Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kampanye Liberal Dibalik Serangan Terhadap Pembiasaan Hijab

Saturday, October 03, 2020 | Saturday, October 03, 2020 WIB


Oleh: Nanianti 

(Aktivis Dakwah Muslimah Kendari)

Serangan kaum liberal kembali diarahkan pada ajaran Islam, pendidikan ketaatan dalam berpakaian dipersoalkan, dianggap pemaksaan dan berakibat negatif bagi perkembangan anak.

Dikutip dari GELORA.CO - Salah satu akun sosial media bercentang biru, @dw_indonesia milik Deutsche Welle (Gelombang Jerman) yang berada di Indonesia, kali ini menjadi bulan-bulanan netizen karena mencoba untuk “mengusik” persoalan pelajaran akidah kepada anak-anak perempuan yang menggunakan jilbab, oleh orang tua mereka.

DW Indonesia memposting sebuah video yang berisikan tentang orang tua perempuan yang sedang mengajari anak perempuan mereka menggunakan jilbab, dan juga harapan dan keinginan orang tua mereka terhadap “identitas” sebagai seorang muslim.

Dalam postingannya DW Indonesia, mencoba mempertanyakan apakah pemakaian jilbab tersebut, atas pilihan anak itu sendiri ? “Apakah anak-anak yang dipakaikan #jilbab itu memiliki pilihan atas apa yang ingin ia kenakan?“.

Bahkan untuk memperkuat pernyataan dan pertanyaan mereka, dalam video tersebut disambungkan dengan pendapat beberapa orang psikologi yang justru terlihat lebih berpihak pada postingan dan tujuan DW Indonesia. Dan tidak menyertakan pendapat dari alim ulama dan cendikiawan muslim yang mumpuni.

Adanya video tersebut tentu sangat berbahaya bagi para muslimah yang lemah keimanannya, mereka akan turut beramai-ramai tidak mengenalkan kewajiban menutup aurat sejak dini kepada anak-anak perempuannya dan membiarkan memakai pakaian serba terbuka. Rusaknya generasi saat ini adalah salah satu contoh begitu gencarnya arus liberalisasi, mereka menanamkan paham liberalisme yang membuat generasi berprilaku bebas tanpa mempertimbangkan aturan agama.

Umat Islam dirusak aqidahnya hingga memberi gambaran buruk seolah-olah kewajiban seorang muslimah menutup aurat adalah sebuah pengekangan dan pemaksaan. Di sisi lain mereka berusaha mengaburkan ajaran Islam bahwa perempuan bebas berekspresi pada tubuhnya dan tidak wajib menutup aurat.

Inilah bahaya pemikir liberal merusak dan menyesatkan. Di lain pihak mereka lebih mengutamakan kebebasan daripada mengikuti aturan yang telah diatur dalam Alqur'an maupun hadits. Bahkan merekapun mampu mempleteri ayat Alqur'an demi melegalkan keinginan mereka.

Islam telah mengatur bagaimana seharusnya tampilan ketika telah baligh. Dalam sebuah hadist Rasulullah Saw pernah menegur Asma binti Abu bakar RA ketika beliau datang kerumah Nabi Saw pun memalingkan mukanya sambil berkata :

"wahai Asma!  Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak anggota badannya kecuali ini dan ini ( beliau mengisyaratkan kemuka dan telapak tangan ).[ HR. Abu dawud, no. 4104 dan Al-baihaqi, no. 3218.hadist ini di shahihkan oleh syaik Al-albani rahimahullah ].

Bagi muslimah menutup aurat bukan hanya sekedar mengikuti trend, tapi lebih daripada itu. Menutup aurat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan sebagaimana kewajiban melaksanakan sholat 5 waktu. Berpahala jika melaksanakannya dan berdosa jika meninggalkannya. Wanita yang tidak menutup auratnya diancam tidak mencium bau surga. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh abu Hurairah beliau berkata :

Rasulullah Saw bersabda " ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat : (yang pertama adalah) suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua) para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian. " [HR. muslim,no.2128].

Dalam pandangan syariat Islam tidak ada kebebasan secara mutlak sebagaimana yang di agung-agungkan oleh kaum liberal, tindak tanduk manusia diatur sedemikian rupa dan terperinci, bukan untuk mengekang tapi untuk memanusiakan manusia,memuliakan dan menjaga kehormatan manusia tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Islam memberikan kebebasan tapi dengan batas, tidak bablas.hal ini sebagai bentuk penjagaan islam terhadap kehormatan dan kemuliaan wanita agar tidak terjerumus dalam perilaku sesat.

Sungguh hanya Islamlah yang sangat menghormati dan memuliakan wanita. Dan hal ini sudah cukup jelas diterangkan dalam Al Qur'an dan Hadist. Wallahu a'llam Bishshowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update