By : Sri Ratna
Puri, Bogor
Hari raya Idulfitri 1441 H, baru saja berlalu. Walau dengan beberapa keterbatasan, diharap tak mengurangi kesakralan. Begitu juga, harapan bagi para tenaga medis. Yang pada hari lebaran, banyak yang tak libur dan terus bertempur menghadapi Covid-19.
Namun, perjuangan mereka sepertinya tak sebanding dengan imbalan yang didapatkan. Salah satunya, dikabarkan di koran tempo, bahwa di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, hingga kini belum menerima insentif sebesar Rp 7,5 juta yang dijanjikan pemerintah. Selain itu, yang terbaru kebijakan new life. Artinya, resiko penularan tidak bisa dikekang malah bakal berkembang.
Miris. Kata tepat yang mewakili. Padahal, mereka adalah pahlawan pandemi. Perhatian dan perlindungan, patut mereka dapatkan. Sebab, bagaimana kita bisa keluar dari wabah ini, bila hak mereka tak terpenuhi. Serta, tak mempertimbangkan lagi segala resiko yang akan mereka hadapi dalam kondisi ini.
Seandainya nyawa manusia lebih dipertimbangkan kelestariannya dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi, maka jasa pahlawan pandemi, akan dilindungi. Wallahu'alam.

No comments:
Post a Comment