Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muslim di Palestina Berhak Bahagia saat Ramadan

Saturday, April 24, 2021 | Saturday, April 24, 2021 WIB


Nisa Rahmi Fadhilah
Member AMK


"Ramadan Tiba, Marhaban Yaa Ramadan!" Sorak kaum Muslimin atas kebahagiaan nya masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan Ramadan.

Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa karena secara serentak seluruh kaum muslimin dibelahan dunia melaksanakan ibadah saum selama sebulan penuh. Tak hanya itu, pada bulan Ramadan merupakan bulan yang didalamnya terdapat malam yang lebih baik dari  1000 bulan, sehingga kaum muslimin berlomba-lomba beramal salih untuk mendapatkan pahala, keutamaan berlimpah di bulan Ramadan.

Setiap negeri muslim memiliki tradisi yang berbeda untuk memeriahkan suasana Ramadan. Sehingga semua merasa kan kebahagiaan yang unik di bulan Ramadan.

Sayang seribu sayang, kebahagiaan yang didambakan tidak dapat seutuhnya dirasakan oleh kaum muslimin karena terserat nya oleh sekat negeri, tidak semua negeri merasakan hangatnya Ramadan.

Di Palestina, Ramadan pun disambut dengan tradisi-tradisi unik. Seperti menghiasi  jalanan dengan bendera warna-warni, lampu-lampu yang meriah, , setiap rumah memasang dekorasi berbentuk bulan bintang, masjidil Aqsha pun dibersihkan dan dihias dengan indah. Momen menarik saat Ramadan pun ada disana, seperti saat sahur muncul para Mesaharaty yang berkeliling di jalanan membangunkan orang-orang. Saat waktu berbuka pun ditandai dengan suara sirene hingga meriam. Hidangan khas Ramadan pun menjadi penyempurna melaksanakan saum dibulan Ramadan.

Sayangnya, di bawah pendudukan Yahudi Israel, banyak wilayah Palestina yang hancur terkena serangan bom,  sehingga mereka terpaksa sahur dan berbuka puasa di antara reruntuhan rumah. 

Dilansir dari tempo.co Selama dua hari berturut-turut polisi Israel melarang warga Palestina buka puasa di Masjid Al Aqsa, Yerusalem, menurut kantor berita Palestina.

WAFA News Agency pada 14 April melaporkan polisi Israel juga menyerang warga Palestina sepulang dari salat tarawih di masjid, 

Polisi juga melarang azan malam di Masjid Al Aqsa untuk malam kedua berturut-turut.

Ratusan orang yang selesai salat tarawih diserang oleh polisi saat mereka sampai di Gerbang Damaskus, salah satu gerbang utama ke kota tua Yerusalem. Polisi menyerang orang-orang Palestina dan melarang mereka duduk di tangga di luar Gerbang Damaskus.

Polisi Israel bahkan menembakkan granat kejut ke arah warga Palestina dan menahan lima orang, kata para saksi.

Dilansir dari Middle East Monitor (13/4/2021) The Palestinian Authority (PA) pada Senin (12/4/2021) mengutuk diamnya komunitas internasional terhadap kejahatan Israel di wilayah pendudukan. PA menekankan bahwa keheningan ini mendorong Israel terus melakukan kejahatan kepada Palestina.

Kekacauan ini diakibatkan karena kaum muslimin telah kehilangan induknya, yaitu Daulah Islamiyyah.  Berdasarkan QS al-Israa ayat 8, kaum Yahudi akan selalu melakukan kerusakan berulang-ulang ketika mereka memiliki kekuatan dan kesempatan, dan ketika umat Islam jauh dari agamanya.

Semua kaum muslim tahu, bahwa jika ada satu negeri muslim yang diserang dan diduduki maka fardhu ‘ain bagi penduduk negeri itu untuk berjihad. Jika mereka tidak mampu maka kewajiban jihad ini meluas kepada penduduk di negeri terdekat. Dalam hal ini yang paling wajib setelah penduduk Gaza adalah kaum muslim dan tentara negeri muslim yang berada disekitar daerah Gaza

Sejarah telah membuktikan, Palestina berhasil ditaklukan dari kekuasan kaum nasrani dengan kekuatan pasukan kaum muslim dibawah Daulah Islamiyyah.

Tak hanya itu, tercatat sejarah peristiwa besar pembebasan kaum muslimin dibawah kepemimpinan Islam pun menjadi penguat bahwa Islam mampu melindungi kaum muslim.

Maka, momentum Ramadan ini harus melahirkan kembali jutaan kaum Muslim yang memiliki kadar keimanan dab ketakwaan kepada Allah Swt. yang tinggi. Hal ini akan menjadi modal bagi terbitnya fajar kemenangan Islam di muka bumi ini. Wallahu a’lam bishshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update