Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

ATASI CORONA DENGAN SOLUSI DARI ALAM?

Friday, May 29, 2020 | Friday, May 29, 2020 WIB Last Updated 2020-05-29T16:32:50Z
Penulis : Srie Rezeki 
Aktivis dakwah dan praktisi nabawiah

Saat ini kita masih dikepung dengan pandemi virus covid 19, tentulah hal ini membuat ketakutan masyarakat karena belum ditemukannya vaksin terhadap virus tersebut dan jumlah manusia yang terinfeksi virus makin hari menunjukkan kenaikan yang signifikan. Hal ini membuat masyarakat mendesak pemerintah untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat agar virus tidak menyebar keseluruh negeri, karantina mandiri tidak efektif mengingat masih banyak warga yang berani keluar rumah dan hal ini tentulah akan membuat rantai pandemi ini tidak terputus karena kesadaran masyarakat yang masih kurang, dan pemerintah harus mengambil keputusan yang tegas seperti karantina wilayah atau locdown bila di perlukan, kalau hanya mengandalkan iklim indonesia yang panas atau kemarau saja tentulah tidak efektif. Menurut luhut, iklim indonesia bisa mengatasi pandemi ketika memasuki musim panas dan kemarau, dan hal ini juga diikuti oleh kepala BMKG dan pejabat lainya menyatakan hal yang sama. Dari sikap ini memancing reaksi publik mengecam pernyataan tersebut yang seolah-olah lepas tanggung jawab terhadap pandemi ini, padahal peran negara sangat dibutuhkan baik pencegahan maupun penanggulangan virus itu sendiri

Pernyataan luhut harus di buktikan secara ilmiah bukan hanya sekedar pendapat saja. Agar masyarakat tidak abai sehingga mengahadapi virus dengan santai, jangan sampai hal buruk terjadi pada rakyat indonesia , seperti pada Itali yang jumlah kematian nya tertinggi disusul amerika. Kalau dilihat dari kasus kematian dari peringkat, Indonesia termasuk memiliki jumlah pasien yang terinfeksi cukup tinggi dan perlu mengkaji kembali bagaimana sebaiknya, di perkirakan 16 juta akan mati apabila herd immunity alamiah di terapkan sama saja manusia di suruh berperang dangan virus tanpa perlawanan dan seolah-olah virus bisa di kalahkan padahal dalam kenyataanya virus dapat bermutasi genetiknya atau dengan kekebalan manusia akan banyak masyarakat menjadi korban, dan akan memperparah keadaan keadaan Kesehatan seluruh masyarakat indonesia.


Bahkan beberapa pakar kesehatan mengatakan bahwa bahaya herd immunity mengahadapi covid-19, yang hanya mengandalkan kekebalan tubuh manusia dalam populasi kekebalan secara umum, tentulah hal ini sangat beresiko mengingat kita tidak bisa mengetahui pasti tingkat imun perorang, adapun pendapat Pakar epidemiologi universitas pajajaran (Unpad) Panji Fortuna Hadisoemarto, secara teori, kalau suatu penyakit menular menginfeksi sejumlah tertentu di suatu kelompok masyarakat maka otematis herd immunity akan terbentuk “Dengan asumsi infeksinya akan menimbulkan kekebalan” jelas panji dalam wawancara liputan6.com minggu5/4/2020. Dengan pernyataan ini tentulah terlalu besar resiko rakyat yang akan menjadi korban keganasan virus, kita tidak bisa mengandalkan herd immunity saja kita harus sigap dalam mengatasi wabah pandemi virus covid-19 jangan sampai menelan korban jiwa lebih banyak lagi, dan sudah kewajiban negara melindungi rakyatnya dengan segenap jiwa. Jika suatu wilayah terserang wabah maka hal pertama yang dilakukan mengkarantina wilayah tersebut dan mengunci Seperti sabda Rasulullah SAW:

"Apabila kalian mendengar ada suatu wabah di suatu daerah, maka janganlah kalian mendatanginya. Sebaliknya kalau wabah tersebut berjangkit di suatu daerah sedangkan kalian berada di sana, maka janganlah kalian keluar melarikan diri darinya." Hal inilah yang di perlu di perhatikan mengutamakan keselamatan  rakyat ketimbang mendahulukan kepentingan ekonomi. Menyelamatkan nyawa lebih di utamakan karena semua akan diminta pertanggung jawaban di akhirat, hal yang perlu di lakukan adalah isolasi atau karantina atau istilah kerennya 'lockdown' seperti yang diterapkan di masa Kholifah. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 agar tak meluar ke seluruh wilayah indonesia. 
Wallahu a'lam bish-shawabi

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update