By : Nurul Florida
Pandemi belum berlalu namun sudah santer terdengar ada banyak kebijakan baru, belum usai gonjang ganjing soal dana haji, kemudian disusul oleh kebijakan baru terkait investasi yang disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi.
"Misalnya ada yang mau pindah tadi, LG mau pindah besok, sudah langsung masuk. Enggak usah ngurus apa-apa. Nanti yang ngurus semuanya dari Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Tentu saja nanti dibantu gubernur dan bupati yang ada di sini," ujar Jokowi saat membuka kawasan industri Batang, Jawa Tengah, melalui video conference seperti dikutip dari Kompas.com pada Sabtu, 30/6/2020.
Pemimpin seharusnya menjalankan tugas kepemimpinan dengan penuh suka cita, sepenuh hati mengayomi dan menjamin kesejahteraan seluruh rakyat yang menjadi tanggung jawabnya, hasil kekayaan sumber daya alam kita semestinya bisa digunakan untuk memberikan layanan pendidikan dan kesehatan secara gratis bagi rakyatnya.
Saat ini rakyat rindu pemimpin yang benar peduli pada nasibnya, bukan pemimpin yang hanya mampu menghadirkan retorika belaka, adanya pandemi sudah banyak menghadirkan duka, bagaimana bisa pemerintah masih terus abai pada tanggung jawab terhadap rakyatnya? Prioritas utama pemerintah saat ini seharusnya menuntaskan penanganan pandemi bukan membuat kebijakan baru terkait investasi.
Dalam hadist sahih disebutkan :
“Gembirakanlah (rakyat) dan jangan engkau hardik. Permudahlah (urusan) mereka dan jangan engkau persulit.” (HR. Bukhari)
Mungkin memang kita semua perlu kembali menengok ke dalam diri, sebetulnya siapa kita ini? Jika gelarnya adalah hamba bukankah sudah seharusnya tunduk patuh pada penciptanya yang bergelar Raja pemilik semesta? Ialah Allah SWT, pencipta semua mahluk di dunia.
Rakyat dan pemimpin adalah sama, yaitu mahluk yang bergelar sebagai hamba, maka artinya adalah rakyat dan pemimpinnya punya kewajiban yang sama terhadap Allah SWT. Jika Allah SWT sudah membuat aturan, mengapa hamba masih selalu saja mengabaikan?
Sampai saat ini belum terbukti bahwa aturan yang dibuat manusia mampu menjadi solusi atas banyaknya masalah yang terjadi, karena memang seharusnya aturan Allah SWT sajalah yang dipakai hingga kiamat nanti.
Allah menyeru dalam firmannya :
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara total dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian". (TQS. Al-Baqarah:208).
Maka, tidak ada pilihan lagi bagi hamba selain taat pada syariat, tunduk dan total berserah sepenuhnya pada Sang Raja Semesta yang merupakan penciptanya, Allah SWT.
