Situasi sulit sedang dihadapi negeri ini dalam dua pekan terakhir, terutama ibukota negara dihadapkan pada situasi yang sangat mengkhawatirkan dimana gelombang Covid-19 varian baru terus menginfeksi siapa saja tanpa pandang buluh. Situasi sulit ini juga dihadapi berbagai wilayah di tanah air, tapi yang paling signifikan kasus covid terjadi di Jawa –Bali. Bahkan korban meninggal terus berjatuhan tak terkecuali para tenaga medis yang dari awal menjadi garda terdepan dalam mengurus pasien terinfeksi covid-19. Segala upaya penanganan sudah dilakukan untuk menekan penularannya, namun belum membuahkan hasil untuk kasus melandai. Rumah sakit kian penuh, serta disiapkan kembali rumah sakit darurat untuk menangani pertambahan jumlah pasien, selain itu krisis oksigen tengah terjadi dan banyak korban berjatuhan karena tidak mendaptkan oksigen diakibatkan rumah sakit penuh dan banyak pasien yang isolasi mandiri di rumah.
Selama dua pekan terakhir Indonesia kian hari terus mencetak rekor tertinggi. Ini menunjukkan kondisi negeri tidak sedang baik-baik saja. Di tengah tingginya kasus covid, di saat itu pula penguasa membiarkan para tenaga kerja asing diterima dan melenggang dengan aman. Ekonomi kian sulit, bahkan anak negeri harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari kini harus bersaing dengan tenaga kerja asing. Tak cukup disitu mereka diberi kebebasan mendapatkan lapangan pekerjaan. Di saat masyarakat di larang bekerja dan berkerumun bahkan tidak dijaminnya secara merata kebutuhan pokok masyarakat semakin memperarah keadaaan.
Kebijakan yang silih berganti dalam penangan covid tak sedikit yang membuat kecewa masyarakat. Ketika pelanggaran itu terjadi di masyarakat kelas bawah hukum begitu ketat di tegakkan namun tatkala yang melanggar aturan masyarakat kelas atas dan para pejabat daerah bahkan publik figur maka hukum begitu longgar di tegakkan. Bagaimana nasib rakyat kedepan ditengah “ badai” covid yang terus melanda negeri ini? Masihkah kepentingan para kapitalis yang dipikirkan? Lantas tak berhargakah keselamatan warga negara terutama rakyat biasa tatkala bertahan hidup di tengah masalah ekonomi yang kian pelik dan krisis kesehatan karena pandemi yang begitu signifikan?
Semua ketidakadilan ini harus diakhiri, Kapitalis sebagai akar masalah dari semuanya harus di hentikan agar tak ada peluang lagi membuat kesengsaran manusia. Kapitalis yang sejatinya hanya berbicara modal dengan untung dan ruginya tidak mengenal istilah belas kasihan bahkan sebesar mungkin menghisab keuntungan sebesar-besarnya dalam situasi apapun.
Penguasa hari ini memegang landasan kapitalis, setiap celah untuk memperbaiki ekonomi yang menghantarkan keuntungan para korporat dan pemilik modal akan terus mereka jaga. Karena penguasa di sistem kapitalis adalah penjaga kebijakan pesanan kelompok tertentu, mereka para penguasa tidak sepenuhnya memikirkan rakyat. Penguasa berada pada kedudukannya saat ini tidak terlepas dari para pemilik modal, bahkan tarik ulur kebijakan ditengah pandemi ada lobi-lobi politik dan bisnis yang ingin menyelamatkan bisnis mereka di negeri ini.
Saatnya hentikan kedzoliman kapitalis, saatnya dunia di pimpin dengan sistem shohih (benar) yang membawa keberkahan bagi siapa saja yang tinggal di dalam kepemimpinannya, yaitu sistem Islam yang mendatangkan rahmat bagi seluruh alam.
Islam hadir bukan untuk kompromi, tapi Islam hadir ditengah umat untuk mengajak pada ketaatan kepada sang pembuat hukum yaitu Allah SWT. Islam hadir menyelesaikan masalah umat bukan menambah masalah. Semua masalah akan terurai dengan baik karena Islam menuntaskan permasalahan dari akarnya. Maka dalam hal masalah pandemi hari ini pemimpin ataupun penguasa Islam hadir bukan sebagai penenang rakyat saja atau simbol, namun hadir sebagai pelindung dan pengayom untuk menyelesaikan masalah yang tengah terjadi. Penguasa akan fokus pada keselamatan nyawa rakyat bukan lagi berfokus pada masalah ekonomi, karena ekonomi bisa dibangun kembali ketika memiliki ketahan masyarakat yang kuat secara fisik dari sisi kesehatan dan kebutuhan pokoknya. Kekuasaan Islam yang luas dengan sumber daya alamnya yang berlimpah akan mampu menjamin masa-masa rakyat yang sedang melakukan karantina.
Inilah yang harus kita upayakan sebagai seorang muslim agar segera mewujudkan kembali kepemimpinan Islam yang mendatangkan berkah bagi seluruh manusia yang tinggal didalamnya.

No comments:
Post a Comment