By : Sri Ratna Puri
Bogor
Di masa pandemi seperti saat ini, penilaian akhir tahun sekolah, diselenggarakan lewat media maya (online). Soal dan jawaban, dikirimkan secara digital. Namun, dilihat sejauh ini, pelaksanaan dinilai belum maksimal. Sebab, masih ada siswa yang mengerjakan secara manual.
Seperti yang baru-baru ini diberitakan. Para orangtua murid di Tangerang, berbondong ke sekolah, untuk mengambil kertas soal. Saat ditanya alasan, mereka jawab tak ada quota. Bahkan, ada pula yang tak punya hape-nya.
Miris. Di tengah kehidupan melawan pandemi, para murid dan pihak sekolah, harus tetap melaksanakan ujian sekolah, sesuai dengan agenda kurikulum. Tak hanya dirasa beban psikis, melainkan juga beban ekenomis.
Harapan, ada kebijakan sebagai penyeimbang. Caranya pun, bisa cepat dan hemat. Sebagaimana sistem Islam, telah memerintahkan. Penyelenggaraan ujian lebih dominan lewat lisan. Baik untuk menentukan kenaikan tingkat atau kelas, juga sebagai pemutus kelulusan sekolah.
Dengan cara ini, akan terlihat mana murid yang sudah siap dengan pemahaman yang melekat. Juga, akan sangat meminimalisasi tindak kecurangan. Wallahu'alam.

No comments:
Post a Comment