Oleh : Dwi Linda Supriyani S.Pd.Bio (Praktisi Pendidikan)
Seribu dua ratus tahun yang lalu, di bawah Negara Islam, seorang wanita bernama Fatima Al-Fihri hidup untuk membuat hidup bagi masyarakat dengan lebih baik dan seorang wanita dengan visi. Visinya bukan sekadar mimpi, tapi telah tercapai dan hasilnya masih bisa dilihat hingga hari ini. Pada 859 M, Fatimah Al-Fihri mendirikan Universitas pemberi gelar tertua yang sekarang bernama Universitas Qarawiyyin di Fez, Maroko.
Fatimah Al-Fihri adalah salah satu perempuan dalam sejarah peradaban Islam, yang berani tampil ke publik Internasional dengan mendirikan sebuah Universitas tertua di dunia. Universitas tersebut adalah Universitas Al-Qarawiyyin, Universitas tertua di dunia yang berada di kota Fez, Maroko.
Universitas yang didirikan pada tahun 245 H/859 M, asalnya adalah sebuah masjid. Di mana masjid di zaman dahulu adalah pusat aktivitas intelektual-intelektual Muslim dunia. Pemberian nama Al-Qarawiyyin menurut para ahli sejarah, karena sang pendiri terinsprasi dengan kota kelahirannya yaitu Kairouan yang ada di Tunisia.
Fatimah Al-Fihri sendiri lahir di Kairouan, Tunisia pada tahun 800 M. perempuan yang mempunyai nama lengkap Fatimah binti Muhammad Al-Fihriya Al-Qurashiya, merupakan sosok perempuan keturunan bangsawan, dan saudagar yang kaya serta memiliki strata sosial yang tinggi. Keluarga Fatimah Al-Fihri merupakan keluarga yang peduli terhadap agama Islam.
Namun, akibat konflik perebutan kekuasaan yang terjadi di Kairouan, keluarga Fatimah mengungsi ke Maroko, yaitu di kota Fez. Di mana di kota inilah Fatimah mempunyai inspirasi, untuk mendirikan sebuah tempat yang bisa dijadikan untuk belajar-mengajar. Oleh karena itu, kemudian dibangun sebuah masjid yang kemudian menjadi sebuah Universitas, yaitu Al-Qarawiyyin.
Fatimah merupakan sosok perempuan yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, seluruh hidupnya hanya untuk masyarakat dan agama. Salah satu bukti nyatanya adalah pembangunan Masjid Al-Qarawiyyin, yang menggunakan hartanya sendiri. Bahkan Fatimah pun mendapat julukan Al-Um Al-Banin (Ibu untuk anak-anak Fez).
Berkat jasanyalah ilmuwan-ilmuwan besar muncul, dan lahir dari proses belajar-mengajar di Al-Qarawiyyin. Di antar ilmuwan-ilmuwan besar Islam, yang lahir dari rahim Al-Qarawiyyin adalah Ibnu Khaldun, Abdullah Al-Ghumari, Ibnu Rushayd Al-Sabti, Muhammad Ibn Al-Hajj Al-Abdari Al-Fasi, dan masih banyak lainnya. Bahkan, bukan hanya kaum Muslim saja yang pernah kuliah di Al-Qarawiyyin, namun juga banyak dari orang Yahudi dan Nasrani yang pernah kuliah di universitas tertua di dunia ini. Misalnya adalah filsuf Yahudi Maimonides (Ibn Maimun), pernah belajar di Al-Qarawiyin di bawah bimbingan Abdul Arab Ibnu Muwashah, begitu juga Al-Bitruji (Alpetragius).
Fatimah Al-Fihri meninggal pada tahun 266 H/ 880 M, dan meninggalkan sebuah warisan yang sangat mempunyai peran besar dalam peradaban Islam, yang abadi untuk semua generasi. Apa yang lakukan oleh Fatimah ini adalah bukti, bahwa perempuan juga bisa menjadi agen perubahan. Tentu saja tetap dalam bimbingan Islam. Fatimah Al-Fihri adalah simbol yang patut ditiru oleh kaum perempuan, bahwa perempuan memiliki kiprah di sektor publik. Apalagi di era digital ini, peran aktif perempuan sangatlah diperlukan dalam berbagai bidang.
Al-Qarawiyyin adalah contoh sempurna tentang bagaimana Islam menggabungkan spiritualitas dengan pendidikan dan bahwa Islam tidak terpisahkan dari urusan hidup keduniaan. Ini bukan hanya sebuah contoh bagaimana pendidikan dan agama bergabung dalam sudut kecil ini dunia, tetapi menyoroti peran terhormat perempuan.
Wallahu'alam.

No comments:
Post a Comment