Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jurus Ampuh Antisipasi Virus Corona Di Indonesia

Wednesday, February 05, 2020 | Wednesday, February 05, 2020 WIB Last Updated 2020-02-05T00:55:45Z
Abu Mush'ab Al Fatih Bala*
(Pemerhati Politik Asal NTT)

Virus Corona telah membunuh lebih dari 479 orang di China dan menjangkiti 4.515 orang di seluruh dunia (Kantor Berita Reuters, 4 Februari 2020). Bahkan di Indonesia sempat heboh kasus suspect (dugaan) adanya pasien yang telah terjangkiti penyakit mematikan ini.

Pada 28 Januari 2020 masyarakat Purwokerto dicemaskan dengan dugaan terinfeksinya 2 WN China di kota tersebut. Seperti dikutip dari Liputan6.com di RSUD Margono, Purwokerto, setelah diperiksa ternyata 2 pasien WN China ini dinyatakan negatif mengidap penyakit virus Corona. Keduanya adalah pasien rujukan dari Puskesmas Purwokerto dan Dinkes dan Klinik Kesahatan Pelabuhan (KKP).

Beda kasus di Singapura, 1 WNI dinyatakan positif mengidap virus Corona. Seperti dilansir dari Cnbc Indonesia pada tanggal 4 Februari 2020, Pasien tersebut diketahui sebagai TKI dan menurut tim kesehatan setempat pasien kena virus Corona diakibatkan karena berinteraksi dengan rombongan turis asal China dan dua warga Singapura yang baru dipulangkan dari Wuhan.

Sebelumnya detiknews.com pada tanggal 26 Januari 2020 melansir berita dengan judul "3.000 Pekerja China di Sulteng Diwajibkan Medical Check Up oleh Perusahaan." PT Indonesia Morowali Industri Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulteng mewajibkan pekerja China mengikuti medical check up (MCU) untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Pengecekan pun dilakukan secara berlapis di dua tempat yang berbeda, yaitu di Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng (tempat transit WN China ke Morowali), sebelum ke Morowali, dan di dalam perusahaan sebelum TKA itu bekerja. Di Pontianak ada WN China yang membawa Kapal Motor Yang Yang masuk secara ilegal ke Sungai Kapuas. Langkah pertama pihak imigrasi adalah  meminta pihak Kesehatan Syahbandar mengecek WN China itu yang kemudian negatif terkena virus Corona. Begitu juga warga Kota Kendari Sulawesi Tenggara sempat dikejutkan dengan adanya seorang pasien yang diduga terinfeksi virus Corona di Rumah Sakit BahteraMas Kendari.

Banyaknya berita tentang WN China yang berkaitan dengan berita dugaan penyebaran virus Corona di Indonesia sangat menyita perhatian publik. Membuat psikologis mereka terganggu karena penyakit ini menular dan belum ditemukan vaksin atau obat yang ampuh. WHO sendiri sebagai menyatakan wabah Coranavirus (Corona Outbreaks) mengakibatkan darurat Internasional.

Publik di Indonesia tentu tidak menginginkan virus ini tumbuh dan berkembang di dalam negeri dan berharap pemerintah lebih memperketat lagi aturan yang melarang masuk keluarnya warga dari Indonesia ke negara yang ada virus Coronanya. 

Beberapa negara telah melarang masuknya WN China ke wilayahnya sebagai strategi melawan penyebaran virus Corona. Negara-negara itu antara lain Malaysia, Rusia, Singapura, Selandia Baru, Australia, Korea Utara  dan Kazhakstan. Negara seperti Rusia dan India memperlebar larangannya hingga ke beberapa produk barang asal China karena takut virusnya menyebar via barang. 

Sedangkan masyarakat Korea Selatan telah menandatangani petisi untuk menuntut pemerintah menolak masuknya WN China ke negaranya. Hal yang sama dilakukan warga Hongkong yang menuntut pemerintahnya memblokade akses masuk tetangganya yakni WN China. 

Kelakuan Warga dunia ini adalah hal yang wajar karena menurut ilmu kesehatan virus Corona menular dengan cepat. Menurut Majalah Times tidak ada jaminan memakai masker atau tidak, akan aman dari serangan virus Corona.

Beberapa jurus ampuh bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebagai langkah preventif. Yang pertama adalah mensosialisasikan pentingnya hidup bersih seperti mencuci tangan, hindari kontak dengan hewan liar atau tidak memakan daging yang belum matang. Sesuai dengan ajaran Islam bahwa Kebersihan adalah sebagian dari Iman. Dan seorang Muslim hanya boleh mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thoyib.

Yang kedua adalah melakukan karantina atau isolasi terhadap orang yang tengah menderita penyakit menular. Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah melakukan usaha karantina. Wabah penyakit menular pernah terjadi di masa Nabi Muhammad SAW. Wabah itu ialah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya.

Ketika itu Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pun memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami lepra atau leprosy.

Dalam sebuah hadist, Rasullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

‏ لاَ تُدِيمُوا النَّظَرَ إِلَى الْمَجْذُومِينَ

Artinya: "Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta." (HR Bukhori)

Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam juga pernah memperingatkan umatnya untuk jangan berada dekat wilayah yang sedang terkena wabah. Sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar. Seperti diriwayatkan dalam hadits berikut ini:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Karantina tetap terus diusahakan sambil mencari obat atau vaksinnya. Demikianlah jika terjadi kerjasama antara Indonesia dan negara-negara lain dalam memberantas virus Corona ini InsyaAllah wabah ini akan segera hilang dan dunia akan sehat kembali. []

Bumi Allah SWT, 5 Februari 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update