(Pemerhati Masyarakat)
Satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut dalam enam hari terakhir terjadi kenaikan kasus positif wabah virus corona. Selain penambahan kasus harian, kasus aktif juga mengalami lonjakan dalam sepekan terakhir.
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menjelaskan kasus aktif merupakan kasus warga terpapar virus corona yang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri.
"Memang dalam enam hari terakhir kita sudah bisa melihat adanya tren kenaikan (kasus positif covid-19). Jadi kalu biasanya kita mengalami penurunan, di sini dalam seminggu terakhir ada penambahan kasus aktif sebesar 440 kasus. Kata Dewi dalam rapat koordinasi daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Pusdalops BNPB, pada hari Minggu (23/5/2021). (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210523155729-20-645936/kasus-positif-covid-19-meningkat-dalam-enam-hari-terakhir)
Selain itu, sebaran mutasi wabah virus corona juga penyebab Covid-19 varian B1617 terus bertambah di Indonesia. Yang teranyar, sebanyak 13 anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Filipina yang melakukan bongkar muatan di Cilacap, Jawa Tengah, dinyatakan terpapar varian corona asal India.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang dilakukan oleh Balitbangkes Kemenkes terhadap 13 anak buah kapal berkewarganegaraan Filipina yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah varian India B.1617.2," kata Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, pada hari Sabtu (22/5/2021).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan pihaknya mengirim 352 spesimen yang terduga mutasi Covid-19. Namun baru 17 spesimen yang sudah selesai diteliti, hasil yang sudah keluar dari Litbangkes ditemukan dua kasus dengan varian of concern (VoC) B.1617.2 India. Sementara 15 spesimen tidak ditemukan mutasi virus, dan yang lainnya masih menunggu hasil, kata Widyastuti dalam keterangan tertulis, pada hari Sabtu (22/5/2021). (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210523064230-20-645796/kasus-virus-corona-varian-india-b1617-di-ri-terus-bertambah)
Miris, lagi-lagi lonjakan penularan wabah virus corona semakin bertambah di tengah masyarakat, bukannya wabah semakin hilang. Namun justru penyebaran wabah virus ini semakin menggila dalam waktu satu minggu virus corona bertambah pesat.
Sebaran mutasi wabah virus corona juga sudah menyebar di tengah masyarakat, diketahui paparan varian corona ini diduga berasal dari India. Melihat kejadian yang terjadi di negeri ini tidak lain dan tidak lepas akibat gagalnya peran negara dalam melindungi rakyatnya.
Berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah tidak ada satupun yang mampu menyelesaikan penyebaran wabah virus ini, bahkan vaksinasi yang sebelumnya digadang-gadang mampu memberi efek kekebalan tubuh masyarakat nyatanya tidak memperlihatkan pengaruh besar untuk melawan virus ini.
Hal tersebut sejatinya bisa dijadikan bahan evaluasi penting dalam memberikan solusi terkait penanganan wabah yang sedang ataupun yang akan dilakukan.
Melihat penanganan yang ada saat ini, keraguan pun acap kali muncul dikalangan masyarakat terkait saat ini apakah pemerintah dengan segala kebijakannya mampu mencegah penyebaran wabah virus semakin meluas? Dan apakah wabah virus ini bisa hilang dengan solusi yang diterapkan saat ini? Nah, dari sini kita memahami bahwa negara memegang peranan penting dalam menangani wabah yang melanda.
Negara bukan hanya memikirkan ekonomi semata, tetapi negara harus lebih memprioritaskan keselamatan nyawa rakyatnya, karena negaralah yang bertanggung jawab atas semua permasalahan yang terjadi di negeri ini.
Abainya pemerintah dalam hal panjangnya kesengsaraan publik, lahirnya problem-problem baru dan lebih banyaknya korban, dari sini semestinya mendorong langkah tegas dari pemerintah untuk mengambil solusi dalam Islam.
Bukan bertahan dengan solusi sekuler yang ditetapkan secara lokal maupun mengikuti rekomendasi internasional yang sudah jelas terbukti gagal dalam menangani wabah ini. Saatnya kembali ke sistem Islam solusi mengatasi pandemi.
Dalam sistem Islam negara tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana aturan syari'at saja, akan tetapi negara juga berfungsi sebagai perisai untuk melindungi umat, diibaratkan sebagai ibu yang melindungi anaknya.
Dalam kebijakan penanganan wabah, Islam menerapkan kebijakan karantina wilayah yang terdampak wabah. Sebab inilah solusi tuntas dalam penanganan wabah dengan menutup rapat wilayah yang menjadi episentrum atau pusat wabah, dan mengisolasi orang yang sakit dari keramaian atau interaksi dengan orang yang sehat.
Sebagaiaman sabda Rasulullah SAW; “ Janganlah yang sakit dicampur baurkan dengan yang sehat “. (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika orang yang sakit telah diisolasi dari yang sehat, maka hal ini tidak akan menggangu aktivitas bagi orang yang sehat, sehingga tidak ada kekhawatiran akan tertular. Adapun ekonomi negara akan terus berjalan tanpa adanya kendala.
Dalam Islam penjagaan satu nyawa sangatlah diutamakan dari pada dunia dan seisinya. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam kalam-Nya; “ Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya “. (QS. Al-Maidah: 32).
Dengan demikian hanya Islamlah yang memberikan aturan yang sempurna untuk menjadikan rahmat bagi seluruh manusia, tak terkecuali baik muslim maupun non muslim, miskin dan kaya semua diperhatikan dengan keadilan yang sempurna. Karena aturan yang bersumber dari Sang Khaliq pemilik alam semesta. Sudah saatnya kembali dengan solusi aturan Islam dalam bingkai Daulah Khilafah.
Wallahu Alam Bish-Shawab

No comments:
Post a Comment