Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Liberalisasi Mengancam Generasi. Islam sebagai Solusi

Sunday, July 04, 2021 | Sunday, July 04, 2021 WIB Last Updated 2021-07-04T12:04:56Z
Oleh : Binti Masruroh 
(Pendidik)

Dalam sebuah vlog yang membahas tentang anak-anak dan film porno, seorang publik figur menyampaikan secara terbuka  tentang cara dia bergaul dengan anak-anaknya dalam hal konten porno. Dia mengaku biasa menonton video porno bersama anak-anaknya. Menurutnya orang tua tidak boleh bersifat kolot dan mesti  berpikiran terbuka. Saat ini banyak sekali konten porno yang bisa diakses anak-anak karena tidak mungkin anak-anak tidak melihat konten porno. Bahkan ia mengaku biasa mencari film-film dewasa yang kemungkinan  membuat anak-anaknya tertarik (detik news 26/06/2021).

Sikap publik figur ini tentu menuai  kontroversi. Ketua KPAI  Susanto merespon “konten porno itu sangat berbahaya berdampak negatif bagi tumbuh kembang anak, maka, konten porno tak boleh dilihat anak-anak  meski  ditemani atau diawasi orang tua”. Ia minta orang tua berhati-hati dalam mendidik anak.(detik news.26/06/2021)

Menonton video porno ditemani atau diawasi oleh orang tua, justru menjadikan anak berfikir bahwa menonton video porno merupakan hal yang biasa, tidak berdosa dan boleh-boleh saja dilakukan.

Fakta ini menunjukkan kuatnya pengaruh  sekulerisme dan liberalisme sebagai buah penerapan sistem kapitalis yang diadopsi negeri ini  dari barat. Kapitalisme berasaskan manfaat, apapun akan dilakukan asal mendaparkan manfaat. Tidak heran kalau konten-konten pornografi marak dan bisa diakses oleh anak-anak karena itu mendatangkan manfaat bagi kapitalis. Sekulerisme merupakan paham yang menjauhkan peran agama dalam kehidupan. Sedangkan Liberalisme merupakan  paham yang menjamin kebebasan Individu untuk melakukan apapun. Tidak heran kalau di negara-negara barat LGBT diakuai oleh negara, karena merupakan bagian dari kebebasan individu. Paham rusak seperti inilah yang disebar luaskan barat ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. 

Bahkan di negara-negara barat melakukan LGBT legal sebagai bentuk kebebasan. Dilansir oleh CNN Indonesia (26/06/21) Perdana Mentri Belanda menyampaikan kepada wartawan bahwa Hongaria tidak lagi punya tempat di Uni Eropa karena menolak Undang-Undang yang melarang  konten isu Lesbian, Gay, Biseksual dan Trangenger (LGBT) di Sekolah. Sikap Presiden Hongaria justru dianggap mengekang kebebasan individu.

Paham sekulerisme dan liberalisme ini tentu sangat berbahaya bagi generasi. Sikap publik figur yang biasa menonton video porno bersama anaknya mesipun sebagai edukasi menunjukkan ancaman yang serius bagi generasi, mengingat generasi muda saat ini adalah para pemimpin dimasa datang. Gimana masa depan negeri ini kalau generasinya terpapar paham liberalisme seperti pornografi.

Islam Menjaga Generasi dari Liberalisi

Islam bukan sekedar agama  ritual yang hanya mengatur tata cara sholat, puasa, zakat, dan ibadah haji. Tetapi Islam merupakan sistem kehidupan yang paripurna, yang mengatur seluruh aspek kehidupan. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia diciptakan oleh Allah memiliki naluri seksual. Namun naluri itu diciptakan oleh Allah SWT dengan tujuan untuk melestarikan keturunan manusia, sehingga manusia tidak punah.

Adapun pemenuhan naluri itu, Islam memberi tuntunan dengan melakukan pernikahan.  Dan hanya melalui hubungan pernikahanlah hubungan seksual dihalalkan dalam Islam. Dan Islam mengharamkan suami atau istri menceritakan kepada siapapun tentang hubungan seksual yang dilakukan. Rasulullah SAW bersabda “Paling buruknya kedudukan manusia disisi Allah nanti di akhirat adalah seorang laki-laki yang berhubungan badan dengan istrinya, lalu ia menceritakan rahasianya kepada orang lain.”(HR. Muslim)

Melalui penerapan syariat Islam secara menyeluruh, negara tidak akan membiarkan adanya konten yang berbau pornografi di media apapun. Tidak seperti saat ini dimana konten pornografi mudah diakses oleh siapapun termasuk anak-anak. Islam mensyaratkan isi konten yang ada di media masa, seperti televisi internet dan lainnya harus sesuai dengan syariat Islam. Islam juga mewajibkan para wanita mengenakan pakaian yang sempurna, sehingga akan terjaga, Islam juga melarang berkhalwat. Islam memerintahkan untuk menundukkan pandangan. 

Media masa dalam Islam juga berfungsi segabai edukasi, hanya berisi hal-hal yang bermanfaat untuk meningkatkan keimanan dan semangat untuk menuntut Ilmu. Sehingga tidak akan ada pemikiran-pemikiran yang bisa merusak generasi. Melalui penerapan Syariat Islam secara kaffah generasi akan terjaga. Sistim pendidikan Islam yang didukung penerapan politik dan ekonomi Islam akan mewujudkan generasi Islam yang cemerlang  yang berkepribadian Islam, calon pemimpin peradaban yang gemilang.

Wallahu A’lam bish-showab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update