Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Berjilbab Sedini Mungkin, Taat Syari’at Seoptimal Mungkin

Saturday, October 03, 2020 | Saturday, October 03, 2020 WIB

By : Dra. Rivanti Muslimawaty, M. Ag.
Dosen di Bandung

Dunia maya akhir-akhir ini dihebohkan dengan berita dan postingan tentang anak-anak yang berjilbab. Hal ini bermula dari adanya postingan bernada miring terkait pemakaian jilbab pada anak-anak muslimah. Salah satu akun sosial media bercentang biru, @dw_indonesia milik Deutsche Welle (Gelombang Jerman) yang berada di Indonesia, kali ini menjadi bulan-bulanan netizen karena mencoba untuk “mengusik” persoalan pelajaran akidah kepada anak-anak perempuan yang menggunakan jilbab oleh orang tua mereka. 

DW Indonesia memposting sebuah video tentang orang tua perempuan yang sedang mengajari anak perempuan mereka menggunakan jilbab dan juga harapan dan keinginan orang tua mereka terhadap “identitas” sebagai seorang muslim.

Dalam postingannya DW Indonesia mencoba mempertanyakan apakah pemakaian jilbab tersebut atas pilihan anak itu sendiri? “Apakah anak-anak yang dipakaikan jilbab itu memiliki pilihan atas apa yang ingin ia kenakan?”.

Bahkan untuk memperkuat pernyataan dan pertanyaan mereka, dalam video tersebut disambungkan dengan pendapat beberapa orang psikolog yang justru terlihat lebih berpihak pada postingan dan tujuan DW Indonesia. Dan tidak menyertakan pendapat dari alim ulama dan cendekiawan yang mumpuni.

Akibatnya DW diserang oleh netizen, karena sudah mencoba untuk bertindak secara sepihak namun di sisi lain justru tidak memperlihatkan “niat” yang baik, walaupun DW Indonesia sempat menjawab beberapa komentar netizen yang masuk, dengan bertindak seolah-olah bijaksana, namun tetap saja menjadi bulan-bulanan netizen (gelora.co, 26/9/20).

Fakta ini memperlihatkan bahwa serangan kaum liberal kembali diarahkan pada ajaran Islam seperti yang selama ini terjadi. Untuk kasus terbaru ini, yang menjadi sasaran tembak mereka adalah pendidikan ketaatan dalam berpakaian, yang mereka persoalkan karena dianggap sebagai pemaksaan yang akan berakibat negatif bagi perkembangan anak. 

Kaum liberal selalu mencari celah bagaimana umat Islam meremehkan dan akhirnya meninggalkan ajaran agamanya. Mereka tentu saja berharap umat akan mengadopsi ide liberal yang selama ini mereka sampaikan dengan gencar, seperti yang digambarkan dalam surat al-Baqarah ayat 120, _“Orang-orangYahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.”_ Karena itu umat Islam harus mengetahui dan menyadari berbagai kepentingan yang ada di balik serangan-serangan mereka terhadap ajaran Islam.

Islam memerintahkan orang tua agar mengajarkan syari’at Islam pada anak-anak sedini mungkin, dengan tujuan agar kelak di usia _baligh_ mereka dapat menjalankan berbagai aturan syari’at tersebut dengan penuh keikhlasan dan kesadaran. Pengajaran ini dilakukan dengan membiasakan anak-anak menjalankan hukum syara, salah satunya aturan menutup aurat bagi anak-anak gadis. Pembiasaan menaati ajaran Islam ini menampakkan hasil yang menggembirakan, karena anak-anak tidak merasa terkungkung dengan kerudung dan jilbab yang mereka kenakan. Sebaliknya, mereka tetap dapat menjalankan aktivitas kesehariannya dengan tetap taat pada aturan menutup aurat. Akan berbeda halnya jika sejak kecil mereka dibiarkan lepas bebas begitu saja, karena tidak dikenalkan pada ajaran Islam. 

Saat ini, upaya orang tua dalam mengenalkan ajaran Islam pada anak-anak mendapat penentangan keras dari kaum liberal, sehingga orang tua berjuang sendiri karena tidak ada dukungan dari pemerintah. Hal ini berbeda dengan sistem khilafah, karena khilafah meniadakan serangan-serangan liberal terhadap ajaran Islam. Khilafah menerapkan syari’at secara utuh-menyeluruh di dalam negeri, sehingga berbagai ide rusak dan merusak tidak akan dibiarkan tumbuh subur dan merusak generasi. Khilafah bertanggung jawab akan munculnya generasi yang mumpuni dalam ajaran Islam, karena merekalah yang akan menjadi pelanjut penerapan ajaran Islam dalam institusi khilafah.

Sudah saatnya kita bersinergi, saling mendukung dalam memperjuangkan tegaknya syari’ah dalam wadah khilafah, agar Islam dapat kembali menjadi _rahmatan lil ‘aalamiin_. Mari berjuang bersama menegakkan khilafah _'alaa minhaajin nubuwah_.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update