Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Menjamin Kebutuhan Primer Individu

Friday, July 10, 2020 | Friday, July 10, 2020 WIB Last Updated 2020-07-10T14:19:51Z
Oleh: Ayu Susanti, S.Pd

Stunting, kata yang mungkin asing di telinga ibu-ibu yang hidup di daerah. Bahkan bisa jadi masalah stunting ini bukanlah dijadikan sebagai masalah yang cukup serius dikalangan keluarga. Padahal masalah stunting ini cukup serius karena berkaitan dengan gizi balita. Jika gizi tidak dipenuhi dengan baik maka akan menghambat pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika ini dibiarkan maka kualitas generasi bangsa akan terganggu. 

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyebut sekitar 8.000 anak di wilayahnya masuk dalam kategori Stunting. Jumlah tersebut tersebar di 7 kecamatan dan 27 desa di Kabupaten Purwakarta. Hal itu diketahui saat Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika melakukan penandatanganan komitmen bersama dinas terkait dalam menurunkan angka Stunting, di Aula Janaka Lingkungan Pemkab Purwakarta, Selasa (30/6/2020).

"Hari ini ada kegiatan rembuk Stunting dalam rangka pencegahan angka Stunting di Purwakarta. Karena berdasarkan data Kemenkes 2017 yang telah diperbaharui oleh kita melalui Dinas Kesehatan hari ini ada kurang lebih 8.000 anak yang dianggap Stunting tersebar di 7 kecamatan dan 27 desa yang ada di Purwakarta," ujar Anne.( 30/06/2020, ayobandung.com).

Stunting akan menjadi suatu permasalahan jika hal ini tidak begitu dianggap serius oleh keluarga di negeri zamrud khatulistiwa dan bukan menjadi perhatian khusus dari pemerintah. Tentu sangat diperlukan kerja sama antara kedua belah pihak. Perlu adanya edukasi kepada semua orangtua terutama yang sedang merawat balita dan pemerintah pun bisa menjamin kebutuhan primer semua rakyatnya dengan baik.

Masalah stunting ini erat kaitannya dengan faktor ekonomi. Stunting tidak akan terjadi, jika gizi anak tercukupi dengan baik. Jika keluarga di negeri ini bisa memenuhi pangan keluarga dengan baik dan sangat memperhatikan gizinya maka masalah stunting tidak akan pernah terjadi. Namun faktanya, jangankan untuk bisa memperhatikan asupan gizi yang seimbang, bahkan untuk makan sehari-hari pun harus berpikir mau makan apa dan bagaimana untuk mendapatkannya.

Sistem hidup kapitalisme-sekulerisme adalah sistem buatan manusia yang serba lemah dan terbatas. Kapitalisme tidak mampu untuk bisa menyejahterakan manusia. Dalam sistem ini sudah menjadi hal yang wajar jika kebutuhan sandang, pangan, papan rakyat tidak bisa terpenuhi dengan baik. Dalam kapitalisme hanya orang yang ber-uang saja yang bisa memenuhi gizi dengan baik. Sedangkan orang yang berada di tingkat ekonomi menengah ke bawah sebaliknya. Untuk bisa makan sehari-hari pun sudah menjadi hal yang lebih dari cukup. Kemiskinan menjadi hal yang lumrah di sistem hidup buatan manusia ini. Karena salah satunya susahnya untuk mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak dan baik. Sehingga hal ini sangat berpengaruh pada pemasukan suatu keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Berbeda halnya dengan Islam. Islam adalah aturan sempurna yang Allah turunkan kepada manusia. Aturan yang kumplit dan menyeluruh bisa menyelesaikan semua masalah manusia dengan baik. 

Dalam Islam, pemerintah sangat menjamin kebutuhan sandang, pangan dan papan. Jangankan gizi untuk balita, kebutuhan primer untuk orang dewasa per individu pun sangat diperhatikan dengan baik. Islam pun mendorong pemerintah untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Sehingga kepala keluarga akan dengan mudah untuk mendapatkan penghasilan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penghasilan yang didapat pun bisa mencukupi gizi semua anggota keluarga. 

Di samping itu, semua orangtua akan teredukasi dengan baik mengenai kesehatan keluarga. Sehingga para orangtua akan dengan sangat hati-hati untuk memberikan makanan yang layak, halal dan thoyib kepada semua anggota keluarga. Maka masalah stunting ini akan sangat terminimalisir.

Jika kebutuhan gizi dapat terpenuhi dengan baik, maka akan lahir sosok generasi penerus bangsa yang cerdas dan bertakwa. Sehingga peradaban pun akan dibangun oleh sosok yang kuat dan berkualitas.

Islam tidak hanya sebatas agama yang mengatur ibadah ritual saja. Tapi mengatur masalah urusan manusia lainnya. Jika kita ingin bisa menyelesaikan masalah dengan baik, maka Islam adalah jawabannya. 

Oleh karena itu, kita selaku umat muslim harus kembali kepada Islam sebagai solusi permasalahan kehidupan.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.(QS. Al-Baqarah: 208). 
Wallahu’alam bi-showab. 
×
Berita Terbaru Update