Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BISYAROH ROSULULLOH : SANG PEMBEBAS KONSTANTINOPEL

Thursday, January 23, 2020 | Thursday, January 23, 2020 WIB Last Updated 2020-01-23T10:11:36Z
Oleh : Dinna Chalimatu

Islam punya satu hal yang berbeda dari agama-agama lain. Islam menjadi istimewa dibandingkan dengan agama-agama lain. Bisyaroh cuma ada di dalam Islam. Bisyaroh adalah sebuah kabar gembira dari Rosululloh SAW, sumber kekuatan kaum Muslimin untuk terus berjuang. Kabar gembira itu baik datang melalui Al-Qur'an maupun melalui lisan Nabi. Karena, seluruh kabar yang datang dari Rosul itu pasti akan terjadi. Rosul tidak pernah berbicara kecuali itu sesuai dengan arahan wahyu dari Alloh SWT.
Sejarah telah menorehkan sekian banyak kegemilangan perjuangan umat Islam berawal dari spirit mengaplikasikan Bisyaroh Nubuwwah. Seperti pembebasan Syam, Persia dan Yaman oleh para sahabat. Semua itu termotivasi oleh kabar gembira yang disampaikan Rosul ketika Perang Ahzab.
     
Salah satu sejarah besar yang terjadi pada masa kejayaan Islam adalah peristiwa Penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih pada tahun 1453 Masehi.
Konstantinopel bukanlah kota yang mudah ditaklukan. Kota ini menahan serangan dari berbagai penjuru dunia dan berhasil menetralkan semua ancaman yang datang, karena memiliki sistem pertahanan yang sangat modern pada zamannya, yaitu temboknya yang luar biasa dengan tebal 3 meter dan tinggi bentengnya yang kokoh sekitar 18 meter.

Pada masa itu, Konstantinopel dianggap sebagai kota adidaya terbesar, terkaya dan terindah di dunia karena posisi strategis yang berada di jalur utama perdagangan antara laut Aegean dan laut Hitam. Selain itu, dalam tatanan dunia lama ketika hegemoni kekuasaan masih menjadi milik kerajaan, menguasai Konstantinopel yang notabene ibu kota kerajaan Byzantium berarti bisa memperluas hegemoni Khilafah Utsmaniyah di mata dunia. 

_Dari Abdulloh bin Amr bin Al-Ash berkata, saat kami dengan menulis disekeliling Rosululloh SAW, tiba-tiba beliau ditanya tentang kota manakah dari kedua kota yang akan dibebaskan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma ?  Maka, Rosululloh SAW menjawab kota Heraclius (Konstantinopel) akan dibebaskan terlebih dahulu."_   (HR. Ahmad)
     
Ini adalah salah satu Bisyaroh Rosululloh tentang dua kota terhebat yang akan ditaklukan oleh umat Muslimin.
Sahabat Abu Ayyub Al-Anshori ra, kemudian Kholifah Sulaiman bin Abdul Malik dari kekhilafahan Umayyah, kholifah Harun Ar-Rosyid (kekhilafahan Abbasiyah), Sultan Bayazid I, serta Sultan Murad II dari kekhilafahan Utsmaniyah telah berupaya yang maksimal untuk menaklukan Konstantinopel, meskipun Alloh belum mengizinkan kemenangan untuk mereka.
Sultan Mehmed II menjadi jawaban dari Isyaroh Rosululloh yang terdapat pada hadits :

_"Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada dibawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan."_   (HR. Ahmad)

Hadits ini memotivasi Sultan Mehmed II berusaha keras menaklukan Konstantinopel. Berbagai metode dan strategi dilakukan meskipun tak jarang menemukan kegagalan. Tepat pada 20 Jumadil Awal 857 Hijriyah (29 Mei 1453 Masehi) Muhammad Al Fatih (Sultan Mehmed II) beserta bala tentaranya berhasil menaklukan Konstantinopel.
Muhammad Al Fatih sukses memasuki wilayah Konstantinopel dengan membawa serta kapal-kapal mereka melalui perbukitan Galata melalui daratan, untuk memasuki titik terlemah Konstantinopel, yaitu Selat Golden Horn. 70 kapal-kapal besar disebrangkan melalui bukit hanya satu malam. Namun apa sebenarnya yang luar biasa dibalik suksesnya Muhammah Al Fatih ?

Sehari sebelum berjalannya strategi itu, ia memerintahkan semua pasukannya untuk berpuasa pada malam hari dan sholat tahajud pada malam harinya sebelum berperang untuk berdo'a kepada Alloh memohon pertolongan dan kemenangan. Maka dari itu, Muhammad Al Fatih menyadari bahwa untuk memperoleh kemenangan istimewa diperlukan persiapan yang istimewa juga. Muhammad Al Fatih menyadari bahwa 'sehebat-hebatnya pemimpin' serta 'sehebat-hebatnya pasukan' bukanlah hal yang mudah untuk diwujudkan. Dengan anugerah kecerdasan yang dimilikinya, pemahaman agama yang baik, serta takdirnya sebagai seorang pemimpin kekhilafahan Islam, maka wajib baginya untuk meneruskan apa yang pernah diusahakan oleh para salafus sholih dalam merealisasikan Bisyaroh Rosululloh tersebut.
     
Sejak kecil Muhammad Al Fatih telah diajari oleh seorang ulama besar yang nasabnya tersambung pada sahabat Abu Bakar As Shiddiq yaitu Syaikh Aaq Syamsuddin. Beliau mempunyai peran besar dalam menjadikan Muhammad Al Fatih sebagai pemimpin dunia. Ilmu dan nasehat menjadi makanan sehari-harinya. Sejak kecil Muhammad Al Fatih ditanamkan oleh gurunya tentang Hadits Rosululloh tentang penaklukan Konstantinopel. Mengajarkan kepadanya ilmu-ilmu dasar berupa Al Qur'an, Hadits, Siroh Nabawiyyah dan Fiqih. Muhammad Al Fatih juga menguasai 8 bahasa dunia. Maka tak heran tumbuh menjadi pribadi yang sholih dan cerdas.

Selanjutnya, pembebasan kota Roma dengan izin Alloh SWT juga pasti akan terealisasi. Untuk realisasi pembebasan kota Roma mengharuskan kembalinya Khilafah Islamiyah ke tengah-tengah umat Muslim. 
Wallohu a'lam bishowwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update