Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hijrah: Menuju Negeri Yang Diberkahi

Saturday, August 14, 2021 | Saturday, August 14, 2021 WIB

Oleh: Endang Setyowati

Saat ini, kita telah memasuki bulan Muharam bulan di mana identik dengan hijrahnya Rasulullah saw saat di Mekah menuju Madinah.
Di mana beliau memulai perubahan besar-besaran disana, dengan membangun negara dengan berlandaskan ideologi Islam, yang menerapkan ajaran-ajaran Islam secara kaffah. Ini merupakan momentum sejarah yang sangat penting dan menentukan bagi tegaknya peradaban Islam yang agung di buka bumi. 

Hijrah bisa juga dilakukan oleh individu maupun oleh negara.
Hijrah yang dilakukan oleh individu bisa dimulai dari perbaikan-perbaikan diri. Yaitu berubah dari kondisi yang buruk kepada kondisi yang lebih baik, sehingga orang dikatakan berhijrah tatkala orang tersebut meninggalkan apa yg dilarang oleh Allah untuk mewujudkan iman dan takwa menuju taat kepada Allah SWT.

Begitu pula dengan sebuah negara. Negara dikatakan Hijrah tatkala berubah dari kondisi yang rusak saat ini karena tidak mau memakai aturan yang telah diturunkan oleh sang pencipta sehingga negara tersebut mau memakai atau melaksanakan syariat Allah secara keseluruhan. 

Dengan adanya fenomena banyaknya umat Islam yang berhijrah, sudah sepatutnya tidak berhenti pada perbaikan individu saja, namun bisa diarahkan untuk mewujudkan harapan sehingga terwujud negeri yang baldatun thayyibah wa rabbun ghafur yaitu 
Negeri yang berlimpah kemakmuran dan berlimpah ampunan dari Allah SWT. 

Dengan berbagai problematika yang dihadapi oleh negeri ini, masih ada harapan agar negeri ini menjadi lebih baik. Segenap kaum Muslim selalu berharap agar Indonesia bisa menjadi sebuah negeri yang penuh dengan kemakmuran dan berlimpah ampunan Allah SWT. (Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).

Di tengah pandemi saat ini, yang belum tahu kapan akan berakhir, membuat ekonomipun ikut melemah, namun menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan untuk bisa lepas dari jebakan negara pendapatan kelas menengah (middle income trap), pertumbuhan ekonomi Indonesia harus bisa mencapai 6 persen pada 2022 mendatang. Bila itu bisa dicapai, ia yakin Indonesia bisa naik kelas menjadi negara maju pada 2045.

Senada, Mantan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan mimpi Indonesia menjadi negara maju harus kandas apabila pada 2045 belum lepas dari jebakan negara pendapatan menengah. Oleh sebab itu, momentum yang bertepatan dengan 100 tahun umur RI itu harus dimanfaatkan sebagai tenggat waktu target naik kelas menjadi negara maju.
(CnnIndonesia, 4/8/2021) 

Tidak menutup kemungkinan negeri kita ini bisa menjadi negeri baldatun thayyibah wa rabbun ghafur dilihat dari luasnya negeri ini dan banyaknya sumber daya alam yang terkandung di dalamnya.
Begitu juga dengan banyaknya gelombang hijrah kaum Muslim. 

Sehingga nanti menjadi sebuah negara yang baik, kehidupan masyarakatnya juga baik. Seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi, serta keamanannya terjaga. Masyarakatnya juga jauh dari sikap permusuhan dan saling membenci. Mereka justru toleran dan saling memaafkan. Dengan itu ampunan Allah Sang Maha Pengampun turun kepada mereka.

Maka dari itu, untuk mewujudkan negeri baldatun thayyibah wa rabbun ghafur kita harus menjaga dan mengelola sumber daya alam kita, di gunakan sepenuhnya untuk keperluan seluruh masyarakat. Tidak seperti saat ini, dimana kekayaan negeri ini dimiliki oleh sebagian kecil dari masyarakatnya.

Kemudian bagaimana kita melihat begitu merebaknya transaksi yang berhubungan dengan riba. Ekonomi ribawi terus dipraktikan, kehidupan sosial liberal hedonis yang terus dipertahankan. Dan syariat Allah SWT masih dipilih-pilih sesuai kebutuhan.

Sudah saatnya dalam momen Hijrah saat ini kita juga harus Hijrah kan negeri ini, dari keterpurukan yang terjadi dan segera kembali ke jalan Allah SWT dengan menjaga tauhid dan kembali mentaatiNya.
Sehingga bisa menjadi negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. 

Allah SWT berfirman :
"Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (Alquran), bagi dia kehidupan yang sempit dan di akhirat kelak Kami akan membangkitkan dirinya dalam keadaan buta " (TQS Thaha [20]: 124).

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update