Oleh : Anna Ummu Maryam
(Pegiat Literasi Aceh)
Universitas Islam Negeri( UIN) Ar Raniry, Aceh, memberikan keringanan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak Virus corona. Besaran keringanan UKT diberikan sesuai dampak yang dialami.
"Mahasiswa UIN Ar-Raniry akan diberi keringanan biaya kuliah sesuai dengan dampak yang dialami, mulai keringanan UKT sebelumnya hingga dibebaskan 100 persen sesuai dengan kriteria masing-masing," kata Rektor UIN Ar-Raniry Prof Warul Walidin, Kamis ( DetikNews.com,9/7/2020).
Pemberian keringan bagi mahasiswa ini bukan hanya cuma - cuma tapi harus memenuhi kondisi yang disebut kan berikut. Bagi mahasiswa yang orang tuanya meninggal akibat virus Corona bakal digratiskan uang kuliah.
Sementara itu, mahasiswa atau orang tuanya sakit karena COVID-19 akan mendapat pemotongan UKT sebesar 30 persen.mahasiswa harus menyerahkan surat keterangan dari rumah sakit atau Gugus Tugas COVID-19 provinsi atau kabupaten/kota.
Bagi Mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir atau skripsi bakal diberi pengurangan uang kuliah sebesar 20 persen.
Mahasiswa yang orang tuanya mengalami PHK, pailit, tempat usaha ditutup, sakit keras, atau menurunnya pendapatan signifikan minimal 25 persen dibanding sebelum COVID-19. Untuk kriteria ini, pengurangan uang kuliah diberikan sebesar 10 persen dari UKT sebelumnya.
Keringanan UKT tersebut diberikan kepada mahasiswa tahun masuk 2014-2019 dengan persyaratan pengajuan keringanan antara lain surat permohonan, surat pernyataan kebenaran dokumen, serta dokumen umum seperti KK dan KTP orang tua.
Mahasiswa juga harus melampirkan dokumen pendukung, seperti surat keterangan dari kepala desa, surat keterangan sakit dari rumah sakit, surat pailit dari pengadilan, surat keterangan penutupan tempat usaha dari pemerintah daerah, surat keterangan PHK, SK bimbingan dan surat keterangan dari rumah sakit atau Gugus COVID-19 bagi mahasiswa yang orang tuanya meninggal dunia atau sakit karena COVID-19.
Pandemik Tak Berhenti Mahasiswa Minta Keringanan
Kebijakan yang dikeluarkan adalah merespon dari demo serentak dari berbagai kampus dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan para mahasiswa meminta bertemu dengan Mendikbud Nadin Makarim untuk mendiskusikan soal pemangkasan uang kuliah tunggal (UKT) beberapa hari yang lalu.
Tuntutan mahasiswa ini bukan cuma soal kondisi ekonomi, tapi juga soal hak mahasiswa yang terpangkas saat belajar secara daring atau online.
Hal itu disampaikan melalui surat terbuka dalam akun Twitter @AliansiBEM_SI, sambil menyertakan tagar #MendikbudDicariMahasiswa, Selasa (2/6). Aliansi BEM SI merupakan perwakilan dari 150 PTN dan PTS di seluruh Indonesia.(CNNIndonesia.com, 3/7/2020)
Walaupun imbauan agar perguruan tinggi memberikan bantuan subsidi pulsa, logistik, dan kesehatan sebenarnya sudah diinstruksikan Nadiem lewat Surat Edaran Nomor 302/E.E2/KR/2020 pada 17 Maret 2020. Namun realitanya tidak semua kampus mampu merealisasikannya dengan masih banyak mahasiswa yang memakai uang sendiri selama belajar berlangsung.
Pemberian biaya kuota pun dianggap belumlah sesuai harapan karena mahasiswa punya tugas dan akses info lainnya. Belum semuanya dapat dikerjakan kuota pulsa sudah habis bahkan hanya dalam hitungan beberapa hari saja.
Biaya operasional kampuspun harusnya dipotong karena mahasiswa tidak memakai fasilitas kampus. Masalah lainnya adalah banyak dosen yang hanya memberikan tugas saja dan ada juga yang tidak menghiraukan pembelajaran daring.
