Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pilkada dan Corona: Pengorbanan Seharga Nyawa

Saturday, December 19, 2020 | Saturday, December 19, 2020 WIB Last Updated 2020-12-19T15:01:50Z

Apriliana Putri L. (Mahasiswi, Komunitas Annisaa Ganesha)

Prihatin, 70 orang calon kepala daerah terinfeksi Covid-19, empat orang diantaranya meninggal dunia. Seratus orang penyelenggara termasuk Ketua KPU RI terinfeksi. Betapa besar pengorbanan untuk demokrasi. Perketat protokol kesehatan. Semoga wabah ini cepat berlalu.” Begitu cuitan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva melalui akun media sosial Twitter pada Jumat, 27 November lalu.

Prihatin! Betapa prioritas negara sangat jelas tidak ditujukan pada kesehatan dan keselamatan rakyatnya. Layakkah pengorbanan besar seperti itu diberikan untuk sistem yang rusak? Apa suara rakyat memang hanya didengar saat pemilu saja? Lalu ada di mana telinga-telinga mereka yang mengaku wakil rakyat saat kasus Covid-19 terus meningkat sampai ratusan ribu, dan belasan ribu orang meninggal? Pilkada menjadi momentum yang tepat untuk memanaskan mesin politik menyongsong Pemilu 2024. Lantas pemerintahan seperti apa yang dihasilkan dari proses pemilihan yang mengabaikan keselamatan jiwa manusia demi kursi-kursi penguasa yang mendapat gelontoran dana dari para kapitalis?

Dalam Islam, Wali atau pemimpin wilayah diangkat oleh Khalifah sebagai penguasa untuk suatu wilayah serta menjadi amir (pemimpin) wilayah tersebut. Tentu seorang Wali harus memenuhi syarat-syarat sebagai penguasa, yaitu harus seorang laki-laki, merdeka, muslim, balig, berakal, adil dan mampu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih Wali dari orang-orang yang benar-benar cakap dan juga mampu dalam memegang urusan pemerintahan, yang memiliki ilmu dan juga ketakwaan serta mampu mengisi hati rakyat dengan keimanan.

Sungguh miris, ketika tokoh imam besar yang hari ini resmi diperkarakan menjadi tersangka karena pasal kerumunan. Apa hal yang sama tegas diberlakukan di kasus kerumunan pilkada? Dimana keadilan hari ini? Apa yang diharapkan dari sistem yang sangat sarat kepentingan politik jauh dari keadilan? Dalam Islam, kedaulatan ada di tangan syara’, di mana rakyat dan juga aparatur negara tunduk kepada hukum syara, dengan fungsi pemimpin sebagai sosok yang mengurusi rakyat, melindungi rakyat, baik dari ancaman kelaparan, kemiskinan, termasuk penyakit. Islam mengutamakan keselamatan rakyat. Tentu hal tersebut sangan bertolak belakang dengan kondisi saat ini, di mana masyarakat harus berkorban untuk sebuah pesta pemilihan boneka-boneka kapitalis. Tidak main-main, pengorbanannya seharga nyawa.

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari).


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update