Oleh : Dewi Lesmana Ummu Hafidz Maulana
Ibu Rumah Tangga
Sesudah dilantik menjadi Menteri Agama (Menag) yang baru, Fahrul Razi dikabarkan melakukan pengkajian terkait larangan menggunakan cadar diinstansi pemerintahan, hal ini kemudian langsung direspon oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar Fahrul tidak membuat kegaduhan. Meski hal ini dibantah langsung oleh Fahrul, namun dirinya menegaskan bahwa untuk pegawai pemerintahan ada aturannya tidak boleh menggunakan cadar, dan untuk tamu yang berada dilingkungan pemerintahan Fahrul menyarankan agar tidak memakai penutup wajah. "Itu urusan aparat hukumlah, tapi saya rekomendasikan yang tidak boleh masuk instansi pemerintah itu satu, "pake helm." Ungkapnya. " kedua yang mukanya enggak kelihatan saya enggak bilang cadarlah. Kan bahaya orang masuk enggak tahu itu mukanya siapa." Ucapnya. (WowKeren.com)
Kemudian dia menjelaskan alasan pandangannya terhadap cadar tersebut dengan menyinggung kejadian penusukan yang dialami oleh mantan Menkopolhukam Wiranto yang pelakunya memakai jilbab dan cadar. "Lihat pak Wiranto enggak? Udahlah enggak usah banyak tanya kalian. Tahu tapi pura-pura enggak tahu." Ujarnya. Mendengar pernyataannya tersebut, sudah bisa ditebak kemana arah tujuannya itu, lagi-lagi mereka berupaya untuk menyerang ajaran Islam melalui narasi-narasi yang selama ini mereka gencarkan yakni radikalisme, sudah menjadi rahasia umum lagi bahwa rezim yang sekarang menunjukan sikap anti Islam.
Bukti nyata sikap anti Islam yang ditunjukan oleh pemerintah dari banyaknya para aktivis dakwah dan ulama yang mereka kriminalisasikan hanya karena apa yang mereka dakwahkan bersebrangan dengan sistem pemerintahan saat ini yaitu Demokrasi Sekuler. Dan menyebut dakwah mereka sebagai Islam Radikal. Tak cukup menyerang para aktivisnya mereka pun menyerang berbagai ajaran Islam dengan berbagai cara melalu proyek bahaya Deradikalisme dan penyesatan makna syar'i.
Dalam sistem demokrasi sekuler yang tegak diatas asas pemisahan agama dari kehidupan berbagai tindakan pengkriminalisasian terhadap para aktivis dakwah yang mendakwahkan Islam secara kaffah dan ajaran Islamnya akan terus terjadi sebab hal ini menjadi suatu ancaman bagi mereka, sehingga mereka terus-menerus menyerang kaum muslim dengan berbagai narasi-narasi bahaya seperti deradikalisasi seperti tak puas dengan mengkriminalisasi para aktivisnya mereka juga menyerang ajaran Islamnya seakan mereka ingin membasmi umat muslim sampai ke akar-akarnya.
Oleh karena itu sejatinya deradikalisasi hanya tepat untuk ditujukan kepada pengkhianat negara yaitu korupsi yang memakan uang rakyat, bukan dituduhkan kepada umat Islam. Dan hanya dengan aturan Islam yang akan mengatasi semua tindak kriminal yang terjadi di negeri tercinta ini yaitu dengan menegakkan Khilafah sesuatu ajaran Islam seperti dulu pemimpin di Zaman Nabi Muhammad Saw dan Khulafarasyidin (Abu Bakar ra, Umar bin Khatab ra, Ustman bin afan ra, dan Ali bin Abi Thalib ra.) dan seterusannya.
Wallahu a'lam bishowwab.
No comments:
Post a Comment