Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengakuan Cinta Nabi; Gubahan Burdah Bushiri

Monday, November 11, 2019 | Monday, November 11, 2019 WIB
By : Mia Fitriah El

Muhammadun sayyidul kaunain wa tsaqaulain
Wal fariqain min arabin wa min ‘ajami

Dikalangan komunitas pesantren salaf tentu tidak asing dengan syi’ir ini, karangan  Muhammad bin Sa’id bin Hammad bin Muhsin bin Abdillah ash-Shanhaji al-Bushiri, (w. 1295).

Burdah al-Bushiri yang berisi syair yang lengkap bukan hanya menyajikan pujian dan sejarah Nabi, namun mengujarkan beragam ajaran tasawuf dan pesan moral yang begitu mendalam.   

Burdah al-Bushiri ini begitu diapresiasi para pemerhati sastra sampai disejajarkan dengan banat su’ad syair legendaris gubahan Ka’ab bin Zuhair bin Abi Salma (w. 662), selain itu Burdah al-Bushiri dipercaya memiliki kekuatan supranatural. 

Menurut beberapa keterangan, Burdah al-Bushiri dibuat saat Imam al-Bushiri menderita sakit lumpuh. Ia bermimpi bertemu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi  mengusah wajahnya serta mengenakan jubah ke tubuh Imam Bushiri. Dan saat terbangun Imam Bushiri pun sembuh dari sakit lumpuh yang dideritanya.

Burdah al-Bushiri merupakan salah satu cara ungkapan cinta  imam al-Bushiri terhadap utusan Allah.

Mencintai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. karena itu adalah tanda bukti keimanannya. Mencintai dan mentaati Beliau berarti mencintai dan mentaati Allah Subhanahu wa-ta’ala. Semuanya mengakui dan ingin mencintai beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Untuk membuktikannya, diperlukan bukti dan tanda, yang dapat dijadikan sebagai standar kebenaran pengakuan cinta. 

Pengakuan cinta  kepada Beliau sebagai pembawa risalah adalah dengan cara-cara yang tidak bertentangan dengan syariat dan menjadikan Nabi  sebagai teladan hidup.  

Wujud sebenarnya bagaimana mencintai Beliau adalah dengan melihat kehidupan para shahabat dan generasi sesudah mereka dalam menjalankan syariat Islam secara kafah. Bagaimana mereka rela berkorban demi tegaknya syariat Islam.  Bagaimana mereka  meniru semua sisi pribadi Beliau.

Ali bin Abi Thalib sosok  sahabat hasil didikan Rasul, yang terkenal dengan kecerdasan dan keberanian, Abdurrahman bin Auf saudagar berjuluk si tangan emas tapi begitu dermawan. Umar bin khatab yang terkenal dengan pemimpin yang objektif dan bertanggung jawab,  Semua pribadi mulia ini tersibghoh dari pribadi Nabi yang mulia.

Karena itu, amat disayangkan, jika ada di antara kaum muslimin yang mengaku mengenal dan mencintai Rasulullah, namun hanya di lisan saja.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update