Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pentingnya Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah

Saturday, January 04, 2020 | Saturday, January 04, 2020 WIB Last Updated 2020-01-04T13:49:31Z
Oleh : Jumiati 
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Muhammadiyah Mataram 

Menurut UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan adaklah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, pribadian, kecerdsan, ahlak mulia, serta di era ini namapaknya kebanyakan orangtua masih selalu berpikiran bahwa anak-anaknya sukses dalam bidang pendidikan, berdasarkan nilai-nilai angka yang di capai, contohnya berpacu pada rangking dan nilai pada mata pelajaran yang di UN kan.

Dari situ kebanyakan orangtua juga sibuk mencarikan tempat les tambahan di tempat ternama supaya bisa meraih nilai yang bagus tersebut, akan tetapi hal yang tak kalah penting disini yang masih sering terlupakan yaitu tentang pendidikan karakter serta prilakunya terhadap lingkungan sekitar.Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini nampaknya pembelajaran mengenai moral atau ahlak kini mulai pudar dalam dunia pendidikan dan  lingkungan keluarga. 

Jika melihat kondisi yang terjadi saat ini nampaknya bang sa kita sedang di landa krisis moral. Fenomena penyimpangan ahlak siswa terhada teman, keluarga, dan guru di sekolah masih sering terjadi di dunia pendidikan akhir-akhir ini.Contoh kasus yang belum lama terjadi yaitu kasus seorang murid aniaya guru di gresik, di kutib dari jatim ( 2019/02/11). 

Viralnya tindakan siswa SMP Wriginanom gresik yang merokok di kelas hingga melakukan tindakan kekerasan dan tidak sopan pada gurunya merupakan salah satu wujud adanya krisis moral di sejumlah anak sekolah di kutip dari tribun  jatim.Kasus tersebut merupakan satu dari banyak kasus yang masih sering terjadi dalam dunia pendidikan saat ini. Sebuah sekolah pada dasarnya menjadi tempat atau wadah para siswa untuk mencari ilmu  dan mengasah atau membentuk sebuah karakter yang baik dan bertabat.Tetapi jika tidak di dukung dan peran aktif dari orang tua, maka cita-cita untuk membentuk generasi yang baik nampaknya hanya angan-angan semata.

Pentingnya pendidikan karakter memang perlu di lakukan di setiap sekolah, bukan hanya sebagai suatu formalitas saja, tetapi memang harus di realisasikan untuk nilai-nilai karakter yang perlu di tanamkan pada diri siswa sejak dini.Di indonesia pun pendidikan karaakter sebenarnya bukan hal yang baru lagi. 

Saat ini program penguatan pendidikan karakter di indonesia sedang di lakukan penguatan karakter menjadi salah satu program prioritasnya oleh presiden dan wakilnya. Dalam nawa cita di sebutkan bahwa pemerintah akan melakukan revolusi karakter bangsa. kementerian pendidikan dan kebudayaan mengimplementasikan penguatan karakter penerus bangsa melalui gerakan penguatan penddidikan karakter ( PPK ) yang di gulirkan sejak tahun 2016.

Saat ini kurikulum yang di terapkan di indonesia yaitu kurikulum 2013, kurikulum 2013 yang di jadikan sebagai rujukan proses pembelajaran pada satuan pendidikan perlu mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter ( PPK ).melainkan sebagai cara mendidik dan belajar bagi seluruh pelaku pendidikan di satuan pendidikan. 

Dalam prepres No 87 tahun 2017 yang terdapat pada pasal 1 ayat 1 tentang PPK mendefinisikan PPK sebagai gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melaui harmonisasi oleh hati, olah rasa, dan olah raga dengan keterlibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari gerakana nasional revolusi mental.

Walaupun sebuah program sudah di rancang dengan baik, namun pabila dalam implementasinya masih terdapat banyak kendala ataupun hambatan serta masih kurangnya kerja sama dengan berbagai pihak, maka program tersebut tidak akan berjalan secara maksimal sesuai dengan tujuan yang di harapkan.

 Jika berkaca pada sistem pendidikan di jepang, pendidikan karakter di jepang di ajarkan melalui pendidikan moral atau dalaam bahasa jepangnya di sebut dengan “doutoku” yang di berikan pada setiap jenjang sekolah mulai dari SD sampai SMA. 

Melalui pendidikan moral atau pendidikan moral ini, karakter bangsa jepang yang terkenal sebagai bangsa yang ulek, pekerja keras, gigih, jujur, memiliki rasa toleransi, dan rasa kesetiakawanan yang tinggi. 

Pendidikan moral ini di integrasikan kedalam kurikulum pendidikan dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam mata pelajaran lainnya (Mulyadin.2014). 

Kurikulum pendidikan jepang terdiri tas tiga kategori :
Mata pelajaran akademik ( wajib dan pilihan )
Pendidikan moral
Kegiatan khusus
Pada dasarnya yang paling menentukan keberhasilan pembentukan karakter masyarakat jepang dalam lembaaga pendidikan  formal adalah ada pada implementsinya dalam kehidupan nyata para siswa.

Pendidikan moral di jepang tidak hanya di ajarkan teorinya sajaseperti pendidikan moral yang di ajarkan di indonesia, tetapi jepang lebih mengutamakan realisasi dari pengajaran moral dalam kehidupan slangsung. Pendidikan moral di sekolah-sekolah SD dan SMP di jepang tidak di ajarkan sebagai sebuah mata pelajaran khusus seperti di indonesia, tetapi di integrasikan dalam semua mata pelajaran. 

Yang bertanggung jawab secara langsung adalah wali kelas. Pendidikan moral di jepang di aantaranya di ajarkan dalam pelajaran seikatsu atau life skill atau pendidikan dalam kehidupan sehari-hari. 

Dalam pelajaran itu, siswa SD di ajari tata cberupa teori, ara menyebrang di jalan adap di dalam kereta, yang tidak saja berupa teori, tetapi guru jugamengajak mereka untuk bersama naik kereta dan mempraktekkannya langsung  ( Murni. 2008 ).

Pendidikan karakter di suatu lembaga formal di jepang lebih di utamakan di tingkat SD dan SMP dengan menitik beratkan pada pendidikan moral yang di integrasikan dalam kehidupan nyata sehari-hari siwa. Sedangkan di tingkat SMA pendidikan moral di ubah menjadi pendidikan kewarga negaraan. 

Pendidikan prinsip dasar hidup yang kuat inilah yang membuat kedisiplinan dan keteraturan dalam masyarakat jepang. Jika menengok dari pengalaman negara jepang, bahwa sebenarnya hidup di indonesia sudah menerapkan penguatan pendidikan karakter, akan tetapi, dalam mengimplementasikannya masih terdapat banyak kendala salah satunya masih terdapat guru yang berperan dalam memberikan pemahaman karakter itu masih kurang. 

Jika pembelajaran kelas pun seorang guru sebaiknya tidak hanya fokus terhadap materi yang di ajarkan saja akan tetapi juga memberikan suatu pemahaman tentang pendidikan moral dan memberikan contoh yang secara langsung.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update