Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ancaman Kelaparan Meningkat di Tengah Wabah

Saturday, May 16, 2020 | Saturday, May 16, 2020 WIB Last Updated 2020-05-15T19:40:48Z


Oleh : F.H Afiqoh
(Aktivis Dakwah Kampus dan Member Akademi Menulis Kreatif)

Ketika wabah pendemi Covid-19 menyerang Indonesia inilah awal memburuknya perekonomian, angka kemiskinan semakin meningkat dan bencana kelaparan di mana-mana. Kelaparan yang terjadi sekarang tidak hanya di satu atau dua negeri saja melainkan hampir 55 negeri mengalaminya. Bahkan negara adidaya Amerika Serikat pun mengalaminya.

Dilansir oleh Tempo.co (23/04/2020), Washington-Lembaga Dunia World Food Program mengatakan masyarakat dunia menghadapi ancaman kelaparan besar-besaran dalam beberapa bulan lagi akibat resesi ekonomi yang dipicu pendemi Covid-19 atau virus Corona. Saat ini ada 135 juta orang menghadapi ancaman kelaparan. Proyeksi dari WF menunjukan jumlahnya bisa meningkat dua kali lipat menjadi 270 juta orang. Dan jumlah ini pun bisa bertambah karena ada sekitar 821 juta orang yang kurang makan. Sehingga total warga dunia yang bisa mengalami bencana kelaparan melebihi 1 miliar orang.  

Redaksi kumparan 27/04/2020, Pendemi virus Corona Covid-19 telah mengancam asasi paling dasar bagi setiap manusia, yaitu hak untuk hidup. Secara global, lebih dari 200 jiwa melayang akibat serangan virus tersebut. Tak hanya di situ kini kelaparan juga menjadi ancaman ikutan yang mengintai nyawa ratusan juta penduduk dunia.

Tentu ini bukanlah angka  yang kecil dan bahkan bisa bertambah ketika virus ini terus berkembang. Dengan kondisi saat ini saja dunia sudah ribut apalagi kemudian ke depannya. Ada bahaya nyata bahwa lebih banyak orang meninggal akibat dampak buruk ekonomi akibat wabah Covid-19 dari pada akibat terinfeksi virus itu sendiri.

Inilah gambaran kapitalisme menghasilkan ketimpangan kaya miskin pada level individu hingga bangsa. Dunia masih memiliki hampir 1 miliar penduduk  yang kurang pangan. Di Indonesia sendiri ada lebih dari 22 juta orang dan kemungkinan akan bertambah 2 kali lipat di tengah wabah. 
Sungguh keadaan yang miris, sekarang lihatlah wahai manusia akan penanggulangan dan solusi yang bisa dilakukan oleh sistem demokrasi kapitalis, ketidakmampuannya melindungi kesehatan dan keselamatan rakyatnya. Tidak hanya Indonesia tetapi negara adidaya dan negara maju pun tidak ada yang mampu.

Kapitalisme gagal menghadapi harga pangan, kondisi semakin buruk ketika menghadapi wabah. Kehancuran dari sistem  demokrasi kapitalis ini secara tidak langsung sudah menampakkan kerusakannya, negara adidaya yang menjadi pusatnya saja tidak bisa menangani, apalagi negara pengikut seperti Indonesia yang terbatas dalam berbagai bidang. 

Oleh karena itu sadarlah wahai manusia, cobalah buka hati untuk Islam karena dalam keadaan wabah dan kelaparan, Islam sudah mencontohkan bagaimana menyelesaikannya. Sebagai agama dan sistem kehidupan yang berasal dari Allah Swt., Islam sudah membuktikan kemampuannya dalam menyelesaikan berbagai masalah kehidupan. Termasuk dalam menangani wabah yang melanda masyarakat. 

Bagaimana Islam memberikan jalan keluar menghapus ketimpangan dan mewujudkan mitigasi dan penanganan kesulitan pangan saat kondisi wabah.

Pemerintah Khalifah Umar pernah diuji oleh Allah dengan dua musibah. Pertama bencana kekeringan yang terjadi di Madinah selama kurun lebih sembilan bulan, sehingga ibu kota pemerintahan Islam dilanda bencana kelaparan akibat perubahan cuaca. Ujian yang kedua adalah wabah Tha’un Amwas yang menyerang wilayah Syam. Wabah ini dikabarkan telah menghantarkan kematian 30 ribu rakyat. Sekalipun ditimpa dua bencana Khalifah Umar tidak hilang kendali. Beliau tetap menunjukkan karakternya sebagai pemimpin yang bersegera menyelesaikan masalah rakyat yang menjadi tanggung jawabnya.

Tatkala menghadapi krisis langkah yang dilakukan oleh Umar bin Khattab adalah dengan meminta bantuan ke wilayah atau daerah bagian kekhilafahan Islam yang kaya dan mampu memberi bantuan. Khalifah Umar langsung bertindak cepat ketika melihat kondisi keuangan baitul mal tidak mencukupi penanggulangan krisis, Kemudian  segera mengirim surat ke pada para gubernurnya di berbagai daerah kaya untuk meminta bantuan. Dengan apa yang dilakukan oleh khalifah ini adalah cara untuk membantu rakyatnya yang dalam mengalami kelaparan, sehingga bisa terselesaikan atas bantuan dari daerah-daerah kaya.

Kesuksesan melawan wabah dan krisis yang telah diraih Khalifah Umar bukan terletak pada beliau sebagai pribadi tapi disebabkan karena sistem aturan yang diterapkan oleh beliau. Tepatnya karena sistem Islam yang dilaksanakannya secara sempurna mengikuti jejak pendahulunya yaitu baginda Rasulullah saw. dan Khalifah Abu Bakar as-Shidiq ra.

Apalagi yang mau diragukan dengan Islam? Segala permasalahan yang terjadi sekarang Islam mampu menyelesaikannya ketika syariatnya diterapkan. Saatnya kembali kepada Islam, tinggalkanlah sistem demokrasi kapitalis yang hanya menebar janji, tapi nyatanya tidak mampu.

Wallahu a’lam bishshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update