Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peran Keluarga Dalam Pendidikan Karakter

Sunday, January 05, 2020 | Sunday, January 05, 2020 WIB Last Updated 2020-01-05T13:00:26Z
Oleh : Nurfani
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Muhammadiyah Mataram

Pendidikan karakter harus dilakukan sejak anak usia dini. Kurikulum 2013 telah menjawab berbagai permasalahan pengembangan karakter dengan menempatkan karakter sebagai salah satu tujuan utama pendidikan. Pengembangan sikap spiritual dan sikap sosial yang menjadi kompetensi inti pada kurikulum 2013 diharapkan akan menjadi pilar untuk mengembangkan karakter anak di satuan pendidikan.

Namun, pendidikan karakter tidak dapat ditanamkan dan dibentuk hanya oleh guru di sekolah. Karakter tidak bisa terbentuk hanya melalui 2-3 jam pertemuan setiap hari. Kunci pendidikan karakter ada dalam keluarga. Orangtua sebagai pendidik pertama dan utama memegang peranan penting dalam pengembangan karakter anak.

Apa, bagaimana dan kapan pendidikan karakter harus dilakukan?
Keteladanan dari orangtua dan orang-orang di lingkungan sekitar anak akan menjadi modal anak dalam berperilaku. Anak adalah peniru ulung. Apa yang dilihat oleh anak, didengar oleh anak, orang-orang yang berada di sekitar anak akan menjadi panutan anak dalam berperilaku.

Perilaku anak adalah cerminan dari perilaku orang-orang yang berada di sekitar anak. Interaksi yang terjadi dalam keluarga akan menjadi model perilaku yang ditiru oleh anak. Ketika setiap hari anak melihat ayah ibunya selalu bangun pagi setiap hari dan mengawali dengan kegiatan ibadah, dan membiasakan anak-anaknya melakukan hal yang sama, maka karakter disiplin dan religius juga akan tertanam dalam diri anak.

Karakter tidak akan terbentuk dalam waktu singkat. Tidak cukup satu dua hari, satu dua minggu atau satu dua bulan dalam membentuk karakter anak. Dalam hal ini orangtua harus sabar, konsisten, dan selalu mendampingi anak dengan kasih sayang.
Diperlukan satu bahasa dalam mengembangkan karakter anak sejak dini. Kesamaan nilai-nilai dalam keluarga, antara ibu dan ayah akan memudahkan dalam mengembangkan karakter anak sejak dini. Konsistensi dalam mengajarkan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan menjadi dasar bagi terbentuknya kebiasaan sebagai awal pengembangan karakter anak.

Anak akan dengan mudah mengadopsi nilai-nilai karakter dalam keluarga ketika anak melihat bahwa seluruh anggota keluarga melakukannya setiap hari. Untuk itu, diperlukan konsistensi dan kesamaan pandang dalam mengimplementasikan karakter di keluarga setiap harinya.

Keluarga merupakan tempat pertama kali bagi anak untuk belajar. Orangtua memiliki peran utama sebagai guru bagi, ada lingkungan sekolah dan lingkungan pergaulan sebagai tempat kedua dan ketiga bagi anak untuk belajar Selanjutnya. Apa aja sih peran orangtua di dalam keluarga bagi anak? Simak di sini :

1. Memberikan pendidikan moral dan etika. 
Moral adalah pengetahuan bagi seseorang untuk melakukan sebuah tindakan yang baik. Sementara etika adalah sebuah kebiasaan baik  yang dilakukan seseorang terhadap lingkungan sekitarnya. Seseorang yang memiliki nilai moral dan etika baik dikatakan sebagai orang yang memiliki karakter positif. Moral dan etika seseorang tidak hanya dilihat dari bagaimana dia berperilaku, tapi dilihat dari bagaimana dia bertindak dan berbicara.Menanamkan moral dan etika pada anak usia dini sangatlah penting. Pengajaran pendidikan moral dan etika diberikan dengan mengajari bagaimana cara anak berbicara yang sopan yaitu dengan selalu mengatakan Tolong, Terima Kasih, dan Maaf, serta mengajarkan bagaimana si anak harus berperilaku dan bertindak dengan semestinya baik terhadap orang yang lebih tua, orang yang lebih muda, maupun yang seumuran dengannya. Anak yang memiliki moral dan etikat  baik akan mudah diterima di lingkungan sekitarnya.

2. Mengajarkan berbagai norma yang berlaku.
Di kehidupan bermasyarakat ada 5 macam norma yang wajib diterapkan oleh seluruh warga negara termasuk anak antara lain yaitu: norma agama, norma kesopanan, norma kesusilaan, norma hukum, dan norma kebiasaan. Menanamkan norma kehidupan bermasyarakat wajib diberikan sejak anak usia dini agar mereka tahu bentul mengenai norma kehidupan bermasyarakat itu seperti apa, lalu mereka bisa menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, serta mereka tahu bahwa ini loh resikonya jika norma-norma tersebut dilanggar. Tidak hanya diajarkan secara teori saja, melainkan harus diajarkan secara praktek.

3. Menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif.
Perilaku dan kecerdasaan anak akan terbentuk jikalau anak tersebut tinggal di lingkungan keluarga yang kondusif. Kondusif dalam arti kata keluarga yang harmonis, adanya pemberian dukungan orangtua terhadap anak, dll. Kehangatan dan kebahagiaan sebuah keluarga akan menjadikan si anak hidup bahagia dan sukses di kemudian hari. Anak yang bahagia bisa dibentuk dari cara orangtua mendidik si anak, tepat atau mendidik dengan cara yang salah serta anak yang bahagia bisa berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan negara. Sesibuk apapun anda bekerja dan bagaimanapun perilaku yang anda miliki, jangan sekali-kali rusak kebahagiaan anak.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update