Oleh : Anggraini Arifiyah
Ibu Rumah Tangga
Beberapa waktu lalu menjelang tahun baru 2020, kebijakan seputar nasib dan hidup buruh sedang digodok pemerintah. Mulai dari rencana upah per jam, sampai terbukanya keran pekerja asing. Buruh harus lebih bersiap dalam menghadapi persaingan antar pekerja. Pasalnya, pemerintah akan mempermudah perizinan TKA (tenaga kerja asing) untuk masuk ke dalam negeri. Yakni melalui RUU Omnibus Law soal Cipta Lapangan Kerja.Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan masih mendengarkan masukan dari kalangan pengusaha dan buruh untuk membuat aturan yang dimaksud. Ia menegaskan tetap ada batasan.
“Prinsip TKA kan ada beberapa persyaratan, siapa yang boleh, siapa yang bisa mendapatkan, itu ada ketentuannya,” ucap Ida di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (23/12/2019).
Ia beralasan bahwa tujuan RUU Cipta Lapangan Kerja melalui adalah masuknya investasi sehingga bisa menghasilkan lapangan kerja.
Inilah hasil dari penerapan sistem kapitalis dalam bingkai rezim kapitalisme, Semakin lama Rezim kapitalis sekuler bercokol, makin banyak kebijakan yang menyengsarakan rakyat, menyulitkan pemenuhan hajat hidupnya dan menghalangi pemanfaatan kekayaan negeri untuk kemaslahatan rakyat. Ditambah lagi, bukan menyediakan lapangan kerja yang menjadi jalan rakyat memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya, malah memberikan lapangan kerja itu pada pekerja asing. Yang mana lebih mengutamakan asing daripada warga negaranya sendiri. AKapitqlisme yang memegang prinsip menolak campur tangan Negara dalam hal pengaturan perekonomian dan menyerahkan semuanya secara penuh kepada para pemilik modal atau para kapital. inilah yang menjadi kunci kehancuran perekonomian negeri.
Hilangnya kesejahteraan rakyat, karena negara hanya akan bekerja dan mengeluarkan kebijakan atas perintah para pemilik modal tadi. Semua ini hasil dari permintaan para pemilik modal melalui Rancangan Undang-undangnya beberapa waktu lalu.Lagi dan lagi penerapan sistem kapitalisme ternyata memang benar tak akan pernah membawa kesejahteraan apalagi ketentraman bagi rakyat dalam kehidupan bernegara. Segala kebijakan yang penguasa terapkan hanya membawa bencana kesengsaraan hidup semata.
inilah mungkin gambaran yang pantas akan kehidupan saat ini, “Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin” inilah mungkin gambaran yang pantas akan kehidupan saat ini. Ketimpangan social terlihat jelas, berkerja sekeras apapun bagi rakyat kelas menengah ke bawah tak akan mampu mengubah perekonomian keluarga.
Senaliknya kondisi dengan pemimpin pada Sistem Islam yang selalu berorientasi menjamin terpenuhi kebutuhan dasar rakyat per individu dan memberi peluang masuknya asing baik permodalan maupun orang dengan pertimbangan kebolehan syariat dan kemaslahatan rakyat, bukan malah merugikan kemaslahatan rakyat. Dan Islam dulu nyatanya mampu membawa umat ke dalam kesejahteraan hakiki dan sempurna.
Wallahu’alam Bi Shawwab
No comments:
Post a Comment