Oleh : Sahara
(Aktivis Dakwah dan pemerhati sosial)
Dari ufuk ufuk timur hingga ke ujung barat, dari Aceh hingga Merauke. Terbentang luas ciptaan Allah yang sangat berlimpah ruah segala macam keindahan alam beserta manfaatnya. Wajar saja bila banyak pihak yang tertarik untuk mengakuisisi kekayaan alam tersebut. Terlebih lagi di dalam cengkraman kapitalisme ini,menghasilkan manusia tamak yang haus kekuasaan dan kekayaan, semua orang tergila-gila dengan materi. Menghalalkan segala cara untuk meningkatkan pundi-pundi kekayaan nya. Tak cukup hanya memeras kekayaan alam Indonesia tapi juga ingin menjadikannya sebagai hak milik. Dan tentu hal ini bukanlah sesuatu yang tabu dan baru.
Melakukan kontrak kerjasama, dengan iming-iming memajukan kesejahteraan rakyat bersama. Memperkokoh persatuan Indonesia dengan bangsa lain dengan jalinan kerjasama diberbagai bidang, mulai dari sandang pangan dan papan ataupun kerjasama lain nya. Tapi kenyataannya, Indonesia sendiri hanya mendapatkan nominal penghasilan yang jauh lebih sedikit dari mereka pihak asing yang melakukan kerjasama di Indonesia. Hingga kondisi yang ada saat ini menggambarkan bahwa penduduk pribumi berada dalam kondisi yang sangat menghawatirkan. Sebab mereka seperti orang yang menumpang di rumah sendiri. Dan baru baru ini pemerintah sedang melakukan hubungan kerjasama di KTT ASEAN. Lantas bagaimana nasib Indonesia kedepannya?
Pertemuan pleno KTT ASEAN yang akan dihadiri oleh para pemimpin dan kepala negara/pemerintahan negara anggota ASEAN, dimulai pada hari ini. Sejumlah isu akan dibahas Jokowi, antara lain mengenai pembangunan infrastruktur
"Saya akan mengajak seluruh anggota ASEAN untuk bersama-sama membangun infrastruktur yang berkaitan dengan konsep Indo-Pacific," kata Jokowi dalam acara diskusi mingguan dengan wartawan kepresidenan di Istana Merdeka Jakarta, Jumat 1 November 2019 kemarin.
Melalui pembahasan tersebut dirinya berharap akan memberikan dampak ekonomi yang baik kepada seluruh anggota ASEAN terutama bagi mudahnya hubungan antarnegara. ( Okezone.com)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi dukungan India sebagai salah satu negara pertama yang menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan kerja sama Indo-Pasifik. Jokowi pun mengajak India untuk mempercepat implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).
"India adalah negara mitra penting bagi Indonesia dan bagi ASEAN. India merupakan salah satu negara pertama yang menyambut baik ASEAN Outlook on the Indo-Pacific yang telah diadopsi oleh para Pemimpin ASEAN bulan Juni lalu," kata Jokowi saat menghadiri KTT ke-16 ASEAN-India yang berlangsung di Impact Exangan tertulis, Minggu (3/11/2019).
Jokowi mengatakan, India dan negara-negara ASEAN memiliki aset yang dapat membantu kedua pihak dalam upaya penguatan kerja sama di kawasan dalam kerangka Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik. Aset yang pertama ialah pertumbuhan ekonomi India yang tumbuh 7 persen dan dapat disandingkan dengan pertumbuhan rata-rata negara-negara ASEAN sebesar 5,1 persen.
"Aset kedua adalah jumlah penduduk yang besar, sekitar dua miliar populasi India-ASEAN, yang lengkap dengan pemikiran dan ide-ide kreatif," ujarnya. (detikNews.com )
Lagi dan lagi pembahasan kerjasama ini tak terlepas dari pembangunan infrastruktur, pasalnya dalam pembangunan ini akan ada banyak celah untuk bisa meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Jangan lupa istilah "No free Lunch" dalam lingkaran kapitalis ini, bukankah standart kemajuan semuanya berdasarkan penilaian materi.
