Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BERDAMAI DENGAN CORONA MENGANCAM NYAWA

Monday, May 18, 2020 | Monday, May 18, 2020 WIB Last Updated 2020-05-17T21:48:22Z
Oleh : Devi Rizki
(Ibu Rumah Tangga & Aktivis Dakwah)

COVID-19 sudah hampir dua bulan bertamu di Indonesia. Di tengah situasi penanganan COVID-19, yang sampai hari ini belum juga usai, presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Presiden mengatakan rakyat Indonesia harus berdamai dengan corona hingga vaksin untuk corona ditemukan.

Di media social pribadinya, pernyataan Jokowi ini jelas menjadi sorotan para pengamat politik. Lantaran pernyataanya dalam KTT G20 pada Maret lalu jelas-jelas mengajak para pemimpin negara untuk bekerja sama guna memerangi virus corona.

Kunto Adi Wibowo, pengamat Komunikasi Politik menafsirkan bahwa pernyataan Jokowi tersebut adalah supaya masyarakat Indonesia lebih berdisiplin lagi dalam menjaga diri. "istilah berdamai itu seakan-akan melegitimasi prilaku masyarakat yang tidak patuh PSBB," pungkasnya (CNNIndonesia, 08/05/2020)

Kemudian Mochamad Nabil Haroen, anggota Komisi lX DPR RI, menilai ada beberapa hal yang tidak terkoordinasi. Kebijakan yang tidak sinkron menjadikan masyarakat semakin bingung hingga malas taat peraturan. (KedaiPena.com, 11/05/2020)

Jika diperhatikan pemerintah terlihat lamban dalam penanganan virus COVID-19, padahal virus ini telah banyak merenggut nyawa masyarakat tidak hanya Indonesia. Namun sepertinya hal ini tidak menjadikan pemerintah simpati terhadap rakyat sendiri. Terbukti saat  kedatangan virus ini awal Februari lalu, pemerintah masih santai dan tidak segera menutup akses keluar masuknya wisatawan asing dari dan luar negeri guna mencegah penularanya virus tersebut.

Kebijakan demi kebijakan telah dikeluarkan, mulai dari ajakan untuk melawan corona, social distancing, physical distancing hingga PSBB. Semua upaya yang dikerahkan tidak menyurutkan masyarakat untuk tetap beraktivitas. Meski PSBB digalakkan menjadi lebih ketat, masih terlihat banyaknya warga yang berkeliaran di luar rumah. Apalagi dengan adanya pelonggaran PSBB, bersamaan dengan pesan damai, walhasil masyarakat bertambah bebas berhamburan keluar rumah tanpa takut lagi dengan situasi yang mencekam ini. 

Keadaan ini semakna dengan kekhawatiran Ketua ARSSI (Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia) cabang kota Bekasi, "Kami was-was terhadap pernyataan tersebut, takutnya diartikan ya sudah kita terima saja,” Dokter Eko S. Nugroho (KedaiPena, 11/5/2020).

Di sisi lain para tenaga medis sampai saat ini terus berjuang melawan virus mematikan COVID-19. Meskipun perjuangannya kurang diapresiasi oleh negara. Seakan dipaksa perang namun tak diberi perbekalan dan senjata.baginya hidup atau mati.

Tidak heran, sejatinya negara yg menganut sistem Kapitalisme memandang segala sesuatu berdasarkan asas kebermanfaatan, tidak peduli banyak ribuan nyawa manusia yang tergadai sia sia. Negara dinilai bukan lagi abai namun juga bertindak setengah hati.

Jauh berbeda dengan sistem pemerintahan yang di atur oleh aturan Islam. Pemimpin dalam aturan Islam menempatkan diri sebagai pelayang masyarakat. Setiap kebijakan yang diambil dibuat untuk menggapai rido Allah swt semata. Apalagi jika menyangkut myawa rakyatnya. Maka sudah saatnya negeri ini menerapkan aturan berdasarkan kepada aturan sang Pencipta. Menerapkannya secara kaffah agar tercapai negeri yang dipenuhi dengan rahmat Alloh swt.

Wallahu’alambisshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update