Oleh : Enhi Utwa
Berdakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang sudah baliq dan berakal. Setiap muslim dianggap sebagai penyambung tugas rasulullah shalallahu’Alahi Wasallam untuk menyampaikan agama ALLAH dengan cara berdakwah.
Berdakwah adalah tugas mulia dalam pandangan Allah Subhanahu Wata’ala, sehingga dengan dakwah Allah menyematkan predikat khoiru ummah (sebaik-baiknya umat).“kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, dan beriman kepada ALLAH.” (Q.S Al-Imran : 110).
Bagaimana jadinya dikalangan kita sudah enggan berdakwah dan saling meningatkan dalam kebaikan? Astagfirullah, sungguh tak dapat dibayangkan berapa banyak kemaksiatan dan kezaliman yang akan terjadi diatas muka bumi ini. Dan betapa besar azab ALLAH Karena kita telah lalai pada perintah-Nya untuk saling mengingatkan. Seperti halnya yang terjadi pada saat ini, banyak dari kita yang enggan berdakwah dan saling mengingatkan sesama teman dan saudara seiman.
Padahal dakwah itu tak mengharuskan kita menjadi ustadz dan ustazah dulu baru bisa berdakwah. Dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)
Dakwah menurut bahasa berarti “mengajak” dan “menyeru”.Kata dakwah identik dengan kata “ilmu” dan “islam" Sehingga menjadi ilmu dakwah dan dakwah islam. Atau ad-dakwah al-islamiyah.
Sayangnya, saat ini ego kita terlalu tinggi yang enggan berdakwah dan mengigatkan sesama sodara seiman, dan membiarkan kemaksiatan dan kedzaliman terjadi berlarut-larut disekitar kita.
"Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (Q.S. Ali Imran :104)
Kita enggan menggingatkan teman kita yang melalukan kemaksiatan dan yang melanggar hokum syara, yang disebabkan kita enggak enak hatilah sama teman, takut dibilang sok alim, takut kalo negur teman nanti dijauhin lah.
Ketika diajak dakwah beralasan sibuk dengan urusan dunia, seperti seorang mahasiswa/i sibuk mengerjakan tugas kuliahnya, pegawai kantor sibuk dengan pekerjaannya, Ibu rumah tangga sibuk dengan pekerjaan rumahnya. Sehingga tidak sempat berdakwah.
Padahal urusan dunia tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak berdakwah, seharusnya dimanapun kita berada harus kita jadikan sebagai ladang dakwah.
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." (Q.S. an nahl :125 ).
Mahasiswa/i menjadikan kampus sebagai ladang dakwahnya dengan cara datang kekampus bertujuan bukan hanya masuk kelas dan belajar saja, namun datang kekampus juga bertujuan untuk berdakwah. Yang dikantor pun jadikan kantornya sebagai ladang dakwah, menyampaikan yang batil dan mungkar.
Tak ingin kah dijuluki sebagai khoiru ummah (sebaik-baiknya umat), hilangkan ego kita untuk selalu mengajak dan menyerukan yang batil. Mengapa dakwah itu berat? sebab hadiah yang didapatkan adalah surga.
Jangan cepat menyerah dalam berdakwah.Tanamkan pada diri kita bahwa berdakwah adalah kewajiban kita, dan janganlah mengikuti ego kita yang menyebabkan engga berdakwah. Dimanapun kita berada, disitulah ladang dakwah bagi kita.

No comments:
Post a Comment