Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Harta, Tahta, Narkoba

Sunday, July 11, 2021 | Sunday, July 11, 2021 WIB Last Updated 2021-07-11T12:34:09Z

Penulis : Ummu Haura’

Jagat dunia maya dihebohkan dengan berita tertangkapnya selebriti tanah air yang menggunakan narkoba. Disinyalir pasangan selebriti ini berinisial NR dn AB. Polisi pada Rabu, 07 Juli 2021 melakukan penggeledehan di rumah mereka Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Dikediamannya, polisi menyita narkoba jenis sabu seberat 0,78 gram beserta bong atau alat pengisap sabu.

Kedua selebriti ini terkenal dengan kekayaan dan gaya hidupnya yang super mewah. NR terkenal sebagai salah satu artis papan atas Indonesia yang memulai kariernya sejak kecil. Sedangkan AB sang suami, adalah salah seorang pengusaha dan juga anak dari konglomerat serta politisi ternama di Indonesia.

Dengan harta dan kedudukan mereka, segala akses kesenangan dunia mudah didapat. Pasangan serasi, fisik mengagumkan serta keluarga yang harmonis menjadikan pasangan ini memperoleh banyak pujian dan kekaguman masyarakat. Kehidupan yang sangat sempurna.

Wajar jika masyarakat mengidolakan pasangan ini karena penilaian hanya didasarkan nilai- nilai materiil yang pasangan selebriti ini miliki, seperti disebutkan diatas. 

Begitulah yang diajarkan ideologi kapitalisme, mengagungkan kesempurnaan hidup hanya berdasar capaian- capaian duniawi. Kemuliaan dan derajat tinggi hanya bisa di dapat jika memiliki paras rupawan, harta berlimpah, jabatan tinggi juga gelar bangsawan.

Tapi, benarkah kemuliaan dan derajat tinggi hanya bisa didapatkan karena hal- hal tersebut?
Allah SWT berfirman :
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)

Dalam tafsir Al Jalalain (528) disebutkan, “Janganlah kalian saling berbangga dengan tingginya nasab kalian. Seharusnya kalian saling berbangga manakah di antara kalian yang paling bertakwa.”

Ath Thobari rahimahullah berkata, “Sesungguhnya manusia yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling tinggi takwanya pada Allah, yaitu dengan menunaikan berbagai kewajiban dan menjauhi maksiat. Bukanlah yang paling mulia dilihat dari rumahnya yang megah atau berasal dari keturunan yang mulia.” (Tafsir Ath Thobari, 21:386).

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah ditanya, “Siapakah orang yang paling mulia?” “Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara mereka”, jawab Rasulullah SAW.(HR. Bukhari no. 4689).

Itulah standar kemuliaan dan derajat tinggi menurut islam. Bukanlah nilai- nilai duniawi. Maka sudah selayaknya umat muslim tidak salah dalam mengidolakan manusia lain.
 
Coba pikirkan apakah yang kita idolakan, sanjung dan puja puji adalah orang- orang yang menjalankan ketaatan kepada Allah serta menjauhkan dirinya dari segala kemaksiatan?? Jika tidak, maka jauhilah mereka.

Mungkin ada umat islam yang masih memandang kemuliaan hanya berdasar prestasi- prestasi dan nilai- nilai materiil duniawi, maka hal ini harus dibenahi. Karena ini adalah bagian dari ideologi kapitalisme. Kapitalisme adalah sebuah ajaran yang berasal dari akal manusia bukan wahyu Illahi. Jika menyandarkan kebahagiaan hanya pada harta, tahta dan narkoba sungguh sebuah tragedi yang saat ini sudah bisa dilihat pada rusaknya kehidupan manusia.

Sudah sepantasnya, umat muslim kembali seutuhnya pada aturan- aturan islam agar kerusakan pola pikir dan pola sikap ini bisa segera dibenahi. Karena memang hanya islam solusi dari segala permasalahan saat ini.
Wallahu’alam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update