Event peringatan maulid nabi Muhammad 1442 H secara online terbesar, digelar di tengah pandemi covid dengan tema Cinta Nabi, tegakkan syariah, wujudkan keadilan, lenyapkan kedzaliman, . Meskipun dalam kondisi pandemi, tetapi tidak menyurutkan ghiroh dalam peringatan kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW. Peringatan maulid Nabi diselenggarakan secara virtual, dihadiri lebih dari 200ribu peserta.
Dalam event peringatan maulid online terbesar ini, acara disusun dengan sangat baik dan acara berlangsung dengan khidmat. Terdapat dua narasumber dalam acara ini, yakni KH.Rohmat S.Labib dan Ust. Ismail Yusanto.
Dalam pra acara, KH. Rohmat S.Labib memberikan pidato pembukaan yang sangat menghujam jiwa kaum muslimin akan bukti kecintaannya kepada Rasulullah Muhammad SAW. Beliau menjelaskan terkait dengan urgensi peringatan maulid nabi, yakni lahirnya seorang Nabi terakhir, Nabi akhir zaman yang membawa risalah agung dari Allah SWT. Berkat kelahiran Nabi Muhammad, akhirnya mengubah kehidupan manusia dari zaman jahiliah menuju zaman terang benderang yakni islam.
Beliau juga menerangkan terkait bukti kecintaan seseorang kepada Nabi Muhammad. Jika seseorang mengaku mencintai Nabi Muhammad, hendaklah mereka mencintainya melebihi cintanya pada bapak/ibunya, saudaranya, harta kekayaannya. Bukti cinta kepada Nabi Muhammad, harus melebihi cinta dia kepada diri mereka sendiri. Hal ini telah dibuktikan oleh para sahabat, bahwa banyak dari mereka yang rela mati berjuang untuk membela Rasulullah dan agama Islam.
Bukti cinta kepada Rasulullah juga terwujud dari meneladani setiap perbuatan beliau, menjalankan sunah beliau, mencontoh adab beliau. Baik dalam tindakan individu, maupun kenegaraan. KH. Rochmat S. Labib memberikan perumpamaan, ketika mengambil sunah Rasulullah tidak pilih-pilih seperti memilih makanan prasmanan, tapi taat syariat secara total (kaffah).
Acara dilanjutkan dengan dialog narasumber yang dipandu oleh bapak Karebet.
Bapak Karebet menyampaikan, bahwa point' penting yang disampaikan
dalam pidato KH.Rochman S. Labib adalah wujudkan keadilan, lenyapkan
kedzaliman, dan indonesia menjadi berkah. Namun hal ini, bertolak belakang
dengan kondisi Indonesia yang demikian tidak berkah, terjadi resesi ekonomi,
adanya isu Neo-komunis , disahkan nya omnibuslaw atau UU Cilaka, bahkan diluar
negeri juga menjelang peringatan maulid nabi, terjadi pensitaan oleh kepala
negara Prancis terhadap Nabi Muhammad.
Beginilah potret negeri ini, ketika tidak diterapkannya Islam, mereka yang ada di kursi pemerintahan juga memperingati maulid nabi, mereka juga mengatakan kecintaan mereka kepada Rasulullah Muhammad. Namun, ketika mereka membuat kebijakan, mereka tidak susuai dengan yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan.
Acara juga dilanjutkan dengan testimoni yang disampaikan oleh DR.
Ichsanuddin Noorsy, seorang ekonom yang menjelaskan terkait dengan buku karya
Michael H.Hart yang menuliskan 100 pemimpin yang paling berpengaruh di dunia.
Di dalamnya, tertulis bahwa Muhammad Rasulullah berada di posisi pertama. Di
dalamnya di ceritakan bentuk kemanusiaan Nabi Muhammad terhadap musuh-musuhnya.
Ketika Nabi berperang, pedang beliau berada di leher musuh Islam, namun nabi
Muhammad justru tidak menebaskan pedang padanya, justru membiarkan musuh Islam
tetap hidup. Dan akhirnya suatu hari orang tersebut masuk Islam dan menjadi
pembela Islam.
Di dalam buku tersebut juga di jelaskan terhadap kekaguman bahwa
ajaran yang di bawa Rasulullah membuat para pengikutnya rela mengorbankan diri
mereka sendiri membela agama ini dan Rasulullah, meskipun mereka tidak pernah
berjumpa dengan Rasulullah.
Begitu hebatnya Nabi Muhammad sebagai pemimpin umat manusia. Tambahan dari ust. Ismail Yusanto, bahwa Michael H.Hart menjadikan Nabi Muhammad di urutan pertama pemimpin paling berpengaruh di dunia dengan penilaian yang obyektif, tanpa melihat pengaruh baik atau buruk, tidak melihat muslim ataupun non-muslim.
Testimoni kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Suteki beliau Guru Besar ilmu Hukum, menyatakan bahwa Rasulullah membawa risalah islam yang mencakup 3 hal di dalam, yakni terkait ketauhidan, ukhuwah, dan dakwah yang mewujudkan peradaban baru di tengah-tengah umat manusia.
Testimoni ketiga disampaikan oleh KH. Toha Cholili (Pengasuh Ponpes
Al Munthaha Al Kholiliyah Bangkalan Madura) terkait dengan menyambut peringatan
maulid nabi Muhammad dengan mengembalikan semangat jihad nabi Muhammad. Beliau
juga menjelaskan terkait keadaan dunia sekarang yang diguncang dengan pernyataan
Imanuel Macron, pemimpin di Perancis yang menghina Nabi Muhammad. Kemarahan
umat Islam begitu luar biasanya, bahkan anggota sepakbola di Perancis juga
nekat keluar dari tim nya sebagai bukti kemarahannya karena penghinaan terhadap
nabi Muhammad. Seandainya berdiri khilafah Islamiyyah, maka sudah sepatutnya
penghina nabi mendapatkan tindakan tegas.
Namun saat ini yang dapat umat Islam lakukan adalah memboikot
produk-produk Perancis. Hal ini sebagai bentuk pengingkaran kita terhadap
pernyataan Macron.
Acara ditutup dengan lantunan doa oleh KH. Yasin Muntohar, begitu khidmat membawakan do'a. Semoga Allah mengijabah doa-doa beliau dan umat yang menyaksikan, akan tegaknya kembali syariatNya dalam naungan khilafah Islam.
Sebagai penutup, KH. Rochmat S. Labib menyampaikan bahwa setiap nabi memiliki mukjizat dan Allah pasti mengabulkan keinginan semua Nabi. Dan Rasulullah Muhammad meminta kepada Allah agar dapat memberikan syafaat kepada ummat beliau. Nanti di akhirat orang tua kita, anak-anak kita dan saudara-saudara kita tidak akan dapat memberikan syafaat kepada kita di hari pertanggungjawaban, kecuali syafaat yang datangnya dari nabi Muhammad. Kita sebagai umat beliau patut mencintai beliau, karena begitu cintanya beliau kepada umat manusia.
Betapa kita ingin nanti di hari yang tidak ada naungan dan
pertolongan pun, bisa mendapat pertolongan dari beliau karena menjalankan
Sunnah beliau, mendapat cinta dari beliau karena kita mencintainya dan berjumpa
melihat wajah Rasulullah sebagai kerinduan kita akan pembawa risalah agung
rahmatan Lil'alamin. Wallahu alam bisshawab

No comments:
Post a Comment