Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rusaknya Sistem Sekuler Mencabut Rasa Kemanusiaan

Wednesday, March 11, 2020 | Wednesday, March 11, 2020 WIB Last Updated 2020-03-11T06:55:30Z
By : Dian 
(Muslimah Pemerhati Masyarakat)

Mencermati perkembangan kehidupan di negeri ini, semakin tampak sekulerisme adalah masalah fundamental yang akan mendasari setiap aktivitas kehidupan.

Sebagaimana yang baru saja terjadi, pembunuhan berencana dan sadis yang dilakukan remaja perempuan usia 15 tahun di Jakarta. Korbannya adalah balita tetangganya yang biasa bermain bersama dengan pelaku.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan saat ini pelaku masih diperiksa. kami tanya kepada pelaku bagaimana perasaan kejadian ini, dia katakan saya puas.

Menurut keterangan Yusri, pelaku beberapa kali juga merasakan hasrat untuk membunuh yang masih bisa ditahan. Kemudian pada hari, Kamis tanggal (5/3/2020) lalu pelaku tidak bisa menahan sehingga membunuh temannya.

Yusri menambahkan, berdasarkan pengakuan pelaku, dia mengaku suka nonton film horor, salah satunya Chucky. Chucky adalah karakter arwah pembunuh berantai yang masuk ke dalam tubuh boneka, sedangkan Slender Man adalah karakter supernatural fiksi yang digambarkan dengan sosok kurus dan tanpa kepala.

Pembunuhan terjadi saat korban main di rumah pelaku di kawasan Sawah Besar, pada hari Kamis (5/3/2020). Ibu korban dan ibu pelaku memiliki usaha bersama jual gorengan sehingga pelaku kerap main bersama dengan korban.(https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200307124559-12-481336/bunuh-teman-gadis-15-tahun-suka-slender-man-dan-chucky)

Mengungkap faktor penyebab kasus pembunuhan yang dilakukan remaja 15 tahun ini, menegaskan bahwa masalah sejenis ini lahir dari sistem liberal yang rusak. Dengan sistem sekuler liberal akhirnya mencabut rasa kemanusiaan dan menghilangkan rasa belas kasih.

Sungguh miris yang terjadi akibat pengaruh paham sekuler ini, yang melahirkan sikap bebas dan terkesan liar. Realita ini terjadi akibat faktor keretakan  rumah tangga dan tontonan film kekerasan yang menjadi pemicu tindak brutalnya terhadap balita.

Selain faktor di atas pembunuhan terjadi juga karena adanya kemajuan teknologi yang bebas dan menjamurnya warung internet (warnet) yang menyajikan konten-konten kekerasan, yang sangat mudah diakses oleh remaja. Perkembangan teknologi yang kelebihan batas berakibat buruk, sehingga dengan mudahnya seseorang membunuh temannya.

Permasalahan ini tidak akan pernah tuntas, karena upaya yang dilakukan tidak menyentuh kepada akar permasalahan yang sesungguhnya. Saat ini  generasi akan sangat mudah untuk terkontaminasi dengan berbagai perilaku rusak karena gempuran teknologi tanpa batas yang menghasilkan berbagai dampak buruk.

Permasalahan ini hanya akan dapat diselesaikan jika sistem sekuler liberal ini di ganti dengan penerapan sistem Islam. Dalam sistem Islam mampu menjelaskan bagaimana penanganan terhadap kasus pembunuhan yang di lakukan remaja. Sistem Islam menjadikan peran orang tua sangat diperlukan, Islam memandang bahwa rumah tangga dan keluarga adalah tempat utama bagi pembelajaran, pendidikan anak, sehingga peran orang tua menjadi syarat utama dalam pembentukan generasi Islam mencakup akidah termasuk adab dari hukum syariah.

Selain keluarga, negara memiliki peran penting dalam menghasilkan generasi yang bermartabat. Negara berkewajiban mengurusi semua urusan rakyatnya termasuk melindungi generasi dari hal-hal yang merusak yang mengakibatkannya kerusakan generasi, dengan mengontrol berbagai informasi yang masuk melalui media, dan memberi sanksi tegas kepada siapa saja yang dengan sengaja mengedarkan baik vidio maupun informasi yang berbau kekerasan.

Islam menyelesaikannya berawal dari bagaimana memandang sudut pandang tentang akidah sehingga akan mengokohkan keimanan mereka. Dengan pemahaman akidah yang benar maka akan tumbuh keimanan yang benar, sehingga akan memahami bahwa standar berbuat dalam Islam adalah halal dan haram. Dengan pemahaman yang benar pula tentang hakikat kehidupan ini maka akan mengarahkan mereka untuk senantiasa menyesuaikan perbuatannya berdasarkan hukum syara.

Menanamkan akidah dan sifat-sifat anak dari sejak dini, dengan itu kelak saat mereka baliq, mereka sudah paham dengan segenap hukum dan aturan Islam, serta Istiqomah dalam menjalankannya.

Tantangan arus globalisasi budaya informasi dan teknologi saat ini memiliki andil besar dalam mewarnai sikap dan perilaku anak, kerap memiliki argumentasi sendiri terkait apa yang mereka lakukan. Dalam persoalan ini orang tua haruslah memberikan informasi yang benar yang bersumber al-Quran dan as-Sunnah yang pada akhirnya informasi menjadikannya menilai berbagai informasi.

Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah Saw bersabda; "Didiklah anak-anakmu atas 3 hal: mencintai nabimu, mencintai ahli baitnya dan membaca al-Quran  nanti akan mendapatkan naungan Allah pada hari ketika tiada naungan kecuali dari-Nya bersama para nabi orang-orang yang suci". (HR ath-Thabrani).

Menanamkan sikap tanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan, menumbuhkan kesadaran pada anak bahwa segala perbuatan yang dikerjakan akan ada pertanggung jawabannya.

Demikianlah solusi yang diberikan dalam sistem Islam. Hanya dengan penerapan sistem Islam maka kekerasan dan pembunuhan akan mampu diakhiri, karena Islam memberikan pemahaman dan aturan dari sejak dini untuk mengatasi masalah ini. 

Namun tentu akan sulit menerapkan aturan Islam jika saat ini pemerintah masih bangga dengan  penerapan sistem sekuler yang masih terus bercokol di negeri ini.  Maka sudah saatnya mengganti sistem yang rusak kepada sistem Islam dalam naungan Khilafah Ala Manhaj Nubuwwah.
Wallahu a'lam bish-shab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update