Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Intervensi Asing Disambut, Bersiap Negara Kalang Kabut

Saturday, August 07, 2021 | Saturday, August 07, 2021 WIB
Oleh Leihana
(Ibu Pemerhati Umat)

Ada yang aneh dengan proyek terbaru  pertahanan di Indonesia, yaitu proyek garuda shield. Dari namanya bisa diterka proyek ini bertujuan untuk perlindungan garuda sebagai simbol negara Indonesia, tetapi konsepnya proyek garuda shield ini justru selalu mengundang militer negara lain untuk saling bertukar pengalaman dan kemampuan berperang di medan Indonesia. Ini sungguh aneh bukan?

Tujuan kita memperkuat pertahanan negeri ini adalah mencegah masuknya militer asing yang mungkin mengganggu ketertiban di negara ini, tetapi proyek yang didanai rakyat ini justru memberi jalan masuk militer asing untuk masuk ke dalam negeri yang dapat mengetahui langsung seluk beluk pertahanan militer Indonesia.

Proyek Garuda Shield ini memang sudah berjalan sejak tahun 2009  dengan melibatkan militer asing dari beberapa negara besar seperti Australia dan Jepang. Dan ironisnya proyek tak masuk akal ini masih terus dijalankan di tengah pandemi Covid-19 yang sedang memuncak. Saat rakyat serba dibatasi aktivitasnya dalam program PPKM level 4 hingga tanggal 2 Agustus mendatang justru pemerintah mengizinkan 330 TNI AS masuk ke dalam negeri untuk mengikuti proyek garuda shield ini. Seperti dikutip bahwa Sebanyak 330 tentara AS dilaporkan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada Sabtu (24/7/2021). Mereka akan mengikuti latihan bersama TNI AD pada 1-14 Agustus 2021 di tiga daerah latihan tempur Baturaja, Amborawang, dan Makalisung.(detik, 24/7/2020)

Ini tentu jadi ironi yang menyakiti hati rakyat, karena rakyat selalu disalahkan karena terus beraktivitas di tengah pandemi yang bahkan disebut sebagai herd stupidity (kebodohan komunal) tetapi pemerintah terus melonggarkan jalan masuk warga asing ke dalam negeri dengan berbagai alasan. 330 pasukan diketahui itu baru permulaan karena ditargetkan pasukan tentara AS yang akan bertandang ke Indonesia mencapai 2.282 orang tentara AS pada gelombang pertama. Seperti dikutip dari Menurut keterangan dari TNI AD, latihan bersama Garuda Shield akan digelar pada 1-14 Agustus di tiga daerah latihan tempur yakni di Baturaja, Amborawang, dan Makalisung. Latihan tersebut akan melibatkan 2.246 personel TNI AD dan 2.282 personel AD Amerika Serikat.  (Idntimes.com, 26/7)

Tujuan dari latihan bersama ini diklaim untuk meningkatkan kerja sama dan kemampuan prajurit TNI AD dengan AD Amerika Serikat dalam pelaksanaan tugas operasi. Latihan ini disebut menjadi latihan terbesar dalam sejarah kerja sama antara TNI AD dengan tentara AS. Latihan ini akan diikuti oleh 2.246 personel TNI AD dan 2.282 personel tentara AD AS dengan materi latihan Staff Exercise, Field Training Exercise, Live Fire Exercise, Medical Exercise, dan Aviation.

Namun perlu diwaspadai bahwa latihan bersama dengan militer asing seringkali menjadi pintu intervensi asing untuk menangani permasalahan internal negara. Semestinya pemerintah terus mewaspadai tekanan dan intervensi asing dalam beragam aspek.

Terlebih lagi di masa pandemi banyak kepentingan AS yang ingin paksakan di berbagai negeri dengan kerangka program penanganan pandemi.
Waspadai, negara-negara Barat yang sering terbukti mengeluarkan kebijakan pandemi yang egois, tidak peduli pada kebutuhan bangsa lain dan terbukti mengorbankan banyak nyawa rakyatnya, setelah gagalnya  mengatasi dampak kesehatan akibat pandemi.  Sebagaimana prinsip ekonomi kapitalisme adalah tidak ada makan siang gratis. Jadi bentuk bantuan apa pun dari negara yang mengadopsi sistem kapitalisme harus diwaspadai. Mereka melakukan berbagai  bentuk intervensi yang bertujuan tiada lain untuk mengeruk kekayaan dan sumberdaya alam yang dimiliki.

Itulah strategi neoimperealisme yang sudah diketahui umum bahkan sejak zaman Presiden RI Soekarno yang telah memperingatkan bahaya penjajahan gaya baru melaui ekonomi, militer, politik, sosial dan budaya  dengan terus menekankan pentingnya berdikari (berdiri di kaki sendiri) dalam ekonomi, politik dan militer.

Terlebih dalam sistem politik Islam tidak mengizinkan pintu intervensi asing terbuka sedikitpun. Hal itu sesuai dengan firman Allah Swt, yang artinya:
“Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (TQS an-Nisaa’ [4]:141)

Praktik politik luar negeri dalam negara Islam yang dijalankan hanyalah dakwah dan jihad. Tidak memberi peluang sedikitpun politik asing masuk apalagi memengaruhi politik dalam negeri Islam.
Untuk itu guna mencapai kekuatan militer dengan tetap menjamin kesejahteraan  rakyat tiada jalan lain selain kembali kepada sistem Islam kafah di bawah naungan Khilafah Islamiyyah.

Wallahu a'lam bishshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update