Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapitalisme Melahirkan Kemiskinan

Wednesday, February 05, 2020 | Wednesday, February 05, 2020 WIB Last Updated 2020-02-05T00:59:38Z
Oleh: Analisa 
(Muslimah Peduli Generasi)

Miris hati apabila kita berbicara tentang kemiskinan yang terjadi didalam Negeri, terutama dinegeri-negeri kaum muslim. Nampak jelas didepan mata kita saat bersilewaran pemberitaan tentang merebaknya kemiskinan kelaparan bahkan kematian.

Berbanding arah dengan segala yang kita punya nyatanya tidak dapat mengentaskan masalah perihal kemiskinan. Negeri ini kaya SDA,  mineral, hutan, tambang mas batubara nikel Ikan, bahkan gas yang melimpah ruah, belum lagi kebutuhan pokok manusia sangat dijamin dan disediakan oleh sang maha pencipta, dan itupun dirasa tidak akan kekurangan walaupun populasi manusia semakin bertambah.

Belum lagi gedung-gedung pencakar langit, hotel bertingkat, mall-mall mewah bahkan insfratruktur nyatanya mulai bertengker didalam Negeri, bukankah itu semua merupakan kemewahan dan kebanggaan orang-orang yang berada didalam Negeri ini?

Nyatanya tidak, itu semua buslit tidak semua kalangan dapat menikmati kekayaan alam dalam Negeri ini namun hanya segelintir manusia-manusia yang rakus akan kekuasaan tamak terhadap kepentingan serta curang terhadap kenikmatan.

Belum lagi masyarakat sudah terjangkit virus individualisme yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa belas kasih kepada sesama manusia, akhirnya rasa kemasyarakatan berkurang dan menurun secara sindifikan sehingga mengakibatkan tolong-menolong dalam kebaikkan sirna tersapu kepentingan masing-masing perorang. Sehingga lahirlah julukkan yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin.

Sungguh Kapitalisme melahirkan kemiskinan yang berkepanjangan dan tampak jelas sulit untuk naik merangkak kelevel yang aman. Bagaimana tidak, pasalnya kekayaan yang kita punya yang diberikan oleh sang pencipta menjadi ajang rebutan bagi para pemilik modal yang beruang, sedangkan rakyat hanya dijadikan umpan dan pembantu dinegeri nya sendiri tanpa belas kasih dan imbalan yang setimpal.

Itulah sangat bahaya dan mengerikan apabila kita masih terus memakai sistem yang terlahir dari buatan manusia, yang tidak sesuai dengan fitrah manusia tidak memuaskan akal serta tidak menentramkan jiwa dan pikiran. Akibatnya kemiskinan selalu menjadi bulan bulanan dinegeri-negeri mayoritas Islam. 

Dan sangat diragukan apabila Kapitalisme dapat mengentaskan kemiskinan secara kultural, sebab hutang yang diemban kian menaik tajam dan investasi saham dengan swasta semakin menewaskan pendapatan dalam Negara. Nyatanya hanya mengutak atik angka secara ukuran bukan kenyataan. Ternyata itu semua hanya kebohongan.

Tidakkah kita rindu akan adanya sistem yang menjaga melindungi serta meriaya kita dari kemiskinan kelaparan serta kematian yang siap mengancam kita, sehingga menjaga kita dari sifat kerakusan individual.

Islam mengatasi masalah kemiskinan secara langsung. Dan nyatanya sandang pangan papan dan kebutuhan primer lainnya dapat terpenuhi dengan gamblang.
Pertama, orang yang bersangkutan diwajibkan untuk mengusahakan nafkahnya sendiri. Apabila tidak mampu, maka kerabat dekat yang memiliki kelebihan harta wajib membantu. Apabila kerabat dekatnya tidak mampu, atau tidak mempunyai kerabat dekat, maka kewajiban beralih ke Baitul Mal dari kas zakat. Apabila tidak ada, wajib diambil dari Baitul Mal, dari kas lainnya. Apabila tidak ada juga, maka kewajiban beralih ke seluruh kaum muslim. Secara teknis, hal ini dapat dilakukan dengan cara kaum muslim secara individu membantu orang yang miskin, dan negara memungut dharibah (pajak) dari orang-orang kaya hingga mencukupi.

Sehingga kemiskian dapat dituntaskan serta tersedia dengan mudah sandang pangan papan bagi umat bukan hanya muslim namun nonmuslimpun mendapatkan hak  yang sama.

Dari sini nampak jelas bahwa Islam bukan hanya mengatur urusan ibadah melainkan melingkupi segala aspek kehidupan, sehingga kegemilangan selama 2/3 dunia bisa dilanjutkan dengan menerapkan syariah Islam secara total dan kaffah dalam bingkai Daulah Islamiyah ala minhajinubuwwah.

Wallahu a'lam bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update