Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peran Masyarakat Dalam Mengaplikasikan Penguatan Pendidikan Karakter

Sunday, January 05, 2020 | Sunday, January 05, 2020 WIB Last Updated 2020-01-05T13:02:55Z
Oleh: Hayono Gunawan Adin
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Muhammadiyah Mataram

Di era globalisasi ini pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam mewujudkan manusia berkualiatas. Namun realitanya, pelaksanaan pendidikan karakter tak segampang yang diucapkan (Suhendang, 2010). 

Agar terealisasi pendidikan berbasis karakter, sudah tentu bukan saja tanggung jawab pemerintah melalui lembaga pendidikan formal tetapi juga menjadi tanggung jawab berbagai pihak, terutama lembaga pendidikan informal yang dimulai dari lingkungan keluarga dan pendidikan non formal yaitu masyarakat. Peranan ketiga lembaga tersebut tentunya menghasilkan peserta didik yang cerdas, terampil dan tentunya mencerminkan nilai-nilai etika, agama dan budaya bangsa.

Penguatan pendidikan karakter dalam masyarakat dapat dilakukan membiasakan anak untuk bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Di samping itu tidak kalah pentingnya pendidikan di masyarakat. 

Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi terhadap karakter seseorang. Lingkungan masyarakat luas sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai etika, estetika untuk pembentukan karakter. 

 Menurut Qurais Shihab (1996 ; 321), situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya, mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas pada kini dan di sini, maka upaya dan ambisinya terbatas pada hal yang sama.

   Masyarakat pun memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dalam upaya pembentukan karakter anak bangsa. Dalam hal ini yang dimaksud dengan masyarakat disini adalah orang yang lebih tua yang “ tidak dekat “, “ tidak dikenal “ “ tidak memiliki ikatan family “ dengan anak tetapi saat itu ada di lingkungan sang anak atau melihat tingkah laku si anak . Orang – orang inilah yang dapat memberikan contoh, mengajak, atau melarang anak dalam melakukan suatau perbuatan.

  Contoh – contoh perilaku yang dapat diterapkan oleh masyarakat :

1. Membiasakan gotong royong, misalnya : membersihkan halaman rumah masing – masing, membersihkan saluran air, menanami pekarangan rumah.
2. Membiasakan anak tidak membuang sampah dan meludah di jalan , merusak atau mencoret – coret fasilitas umum
3. Menegur anak yang melakukan perbuatan yang tidak baik.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update