Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Masyarakat Stres, Bukti Sekularisme Gagal Menjaga Akal

Thursday, January 30, 2020 | Thursday, January 30, 2020 WIB Last Updated 2020-01-30T08:07:46Z

Oleh : Eviyanti
Pendidik Generasi dan Member Akademi Menulis Kreatif

Kemunculan keraton Agung Sejagat beberapa waktu lalu menghebohkankan masyarakat. Dua orang mengklaim diri mereka sebagai pemimpin kerajaan. Mereka adalah Toto Santoso yang menyebut dirinya Sinuhun dan Fanni Aminadia sebagai ratunya. Polisi akhirnya menguak motif penipuan di balik beragam aktivitas keraton Agung Sejagat. Mereka pun menetapkan Fanni dan Toto sebagai tersangka. 

Berikut beberapa kelompok kerajaan dan organisasi yang pernah muncul di Indonesia dan menggegerkan masyarakat, ada keraton Agung Sejagat, kerajaan Ubur-ubur, kerajaan Eden, Gafatar, dan yang teranyar di Bandung, Sunda Empire.

Seperti yang dilansir oleh CNN Indonesia, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan kepolisian tengah menelusuri keberadaan kelompok Sunda Empire-Earth Empire (SE-EE) yang hangat diperbincangkan di media sosial. Kata Ridwan, kemunculan Sunda Empire juga menunjukkan banyak orang stres saat ini. "Ya ini lagi diteliti oleh Polda. Sebelum ini akan menimbulkan keresahan, tadi malam pak Kapolda sudah melaporkan sedang melakukan penelitian kalau ada aspek pidana kita akan tindak," kata pria yang karib disapa Emil tersebut, Bandung, Jumat (17/1).

Emil secara pribadi mengaku ironis dengan keberadaan kelompok yang mengklaim telah menciptakan sebuah tatanan baru bernegara. Padahal, sejarah bangsa seharusnya menjadi pelajaran yang dipetik untuk menghadapi persoalan ke depan. "Ini banyak orang stres di republik ini, menciptakan ilusi-ilusi yang sering kali romantisme-romantisme sejarah ini. Dan, ternyata ada orang yang percaya juga menjadi pengikutnya," ucapnya. Untuk itu, dia menghimbau agar masyarakat lebih dalam mencerna informasi.

Inilah buah busuk dari berlakunya sistem sekuler kapitalisme yang diterapkan negeri ini. Dan telah gagal mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat. Banyak orang tertarik dan bergabung karena sedang mengalami kebuntuan mencari jalan keluar persoalan, sehingga gampang tergiur tawaran tidak rasional. Keadaan ini dimanfaatkan oleh kalangan tertentu untuk mencari keuntungan materi. Namun, pemerintah tidak mengambil tindakan tegas dan antisipatif meskipun kasusnya berulang hingga meresahkan masyarakat dan sudah banyak korban kerugian harta. Ternyata fenomena sejenis juga terjadi di berbagai negara, makin membuktikan bobrok dan cacat bawaan dari sistem sekular kapitalistik. Sistem ini menyuburkan masyarakat stres di tengah frustasi sosial dan ekonomi masyarakat.

Kerusakan mendera semua aspek kehidupan. Solusi yang ditawarkan penguasa pun bukan solusi yang bersumber dari Islam, sehingga umat terjerat masalah yang terkait satu dengan lainnya. Maka tidak heran jika kemudian umat semakin tertekan akibat tidak mampu keluar dari persoalan, akibatnya stres. Apalagi dibiarkan menyelesaikan permasalahannya sendiri, karena penguasa abai.

Maka dari itu kita harus melakukan perubahan sistemik, dengan sistem Islam. Saatnya kita menegakkan dan menerapkan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan  dalam bingkai khilafah.

Wallahu a'lam bishshawaab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update