Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Akhi, Berbahagialah Menjadi Suami Pengemban Dakwah

Tuesday, June 09, 2020 | Tuesday, June 09, 2020 WIB
Oleh : M Azzam Al Fatih
Penulis Dan Aktivis Dakwah

Dakwah merupakan aktivitas yang mulia di sisi Allah SWT. Ibadah yang diwajibkan NYA seperti halnya sholat, puasa, haji, dan zakat. Apa jadinya  kalau tidak ada kewajiban dakwah, tentu suatu agama akan hilang serta kehidupan dunia menjadi rusak karena manusia tidak terikat oleh aturan-aturan agama.

Kewajiban dakwah tersemat setiap individu muslim, baik laki maupun perempuan. Namun garda paling depan dalam dakwah tentu seorang laki - laki. Sebab pada diri laki - laki banyak kelebihan yang Allah berikan, seperti tenaga, waktu, dan fisik. Seorang laki - laki akan lebih kuat tatkala mempunyai jam terbang yang tinggi. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena sudah menjadi sunnatullahnya.

Namun akan menjadi keistimewaan manakala seorang wanita juga mengemban dakwah islam. Di sela - sela kesibukan mengurus rumah tangga, merawat dan mendidik putra putrinya masih menyempatkan untuk andil dalam ibadah mulia ini. 

Kelemahan yang terdapat pada dirinya tidak menghalanginya untuk andil dalam perjuangan agama. Tentu hal ini juga akan menguras energinya, sebab padatnya pekerjaan rumah juga menjadi tanggung jawabnya. Istimewanya, hal ini dilakukan dengan rasa bahagai, tidak terlihat sedikit pun wajah lelah pada dirinya. Mungkin karena pahala besar yang Allah sediakan dibalik kewajiban dakwah.

Bagi penulis, seorang ibu rumah tangga yang melibatkan diri dalam dakwah, andil dalam perjuangan untuk mewujudkan peradaban Islam adalah hadiah istimewa dari Allah SWT untuk suami. Menjadikan ruh pada diri suami dalam mengemban dakwah ini, Membangkitkan ghiroh dakwah yang membakar semangat untuk lebih memanfaatkan waktu hidupnya dalam rangka mewujudkan kemuliaan hidup di  bawah Naungan islami.

Akhi, itulah kesibukan pendamping hidupmu yang selalu menyibukkan diri dalam urusan akhirat. Ikhlas kanlah kepergian sebab keluarnya istrimu hanya untuk menebarkan kebaiakan. Ridhoi lah istrimu untuk andil dalam perubahan besar menuju kejayaan gemilang seperti yang pernah di lakukan Rosululloh SAW.

Akhi, berikanlah kebebasan dan kepercayaan namun juga tetap didampingi. Perannya dalam menjadi pengemban dakwah merupakan suplemen peradaban yang selalu diperlukan setiap pejuang dakwah.

Bantulah pekerjaann rumah tangganya agar amanah dakwahnya ringan sehingga dapat berjalan dengan baik. Kurangilah cucuran keringatnya  dengan membantu pekerjaan rumah tangga. Tatkala sang istri pergi ke Medan dakwah, bantulah merapikan rumah atau pekerjaan lainya.

Wahai akhi,  keluarnya istrimu bukan semata - mata berfoya - foya, ke mall, dan hiburan lainya. Namun keluar menjadi pengemban dakwah yang selalu terjaga dari hal - hal buruk. Sebab dia telah  terbentuk kepribadian Islam dengan terikat dengan syariat Islam.

Akhi, suami dari istri pejuang dakwah.  berpenampilan menariklah di hadapan istrimu. Penampilanmu membuatnya selalu tersenyum dan bahagia. Dengan kebahagiaan membuat dirinya bangkit ghiroh dakwahnya.

Berikutnya berbahagialah bersamanya mengarungi samudera laut perjuangan. Engkaulah nahkoda kapal perjuangan, kebahagiaan dan kemenangan ada di pundakmu. Nikmati cintanya yang penuh suka dan duka karena dakwah. Dan raihlah kemenangan dakwah atau syahid bersamanya pula. Ingatlah bahwa bersamanya dalam dakwah menjadikan kebahagiaan sampai kejannah. Dan semoga kalian peraihnya.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update