Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Moderasi Pengajaran Sejarah Islam

Tuesday, March 16, 2021 | Tuesday, March 16, 2021 WIB

Pilar Bela Persada (Mahasiswi, Komunitas Annisaa Ganesha)

Pemerintah melalui Kementrian Agama tampak sangat menggencarkan kampanye moderasi beragama dalam berbagai bidang. Bahkan dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam Tingkat Kenegaraan Tahun 2021M/1442H kemarin, tema yang diusung adalah ‘Spirit Isra' Mi'raj dalam Membangun Moderasi Beragama’ (10/3/2021). Kampanye moderasi beragama ini juga digencarkan dalam bidang pendidikan. Pada Kamis 25 Febuari 2021, dalam acara Workshop Pengembangan Kompetensi Guru Sejarah Kebudayaan Islam MA/MAK di Tangerang, Kementrian Agama melalui Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Muhammad Zain, meminta para guru untuk menyampaikan materi sejarah secara komprehensif. “Sampaikan kepada peserta didik, fakta sejarah yang komprehensif agar siswa memahami sejarah Islam masa lalu secara utuh,” tuturnya. Menurutnya kejayaan Islam di Spanyol yang kemudian berhasil melahirkan banyak filsuf hebat adalah karena sikap para ulama yang inklusif, terbuka, dan toleran. Ia juga berharap agar forum ini juga bisa menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman terkait moderasi beragama di madrasah masing-masing.

Moderasi beragama dianggap hadir sebagai solusi, yakni dengan mengambil jalan tengah. Padahal diantara kekufuran dan keimanan tidak terdapat jalan tengah. Keduanya merupakan dua jalan yang berbeda dan saling bertolak belakang. Sehingga moderasi beragama adalah langkah yang berbahaya. Langkah ini hakikatnya bertujuan untuk melemahkan ajaran Islam dan hendak melepaskan keterikatan kaum muslim pada agamanya.

Sebelumnya, pada tahun 2019 Kemenag telah merevisi beberapa materi pelajaran Islam. Salah satunya adalah terkait materi khilafah. Materi khilafah tidak boleh hadir dengan tinjaun fikih di level sekolah, melainkan hanya boleh dipandang sebagai bagian dari sejarah Islam. Kini dengan adanya ide moderasi beragama, pengajaran sejarah Islam dalam keberjalanannya diharuskan untuk bersesuaian dengan gagasan salah kaprah ini.

Sungguh Islam adalah agama sempurna, agama terakhir yang diturunkan pada umat manusia. Kesempurnaannya nampak dari pengaturan Islam atas seluruh aspek kehidupan, kaffah menyeluruh, mengatur bagaimana hubungan dengan Tuhannya (hablu minallah berupa aqidah dan ibadah), dengan dirinya (habluminanafs berupa akhlak, pakaian, makanan dst) dan dengan sesama manusia (habluminannas, dari urusan muamalah ekonomi, sosial, pendidikan hingga urusan politik pemerintahan). Maka Islam harus diajarkan seluruhnya, tanpa pilah-pilih atau harus diajak kompromi dengan nilai-nilai Barat dengan alasan moderasi. Faktanya kebangkitan Islam hanya akan hadir jika kaum muslimin berpegang teguh pada agamanya, artinya tidak menolerir apapun yang bertentangan dengan syariat Islam. Umat Islam harus mewaspadai upaya sistematis yang semakin menjauhkan dari kebangkitan Islam yang sebenarnya, yakni dengan kembali tegaknya sistem kehidupan Islam kaffah, Khilafah.


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update