Akun @oktavia_cam misalnya, mengunggah gambar bertuliskan "bayar berjuta-juta tapi kuliah sebatas di Whatsapp". Unggahan serupa juga diikuti sejumlah akun lain.
Kepuasan mahasiswa pun amat rendah dengan belajar selama metode daring. Karena terbatasnya informasi pembelajaran dari dosen dan jumlah pemakaian kuota yang membludak.
Solusi Kapitalis Gagal Atasi Krisis
Era covid-19 ini telah melemahkan ekonomi masyarakat dan aktivitas pendidikan dan lain sebagainya. Yang pada hakekatnya hal ini memerlukan perhatian serius oleh pemerintah. Bukan hanya solusi sesaat tapi solusi kedepan karena sampai saat ini dunia pendidikan terus mengalami kelemahan.
Tuntutan mahasiswa bukan tanpa alasan karena kondisi yang kian rawan era covid dan ekonomi sulit seperti saat ini. Belum lagi kasus PHK dari tempat kerja orangtua mereka yang pastinya mengurasi penghasilan kebutuhan kampus.
Masalah demi masalah terus melanda negeri ini. Semuanya bermuara dari salahnya peraturan yang diterapkan yaitu berdasarkan kapitalis liberal sekular. Dimana dalam sistem ini pendidikan yang sejatinya tempat menempa generasi untuk siap sebagai penerus masa depan. Telah dijadikan bersifat komersil sehingga segala yang ada pada dunia pendidikan adalah uang.
Sehingga yang mendapatkan segala fasilitas adalah orang yang mampu membayar itu semua. Tentu ini telah menjadikan secara otomatis menghilangkan niat belajar dan kreatifitas generasi muda karena biaya yang amat mahal agar mendapatkan fasilitas yang baik.
Dalam sistem kapitalis ini kampus dibiarkan mandiri tanpa suntikan dan perhatian negara dalam memfasilitasi sarana pra sarana kampus yang sejatinya akan menyulitkan pihak kampus dan mencari pemasukan kampus kecuali dari iuran mahasiswa dan fasilitas kampus yang bisa dikomersilkan.
Jadi dalam sistem ini sama keadaannya apakah kondisi sulit atau tidak tetap perhatiannya adalah keuntungan bukan memberikan pelayanan terbaik negara.
Kembalikan Sistem Pendidikan Islam
Islam hadir ditengah manusia sebagai petunjuk dan memecahkan segala permasalahan manusia. Ketenangan yang dihadirkan oleh Islam bukan hanya pada tataran ibadah namun menentramkan manusia dalam segal interaksinya dalam kehidupan.
Pendidikan dalam Islam adalah hal yang utama dan dalam bernegara menjadi hak setiap warga negara tanpa terkecuali seorangpun.
Negara dalam berkewajiban memenuhi hak masyarakat yaitu mendapatkan pendidikan, kesehatan dan keamanan yang baik. Negara lah yang berhak memfasilitasi semua itu demi kemaslahatan seluruh warga negara dan kegemilangan peradaban masa depan.
Pendidikan dalam Islam sepenuhnya tanggung jawab negara karena pembiayaan yang besar dalam pemenuhannya. Pemenuhan ini akan terus berlangsung hingga para generasi dipastikan sudah memiliki kemampuan maksimal dalam mendalami sebuah ilmu.
Karena jika sampai menjadi pakar, hal itulah yang akan dimanfaatkan oleh negara membangun negera menjadi yang terdepan dalam segala bentuk perkembangan teknologi. Segala hasil dari keahlian para generasi ini akan diterapkan untuk memudahkan manusia dalam mencari ridha Nya.
Sungguh amat mulia kedudukan Negera dan generasi dalam sistem Islam ini. Karena negara dijadikan pelayan terbaik manusia dan generasi yang menjadikan kepintarannya bermanfaat bagi manusia.
Peradaban gemilang ini telah dirasakan kaum muslimin semenjak Rasulullah Saw dan para sahabat dan para Khalifah sesudah mereka. Maka terbukti dengan kembali kepada sistem Islam berarti akan mengembalikan peradaban gemilang ke masa depan.
