Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Benarkah China Terkena Adzab Allah SWT ?

Friday, February 07, 2020 | Friday, February 07, 2020 WIB Last Updated 2020-02-07T04:51:19Z
By : Abu Mush'ab Al Fatih Bala*
(Pemerhati Politik Asal NTT)

Salahsatu kantor berita di Taiwan, bernama Tencent pada tanggal 26 Januari 2020 merilis sebuah data sekitar 154.000 orang terinfeksi dan 24.589 kematian disebabkan oleh Virus Corona di Wuhan. Angka yang tertera di layar web sempat discreenshoot sebelum diubah menjadi sama dengan angka rilisan pemerintah China. (Sumber data: https://www.taiwannews.com.tw/en/news/3871594)

Angka itu mengerikan karena berbeda versi dengan media China yang menyebutkan angka kematian 616 orang. Data tencent sepuluh kali lebih besar dengan 154.000 kasus infeksi warga Wuhan yang total populasinya 11 juta orang. Kalau data ini benar, kecepatan menular virus sangat besar dan membahayakan keamanan provinsi Hubei, negara China dan dunia internasional. 

kecurigaan bertambah dengan anehnya angka statistik yang dikeluarkan pemerintah China sendiri. Pemerintah merilis angka kematian yang semakin menurun yaitu; 22 Januari: 17 kematian per 542 infeksi (3,1%), 23 Januari: 26 kematian per 830 infeksi (3,1%) dan 24 Januari: 41 kematian per 1.287 infeksi (3,1%). Namun pada tanggal 30 Januari hingga 3 Februari 2020 angka kematian hanya 2,1% turun drastis 0,9 %. Padahal jumlah pasien yang mati di China semakin bertambah dan belum ada tanda penurunan.

Terlepas dari benar atau tidaknya data yang telah diubah itu, situasi yang terjadi di China saat ini semakin gawat. Belum ditemukannya vaksin yang sesuai membuat pemerintah setempat kelabakan. Di Wuhan telah dibangun tiga rumah sakit darurat dengan kapasitas masing-masing 1.000 ranjang. Setengah dari fasilitas RS digunakan sebagai ruangan isolasi pasien Corona.

Adanya RS darurat ini diduga melambangkan besarnya wabah Virus Corona. Sesuai pantauan reuters rumah sakit telah kehabisan masker dan obat-obatan bagi masyarakat umum di Provinsi Hubei yang berjumlah 41 juta orang.

Kabar terbaru, Sumber lain menyebutkan China juga digempur virus flu burung dan gempa bumi. Ini merupakan serentetan musibah yang menerpa China.

Namun, Virus Corona telah menyebabkan efek berantai terhadap kehidupan psikologis, sosial, politik, ekonomi dan pertahanan keamanan bagi China. Efek psikologis terlihat pada pernyataan Presiden China bahwa negaranya menghadapi situasi yang sangat sulit. Ini adalah pernyataan politis yang menggambarkan situasi sebenarnya di China, penuh dengan kepanikan.

Warga China Komunis hidup dengan frustasi kapankah ini akan segera berakhir. Kemampuan ekonomi China menurun karena banyak negara telah memutuskan hubungan ekspor impor seperti Rusia dan India. 

Beberapa warga negara asing selain China telah terinfeksi Corona seperti Singapura, Italia, dan Taiwan akan memperburuk situasi hubungan politik multilateral China dan negara-negara di dunia. Negara yang warganya terinfeksi akan menimbulkan zona kemarahan bagi penduduknya. Pemerintah setempat tentu tak ingin kehilangan kepercayaan politik warganya walaupun harus memutus hubungan dengan China. Diprediksikan ekonomi China akan semakin sekarat (The Sickman of Asia).

Apa pun terjadi di China sekarang mempunyai hubungan dengan Allah SWT. Adanya Tuhan yang mengatur keseimbangan di dunia ini.  China telah salah memilih 3 haluan.

Pertama haluan komunis sebagai ideologi politiknya yang telah meniadakan Allah SWT sebagai sang pencipta. Xin Jinping takabbur merasa 10 tahun lagi China akan menjadi negara naga emas yang terkuat dalam bidang ekonomi. Serangan virus Corona menggoncang China membuat para Komunis kehabisan akal untuk menghadapinya. Xi Jinping lupa kalau dulu Fir'aun yang angkuh tenggelam di Laut Merah. Apakah China akan tenggelam oleh "Lautan Virus Corona"?

Kedua, China memilih komunisme sebagai haluan ekonominya. China menghisap darah negara-negara lain dengan jebakan utang infrastruktur berbunga tinggi. Sistem ribawi seperti ini tidak berkah dan mengundang abzab Allah SWT.

Ketiga, menghilangkan standar halal dan haram sehingga banyak nyawa Kaum Muslimin Uighur yang berguguran. Pola makan di China yang tidak halal dan sehat seperti memakan kodok, tikus, ular dan kelelawar diduga menjadi perantara virus-virus jahat.

Semoga ini menjai renungan bagi kita semua terkhusus China jika ingin keluar dari resesi maut ini maka China harus segera insyaf. Memilih sistem Islam agar bisa keluar dari zona virus Corona. Membebaskan Muslimin Uighur dan memilih Sistem Islam sebagi sistem alternatif politik, ekonomi dan sebagainya.

Bumi Allah SWT, 7 Februari 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaMembelahDunia

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update