0) yang diusulkan oleh kabinet Jepang, dimana manusia sebagai komponen utama diharapkan mampu menciptakan nilai-nilai baru melalui perkembangan teknologi.Dengan kemampuan ini, diharapkan juga dapat diminimalisir adanya kesenjangan pada manusia dan kesenjangan pada masalah perekonomian dimasa depan.

Society 5.0 bertujuan untuk menjadikan masyarakat super cerdas yaitu masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan revolusi industri 4.0 seperti internet.

Sayangnya, kapitalisme telah menggerus visi besar yang semestinya dimiliki sebuah negara. Pendidikan pun minus visi. Dampak buruk dari kebijakan pendidikan yang mengarahkan lulusannya “hanya tahu bagaimana menjadi mesin uang” adalah hilangnya karakter sebagai pelopor peradaban. Efeknya, negara tak mampu berdikari, bergantung pada belas kasih bantuan negara lain. Bos industri tetap kapitalis. Sementara anak negeri, hanya sebagai karyawan atau buruh para kapitalis.

Inilah sistem pendidikan yang dilahirkan dari rahim-rahim Kapitalis Sekuler, yang setiap penerapannya selalu menguntungkan para korporasi yang seharusnya anak negri bisa menjadi pemimpin dalam sebuah industri tetapi nyatanya hanya bisa menjadi buruh dinegrinya sendiri.

Sistem pendidikan sekuler yang hanya bisa menciptakan generasi-generasi yang mengalami keguncangan citra diri dan kepribadian yang pecah sehingga tidak memiliki kepribadian yang islami,ditambah lagi pola hidup yang bergeser dari sosial - religius ke arah generasi individual materialis.

Berbeda halnya dengan sistem pendidikan Islam yang selalu meletakkan prinsip kurikulum, strategi dan tujuan pendidikan berdasarkan aqidah Islam. Pada aspek ini diharapkan terbentuk SDM terdidik dengan pola berpikir dan pola sikap yang islami.

Disamping itu juga pendidikan selalu diarahkan pada pengembangan keimanan, sehingga melahirkan amal Soleh dan ilmu yang bermanfaat.prinsip ini juga yang mengajarkan bahwa didalam Islam yang menjadi pokok perhatian dan bukanlah kuantitas.

Sistem pendidikan islam selalu memunculkan generasi yang tangguh, berdedikasi Islam dan maju dari segi intelektual.

Sejarah peradaban mencatat, keberhasilan islam yang gemilang bukan hanya keberhasilan yang hanya berlangsung dalam kurun waktu puluhan tahun tapi ratusan tahun.Inilah kekonsistenan Islam dalam mencetak generasi-generasi yang berkualitas. 

Dan ini hanya bisa diraih dan didapatkan dalam sistem Islam bukan sistem pendidikan Kapitalis. 

Wallahu'alam Bishshawab...

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update