Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jangan Berhenti Membicarakan Palestina

Thursday, June 03, 2021 | Thursday, June 03, 2021 WIB Last Updated 2021-06-03T06:43:16Z
Oleh : Yauma Bunga Yusyananda 
( Anggota Ksatria Aksara Kota Bandung ) 

Palestina bukan sekedar jadi obrolan yang bersifat trend atau momentum saja. Dimana arah gejala nya meledak-meledak atau saat terjadi konflik sangat ramai dibicarakan. Padahal sesungguhnya apa yang terjadi disana, masih terus berlangsung seperti penderitaan, dan hal-hal yang kurang manusiawi lainnya. Apalagi tentang tempat bernama Jalur Gaza, yang semuanya serba dibatasi. Air, pasokan bahan makanan hingga listrik, sebab konflik yang terjadi kemarin saja yang semula warga Gaza bisa menikmati listrik hingga 12 jam, sekarang hanya bisa 3 hingga 4 jam saja, dan hal tersebut sudah terjadi bertahun-tahun.  (dunia.tempo.co 21/05/2021 )

Di tahun 2021 ini, konflik yang terjadi disana harus benar-benar menjadi pelajaran serta harus mampu mewujudkan solusi yang hakiki. Jika banyak orang mengatakan problem ini adalah sekedar problem kemanusiaan, maka sesungguhnya problem yang terjadi di Palestina bermula dari problem hegemoni atau pengaruh kepemimpinan, dominasi, kekuasaan, dan sebagainya suatu negara atas negara lain (atau negara bagian). Sehingga berawal dari hegemoni inilah, segala aspek kerusakan dan ketidakadilan terjadi. Kita pun tidak boleh menampik jika ada problem keagamaan disana yang terhalang ibadahnya sehingga merasa tidak tenang dan jauh dari rasa aman dengan adanya perluasan wilayah yang dilakukan oleh Zionis Israel. 

Tidak hanya kaum muslimin, umat kristen di Jalur Gaza pernah dikekang untuk merayakan Natal di Betlehem sekitar tahun 2019. (dunia.tempo.co 16/12/2021)

Saat kita terus menyuarakan tentang Palestina pada hakikatnya kita juga sedang menyuarakan tentang kemanusiaan, tentang Islam dan ketenangan bagi ummat manusia. Maka jangan jadikan Palestina sebagai objek yang temporal untuk dibicarakan, bersemangatlah dan bicarakan sejarah tentang bagian wilayah Bumi Syam ini. Walau ada orang-orang yang mengatakan, mengapa sibuk untuk urusan yang jauh, padahal di negeri ini pun masih banyak yang harus diperhatikan? Katakan saja bahwa kita semua mengikuti dan meneladani Rasulullah Sholallahu 'alahi wa salam. Rasulullah juga mengendorse alias mempromosikan wilayah ini, serta para penduduknya. 

Sesungguhnya kalian akan menjadi pasukan-pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Iraq dan satu pasukan di Yaman.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, pilih kan untukku!” Rasulullah menjawab, “Pilihlah Syam, dan barang siapa yang enggan maka hendaklah ia bergabung dengan Yaman dan meminum dari kolam-kolam air Yaman. _Sesungguhnya Allah telah menaungi Syam dan penduduknya.” (HR. Sahih Ibnu Hibban no. 7306)._

Bersemangatlah untuk menyuarakan tentang Palestina, motivasi diri agar tidak sekedar ikut ramai bahkan jauhkan jika diri terprovokasi untuk mendukung zionis Israel. Jadilah bagian dari ummat yang meniru pribadi Rasulullah, yang senantiasa berbicara tentang tanah yang berkah yakni Bumi Syam salah satu bagiannya adalah wilayah Palestina. Sehingga kehidupan kita pun bisa ikut berkah dengan menyebarkannya dan mendakwahkannya. Tentu suarakan Palestina dengan solusi kemenangan hakiki, bukan sekedar gencatan senjata, bukan juga sekedar menyuarakan donasi walaupun dibutuhkan. Tetapi lengkapi lah ajakan berdonasi dan menyuarakan sejarah yang terjadi di Palestina dengan solusi yang mampu membebaskan dunia dari cengkraman penjajahan sistem. 

Karena bukan sekedar tuduhan belaka, yang terjadi walaupun penduduk dan penguasa dunia banyak didominasi dengan muslim, mereka tak mampu untuk memberikan tentara mereka membantu Palestina. Mereka hanya mengecam, menghubungi negara yang satu dan negara yang lain seolah memang akan memberikan pasukan untuk menerkam Israel. Namun pada kenyataanya, kita bisa menyimaknya sendiri. 

Yang dibutuhkan Palestina pun bukan sekedar kemerdekaan yang diakui secara de facto atau pun de jure, bukan sekedar pengakuan atas wilayah dan hukum didalamnya. Solusi atas Palestina harus sampai memerdekakan mereka dari penjajahan yang bersifat sistemik, sehingga yang dibutuhkan Palestina adalah persatuan kaum muslimin dibawah naungan Khilafah Islam, yang saat itu pula Khilafah sangat melindungi tanah ini dengan tegaa Khalifah pun menolak jika tanah ini dibeli dengan harta yang banyak sekalipun. Dan karena ketiadaan Khilafah serta Khalifah, tanah ini bisa didapat dengan gratis lewat perjanjian-perjanjian diplomatik. Sungguh sangat dirindukan keberadaan pelindung harkat dan martabat kaum muslimin, dimana nyawa kaum muslim bukan barang yang murah dan sangat dijaga serta lebih berharga dari dunia. 

“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Tirmidzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).

Semoga Allah segera menyadarkan ummat ini akan pentingnya keberadaan Khalifah serta Khilafah untuk memerdekan ummat manusia dari segala bentuk penjajahan. Maka jangan berhenti membicarakan Palestina, jangan berhenti menyuarakan Islam. Wallohu'alam bi ash shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update