Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penaklukan Roma, Kabar Gembira yang Harus Kita Perjuangkan

Monday, February 03, 2020 | Monday, February 03, 2020 WIB Last Updated 2020-02-03T15:56:10Z
Oleh : Sri Nawangsih 
Ibu Rumah Tangga 

Salah seorang sahabat Nabi Saw., Abu Qubail pernah bercerita: ketika kami sedang bersama Abdullah bin Amr bil al-‘Ash, dia ditanya, “Kota manakah yang akan ditaklukan terlebih dulu; Konstantinopel atau Roma? “Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian ia mengeluarkan kitab. Lalu ia berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah Saw., beliau ditanya: “Diantara dua kota ini manakah yang akan ditaklukan terlebih dahulu: Konstatinopel ataukah Roma?” Beliau menjawab:
“Kota Heraklius ditaklukan lebih dulu, yaitu konstatinopel.” (HR Ahmad, as-Darimi dan al-Hakim).

Hadits ini dinyatakan shahih oleh al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Adapun Abdul Ghani al-Maqdisi berkata, “Hadits ini sanadnya hasan.

Janji Nabi saw. itu ternyata memotivasi setiap khalifah kaum muslimin untuk merealisasikannya. Sejarah mencatat bahwa usaha untuk menaklukan Konstatinopel dilakukan sejak zaman khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan (668-669 M). Konstatinopel dikenal dengan bentengnya yang sangat kokoh. Kota itu juga memiliki benteng alam yang mengelilinya, yaitu: Selat Bosphorus, Laut Marmara dan Tanduk Emas. Ketiganya dikelilingi oleh rantai sehingga sangat sulit bagi kapal musuh untuk leluasa masuk ke dalamnya. Dari segi kemiliterannya kota ini terhitung sebagai kota yang aman, sebab di dalamnya terdapat pagar yang tinggi serta serdadu Bizantium di setiap penjuru kota.

Meski begitu, cita-cita untuk membebaskan Konstantinopel terus berlanjut. Akhirnya, setelah delapan abad berlalu, Allah mengabulkan impian umat Islam tersebut melalui kepemimpinan Sultan Muhammad Al-Fatih. Sultan Muhammad Al-Fatih dikenal sebagai pemuda yang shalih, ia tidak pernah meninggalkan kewajiban dan senantiasa memperbanyak amalan sunnah. Setelah diangkat menjadi Sultan, Al-Fatih melanjutkan perjuangan para pendahulu untuk menaklukan Konstantinopel.

Muhammad Al-Fatih menyiapkan pasukan mencapai 250.000 personil. Angka ini merupakan angka yang sangat besar jika dibandingkan dengan jumlah tentara negara lainnya. Menyiapkan pasukannya dengan seni tempur dan ketangkasan bersenjata. Ia juga menanamkan nilai tauhid dan keislaman sehingga pasukannya benar-benar memiliki ruh jihad yang sangat kuat.

Usaha yang dilakukan umat Islam dalam penaklukan konstantinopel menunjukan mereka benar-benar yakin dengan apa yang disampaikan oleh Nabi. Ini dibuktikan dnegan kesungguhan mereka untuk menjemput janji beliau. Meskipun seringkali dihadapkan dengan kegagalan, tetapi para khalifa dari setiap generasi terus berupaya dalam menjemput janji Nabi.

Memang seperti itulah seharusnya seorang muslim. Sebagaimana janji Allah bahwa Syurga akan diraih setelah melalui ikhtiar yang sungguh-sungguh. Janji-Nya akan kejayaan Islam pun harus diwujudkan dengan sungguh-sungguh oleh orang yang beriman. Menurut hadits shahih diatas setelah Kota Konstantinopel berhasil dilakukan berikutnya Kota Roma akan ditaklukan. Penaklukan Roma, Kabar Gembira yang Harus Kita Perjuangkan.

Memang Rasulullah tidak menyebutkan secara jelas kapan dan oleh siapa Kota Roma ditaklukan seperti halnya Konstantinopel. Akan tetapi, yang pasti pembebasan Kota Roma akan terjadi setelah umat Islam memiliki kekuatan yang sangat besar setara dengan pasukan penaklukan Konstantinopel atau bahkan lebih. Kekuatan itu hanya mungkin terjadi ketika umat Islam memiliki Khilafah yang ditegakan berdasarkan metode kenabian. Khilafah itulah yang akan mempersatukan kaum muslim di segala penjuru dunia yang saat ini tercerai berai.
Wallahu'alam bi ash-shawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update