Oleh: Yunus A
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Muhammadiyah Mataram
Pendidikan merupakan faktor penting yang sangat menentukan kehidupan manusia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keberhasilan sebuah pendidikan tidak hanya diukur melalui materi dan kecanggihan teknologi yang digunakan, akan tetapi juga ditentukan oleh keluhuran karakter dan budi pekerti yang luhur. Hal ini dikarenakan dalam dunia pendidikan tidak hanya semata-mata ditentukan oleh kecerdasan intelektual saja akan tetapi diperlukan juga kecerdasan emosi dan sosial.
Kedudukan karakter dalam perjalanan hidup manusia sangat penting sekali. Bahkan penbentukan karakter sejak dini akan sangat menentukan bagaimana seorang menjalani hidupnya. Siapapun dia apapun profesinya, ketika memiiki karakter yang positif, tentu akan lebih baik dari yang tidak memiliki karakter. Maka dari itu penanaman karakter positif ini sangat di perlukan sejak dini agar bias menjadi modal mereka dalam mengarungi perjalanan hidup yang sangat berat.
Karakter yang kuat, berani dan tidak mudah menyerah akan sangat membatu siapapun dalam menjalani hidup. Karakter positif akan selalu bisa di terapkan dalam berbagai profesi, baik seorang pembisnis, pendidik, ataupun profesi lainnya. Seperti kita ketahui secara bersama yang sering menjadi masalah bangsa Indonesia ini adalah banyaknya manusia Indonesia yang tidak memiliki karakter positif sehingga dimanapun mereka berada selalu menimbulkan masalah dan bukan menjadi solusi dari masalah tersebut.
Jika di gambarkan secara singkat krisis karakter di Indonesia saat ini adalah kebiasaan korupsi yang sulit di berantas, lemahnya disiplin, melemahnya keindonesiaan, menurunya kemampuan untuk menerima dan menghargai perbedaan dan kesenjangan yang di ketahui dan yang di lakukan. Ironisnya guru sulit mengajak orang tua utuk bekerja sama untuk menangani masalah peserta didik. Karna orang tua menganggap bahwa pendidikan bukanlah tanggung jawabnya. Padahal keluarga pada hakikatnya merupakan wadah pembentukan karakter anak-anaknya yang masih berada dalam bimbingan dan tanggung jawab orang tua. Bagaimana sebuah keluarga memperlakukan anak-anaknya akan berampak pada perilaku anak-anaknya.
Keluarga adalah sekolah pertama pembentukan karakter anak. Dalam keluarga kita belajar cinta, komitmen, pengorbanan dan meyakini sesuatu yang lebih besar dari kita sendiri keluarga adalah peletak dsar pendidikan moral.
Agar implementasi pendidikan karakter dalam keluarga menjadi optimal diperlukan penanaman nilai karakter oleh orang tua. Setidaknya ada 9 nilai luhur yang sangat penting yang harus orang tua tanamkan kepada anak yaitu:
(1) Cinta tuhan dan alam semesta dan beserta isinya.
(2) Tanggug jawab dan disiplin.
(3) kejujura.
(4) Hormat dan santun.
(5) Kasih saying, keperdulian dankerja sama.
(6) Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan patang menyerah.
(7) Keadilan dan kepemimpinan.
(8) Baik dan rendah hati.
(9) Toleransi, cinta damai dan persatuan.
Nilai-nilai ini akan bermakna atau menjadi optimal bila ada teladan yang di berikan oleh orang tua kepada anak. Oleh karena itu, tidak cukup dalam bentuk kata dan kalimat akan tetapi orang tua harus mampu menghadirkan suasana dengan sikap dan prilaku yang sesuai dengan nilai-nilai agama.
“Dalam setiap peristiwa anggota keluarga memberikan sumber-sumber sederhana yang tampak benar, yang memiliki emosional yang kuat pada setiap individu”.

No comments:
Post a Comment