Oleh: Nasiatul Karima, SP
Sudah hampir separuh warsa, umat bergulat dengan pandemi covid 19. Tempat munculnya wabah ini pertama kali ada di dataran cina. Sebenarnya covid 19 ini adalah virus yang berinang di kelelawar. Tapi pada tahun 2019 virus ini bermutasi sehingga menyerang manusia. Hal ini disebabkan kebiasaan buruk mayoritas penduduk negeri tirai bambu yang suka memakan segala halal, termasuk kelelawar. Wajarlah karena mayoritas penduduk di negeri tersebut adalah kafir paganis. Sehingga mereka makan apapun yang mereka suka tanpa memperhatikan lagi halal haram dan thoyyib tidaknya makanan yang mereka makan.
Pandemi ini telah menyebabkan ribuan orang sakit bahkan meninggal dunia. Selain itu pandemi ini telah menyebabkan sejumlah masalah lain, misalnya di sektor ekonomi, pendidikan, transportasi, administrasi pemerintahan. Sungguh pandemi ini bagi umat Islam harus diyakini sebagai qadha' dari Allah. Baik dan buruknya pandemi covid19 semua berasal dari Allah. Adapun dari beberapa hukum syara' yang harus dijalankan dalam menghadapi musibah wabah, maka ada syariat yang tidak boleh dianggap remeh, yaitu kekuatan do'a.
Do'a: Salah Satu Wujud Ibadah
Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa adalah ibadah.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih). Sebagai ibadah, siapa saja yang berdo'a akan mendapat pahala sunnah. Dalam berdo'a kita diharuskan oleh Allah untuk senantiasa memenuhi seruan-Nya, terikat dengan syariat-Nya dan mengikuti Rasul-Nya.Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186)
Umat Islam harus yakin bahwa setiap do'a akan dikabulkan oleh Allah. Allah SWT. berfirman:"Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."(QS. Ghafir 40: Ayat 60)
Dalam sebuah hadits disebutkan,“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa’id; derajat hasan).
Sebagai seorang muslim haruslah senantiasa berperasangka baik kepada Allah, apapun yang diqadha'kan kepada kita. Termasuk adanya pandemi covid19 yang menimpa kita saat ini.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675].
Pandemi ini selayaknya menjadi koreksi total atas ketaatan kita kepada Allah. Sudahkah kita berhukum kepada Allah secara keseluruhan. Allah SWT. berfirman:"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum 30: Ayat 41)
Kita harus terus banyak berdo'a demi keselamatan dan kebaikan umat Islam seluruh dunia. Terus berdo'a agar Allah segera mengembalikan kemuliaan Islam dan kaum muslimin dibawah naungan khilafah. Terus berdo'a agar kita senantiasa istiqomah di dalam ketaatan.
Diriwayatkan dari Abu Hurairoh -semoga Allah meridloinya- berkata : Rasululloh saw. bersabda:"Doa adalah senjatanya orang beriman, tiangnya agama dan cahayanya langit dan bumi." HR Al Hakim, dan beliau berkata : "sanadnya shohih". HR Abu Ya'la dari haditsnya Ali. Waallahu 'alam.[]

No comments:
Post a Comment