(Mentor Sahabat Hijrah Klaten)
Menu BTS Meal, kolaborasi McDonald's dan Boyband asal Korea Selatan, BTS resmi rilis di Indonesia, Rabu (9/6). Hal itu menjadi topik pembahasan di jagat maya, hingga menduduki trending topik di Twitter. Kata kunci BTS Meal berhasil menduduki peringkat pertama di Twitter Indonesia, sejak Rabu siang. Sontak, beragam komentar membanjiri jagat Twitter.
Mereka menyajikan satu set menu nugget dengan saus khas korea yang disukai oleh personel BTS lengkap dengan minumannya. Menu set BTS Meal ini pun langsung heboh dan diserbu gegap gempita oleh para ARMY, penggemar BTS. Antrian panjang pun tak terhindarkan dan ditemui di setiap cabang McDonal's di seluruh Indonesia. Hingga pihak terkait menutup beberapa gerai disebabkan kerumunan & tidak mematuhi protokol kesehatan.
Fanatisme & Propaganda Barat
Fenomena tentang hal-hal yang berbau Korea (read : Hallyu Wave) saat ini menjadi bahasan paling populer ditengah-tengah masyarakat khususnya kawula muda. Merebaknya fenomena Hallyu Wave di Indonesia dapat dilihat dari para girlband dan boybandnya yang mampu menghipnotis remaja Indonesia untuk menjadi fans mereka. Sehingga para remaja sampai rela menghabiskan banyak uang demi membeli berbagai accesoris yang mahal agar bisa menyerupai idola mereka. Bahkan ada pula yang fanatic, hingga mereka tidak rela kalau idolanya mempunyai pacar karena mereka lebih suka melihat idolanya menyukai sesama jenis dari pada dengan lawan jenis. Kalau sudah terlalu parah, mereka tidak lagi bisa membedakan dengan objektif mana yang benar dan mana yang salah menurut Islam, sehingga berujung pada fanatisme buta.
Fenomena kecanduan K-Pop yang berujung pada fanatisme ini dapat dijelaskan. Melalui industri hiburan Korea untuk menyebarkan budaya hedonisme mereka yang menargetkan remaja hingga dewasa muda di seluruh dunia sebagai konsumen sasaran mereka tak terkecuali remaja muslim.
Merebaknya fenomena ini merupakan salah satu propaganda yang dihembuskan barat, sebab meraka sadar bahwa umat Islam khususnya generasi muda mampu ditumbangkan melalui pemikiran (ghazwul fikri). Ini merupakan cara yang paling ampuh untuk menjauhkan umat dari peradaban Islam. Sehingga rusaknya keimanan dengan mudah terjadi. Semua kenyataan yang dapat kita saksikan saat ini, semata-mata disebabkan oleh sistem kapitalis liberalisme yang menjauhkan umat dari ajaran Islam dan aktivitas manusia. Kapitalis-liberalisme membius umat terlena dalam angan-angan duniawi. Kesenangan dan kemegahan yang disajikan berhasil menyeret mereka ke dalam lubang gelap peradaban yang merusak.
Islam dengan seperangkat aturan yang sempurna adalah sistem terbaik dalam mengatur manusia, alam semesta dan kehidupan. Aturan yang di turunkan dari Sang Khalik bertujuan melindungi manusia dalam melakukan perbuatannya, agar manusia tidak terjerumus pada jurang kehinaan.
Manusia harus senantiasa terikat dengan syariat, dan membangun kesadaran akan hubungannya dengan Allah Swt. Membangun ketaatan dan menjalankan kehidupan yang disandarkan pada perintah dan laranganNya. Fenomena Hallyu Wave yang digandrungi generasi muda termasuk budaya yang bertentangan dengan Islam. Aktivitas meniru, mengikuti, hingga meyakini budaya di luar Islam disebut dengan tasyabuh. Sebagaimana sabda Nabi saw.
“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Larangan menyerupai ini bisa berupa pakaian, gaya hidup, dan segala hal yang dilakukan oleh orang-orang di luar Islam Sebagai seorang mukmin, wajib menerima dan meyakini apa yang dilarang dalam syariat merupakan bentuk kasih sayang Allah yang Maha Adil untuk menjaga manusia dari melanggar hukum Allah, karena setiap pelanggaran memiliki konsekuensi yang sangat berat dan dapat mengundang laknat Allah.
Dengan diterapkan syariat Islam kaffah, secara otomatis individu, masyarakat dan negara saling menjaga. Individu akan dipahamkan terkait hukum yang berkenaan dengan perbuatan dan dikuatkan dari sisi akidahnya. Masyarakat ikut mengawasi dan mengontrol setiap perbuatan individu. Dan negara membuat aturan dan regulasi terkait sistem sosialnya termasuk di dalamnya sanksi.
Ketiga pilar di atas yakni individu, masyarakat dan negara, dapat diwujudkan dalam kepemimpinan Islam, karena tiga komponen akan berdiri tegak di atas sistem Islam yang menerapkan semua aturan secara komprehensif. Dengan demikian, sudah semestinya kaum muslimin sadar bahwa kehidupan harus bersandar sepenuhnya pada aturan Allah Yang Maha Mengatur Manusia, kehidupan dan alam semesta. Dan umat manusia berkiprah demi terwujudkan syariat Islam sebagai jalan dan target perubahan. Maka dapat dipastikan serbuan tsaqafah asing yang merusak akan hilang dan sirna di atas pondasi Islam yang kokoh.
Wallahu a’lam bi ash shawab.

No comments:
Post a Comment