Rakyat sudah saatnya memahami betul - betul pembangunan infrastruktur ini tak lebih dari ajang pamer kebolehan pembangunan saja. Dan untuk menutupi segala kelalaian di dalam pemerintahan ini, maka di buatlah gedung gedung pencakar langit dan pembangunan lainnya agar masyarakat meyakini bahwa Indonesia dalam keadaan yang baik baik saja. Tapi jika di tanya kembali tentang pembangunan infrastruktur yang signifikan ini, apakah semua itu mendatangkan kemaslahatan bagi umat? Jawaban nya tidak sama sekali, sebab jikapun pembangunan itu terlaksana. Tetap harus ada uang yang harus dikeluarkan. Harus ada hutang yang harus di bayar. Dan yang pasti tak semua masyarakat dapat menikmati dan merasakan pelayanan yang sama.
Kita tak perlu lagi menceritakan kisah tragis harga tiket pesawat yang tak manusiawi, atau mahalnya tarif tol yang sudah berjalan didalam kisah negeri Dagelan +62 jilid pertama sebab kisah itu akan terus berlanjut sampai periode ke II ini.
Maka sudah cukup jelas, bahwa kerja sama ini hanyalah bentuk penjarahan harta rakyat. Sebab kekayaan alam Indonesia harusnya lebih diprioritaskan untuk kepentingan umat pribadi. Dan tentu pihak yang bekerjasama dengan Indonesia juga pasti menginginkan banyak keuntungan dari hasil program kerja sama yang dibangun. Khususnya AS yang yang memunculkan ide dari konsep Indo-Pasifik , yang bisa merampas dan menghisap kekayaan rakyat. Sebab track record yang terbukti selama ini yang terjadi di tambang emas Freeport merupakan penjarahan harta dan penjajahan.
Saatnya rakyat merubah pola pikir dan sikap, membuang jauh - jauh rasa apatis dalam diri. Umat harus tau apa yang terjadi dalam kehidupan saat ini. Sadar bahwa pertiwi sedang tidak dalam keadaan yang baik – baik saja. Banyak predator disana sini yang siap memangsa. Permasalahan yang tak kunjung selesai, yang harus segera diatasi. Lalu dengan apa kita bisa menuntaskan berbagai macam masalah dalam hidup ini, apakah dengan sistem yang bobrok ini? Sistem sekuler ala kapitalis. yang Memisahkan agama dan kehidupan. Menjadikan materi sebagai tujuan hidup. Saling sikut menyikut dan menghalalkan berbagai cara untuk kpentingan pribadi. Bahkan mampu mengambil kesempatan dalam kesempitan, Menyelesaikan masalah dengan sistem ini, oh itu tidak akan mungkin. Menambah masalah itu hal yang pasti terjadi. Lantas dengan sistem apakah sebenarnya? Sistem apa yang mampu memuliakan kehidupan umat, menjaga dan melindungi kedudukan umat?
Islam, hanya islamlah satu - satunya sistem terbaik yang mampu menyelesaikan seluruh permasalahan umat, memanusiakan manusia memutus rantai kedzoliman, dan menjaga eksistensi umat. karena aturan yang berlaku di dasarkan pada Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah. Tentu sebaik - baiknya sang pembuat hukum adalah sang pencipta, dan hukum yang terbaik adalah hukum yang berasal dari pencipta pula. sebab hanya Allah yang berhak membuat dan yang tahu seluruh kebutuhan setiap makhluk ciptaan Nya. Berbicara mengenai pembangunan infrastruktur tentu islam juga punya banyak pembangunan namun tujuan akhirnya adalah untuk dikembalikan kepada umat. Negara ada fasilitator umat. Meri'ayah umat, agar bisa tercapai dan terpenuhi hajat hidup umat. Dan mengenai kerja sama, Islam juga punya aturan dan tak menutup diri dari jalinan kerjasama. Namun orang yang terlibat di dalamnya adalah orang yang sadar akan hak dan tanggung jawabnya. Yang mengemban amanah, adalah orang yang betul - betul menguasai amanah yang di emban nya. Dan tentu posisinya menjadi kepala corong kerjasama bukan menjadi jongos maupun boneka penguasa lain nya. Wallahu alam bisshawwab.

No comments:
Post a Comment