Oleh : Arina Husna, aktivis dakwah
Di tengah pandemi ini, mayoritas masyarakat menghabiskan waktunya dengan berselancar di dunia maya atau online. Internet digunakan untuk bermacam-macam kegiatan. Mulai dari belajar, bekerja, mencari nafkah, hingga mencari hiburan semata. Tak heran, penggunaan aplikasi Instagram, Youtube, Netflix, bahkan Tiktok melonjak. Baik remaja, anak-anak maupun orang dewasa dengan remaja sebagai pengguna terbesar media sosial di atas.
Seperti baru-baru ini jagat Twitter ramai dengan tagar #lathichallenge di tiktok yang dipopulerkan oleh remaja. Lathi challenge sendiri merupakan tantangan untuk merias diri menyerupai karakter wanita seram di video klip "Lathi" besutan Weird Genius. Video yang sudah menembus lebih 40 juta penayangan di Youtube ini memang menarik. Selain memadukan musik EDM dengan gamelan Jawa, liriknya pun menggunakan Bahasa Inggris dan Jawa. Semakin terkenal pula lagu ini setelah muncul Lathi Challenge.
Namun, ramainya Lathi Challenge di Twitter bukan karena konten itu sendiri. Melainkan karena seorang da'i asal negeri Jiran yang meminta masyarakat untuk menghentikan Lathi Challenge ini. Disebabkan mengandung unsur yang bisa memanggil setan, seperti yang dilansir oleh Suara.com (6/6). Sontak saja, cuitan tersebut mengundang kemarahan warga Twitter, terutama mereka yang mengaku orang Jawa. Bahkan Reza Arap, youtuber sekaligus penggarap video klip tersebut geram. Ia akan menghapus video tersebut dari platform youtube jika terbukti mampu memanggil setan.
Namun, sebenarnya, bagaimana sih pandangan Islam? Dalam agama Islam, segala perbuatan kita akan diminta pertanggung jawaban pada nantinya. Apa yang kita lihat, apa yang kita dengarkan, apa yang kita perbuat, tak luput dari pencatatan malaikat Raqib dan Atid. Islam juga merupakan agama paripurna, seluruh aspek kehidupan pengikutnya sudah diatur. Dari bangun tidur, hingga kembali tidur. Dalam islam hal yang tidak melahirkan manfaat, minim hal positif ia dinilai makruh. Apalagi hal yang cenderung pada maksiat, seperti tarian erotis mengundang syahwat ia akan masuk kategori haram.
Mengikuti kaidah fiqih :
-وما أدى إلى الحرام فهو حرام-
Apa saja yang dapat terlaksananya perbuatan haram, maka itu juga haram. (Imam Izzuddin bin Abdussalam,Qawaid Al Ahkam fi Mashalihil Anam, 2/184. Syaikh Zakariya bin Ghulam Qadir Al Bakistani, Ushul ala Fiqh ‘Ala Manhaj Ahli Hadist, Hal. 114)
Mengenai Lathi Challenge yang tengah trending ini, mungkin tiada gerakan erotisnya. Tapi dari sisi make up patut diperhatikan hukumnya. Dlam Islam, hukum bertabarruj di depan selain mahrom, hukumnya haram. Seperti dalam firman Nya ;
وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَـرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُ وْلٰى...
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu.." (QS Al-ahzab).
Tak hanya challenge ini, "pass the brush challenge" juga, kita ditantang unjuk kebolehan dalam bersolek. Sama-sama bertabarruj.
.
Pemuda Islam harus kah ikut-ikutan ?
Sebagai seorang pemuda, tonggak peradaban sebuah negeri, selayaknya kita mencontoh kehidupan di masa nabi dan para sahabat. Dibmana para pemudanya menghabiskan waktu untuk hal yang bermanfaat, mulai dari menghafal qur'an, hadist, melatih kemampuan berperang meliputi berkuda, memanah, serta menyibukkan diri di dalam majelis selalu. Karena masa depan sebuah negeri bisa dilihat dari pemudanya.
Selain itu, kita adalah muslim yang memiliki orientasi akhirat . Bukan kah selayaknya kita memepersiapkan itu sejak dini? Dengan memperbanyak amal ibadah, meminimalisir maksiat, meraih ridho dan pahala-Nya sebanyak mungkin. Terutama di tengah pandemi ini, banyak berdoa, memperluas wawasan, menghargai tiap momen terbaik bersama keluarga. Bukan malah asyik sendiri mengikuti challenge yang sedang trending, ataupun tenggelam dalam kesibukan fana lainnya.
Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda:
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ
“Orang yang cerdas adalah orang yang bisa menahan nafsunya dan beramal untuk bekal setelah kematian, sebaliknya orang yang bodoh adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.” (HR Ahmad… Juga di riwayatkan oleh, Tirmidzi, Abu Dawud dsb)
Maka jelas sudah seperti apa hukum dari Lathi challenge itu, dan langkah selanjutnya tergantung kita sendiri. Menjadi pemuda cerdas dambaan umat, ataukah sebaliknya.
.Wallahu'alam bishowab

No comments:
Post a Comment