Oleh : Nurhalidah Muhtar, Amd.Keb
Para elite di Negeri ini selalu menggaungkan cinta tanah air, NKRI harga mati, serta ngaku paling pancasilais. Tidak hanya itu mereka juga akan menghalangi segala sesuatu yang dapat meruntuhkan ketahanan NKRI menurut versi mereka.
Salah satu ancaman bagi elite di negeri ini adalah HTI. Sebab HTI menyampaikan ide khilafah di tengah-tengah umat serta membongkar segala kebobrokan yang mereka lakukan. Kendati demikian mereka melontar ujaran kebencian terhadap ide-ide yang disampaikan oleh HTI dan menganggap sebagai sebuah virus. Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Menpora Imam Nahrawi, Pramuka harus bebas dari virus HTI dan Khilafah. Kawan-kawan elite yang lainpun tak ketinggalan meyampaikan ujaran kebencian mereka.
Itu semua hanyalah kamuflase belaka dari segala kebobrokan yang mereka lakukan. Para elite negeri ini membuat tembok untuk menutupi keserakahan mereka dengan memfitnah HTI beserta dengan ide khilafah yang diusungkan oleh HTI. Mengganggap sebagai sebuah ancaman terhadap NKRI. Padahal HTI hanya menyampaikan kembali ajaran-ajaran Islam yang mulai terkikis oleh pemikiran-pemikiran barat.
Namun pada dasarnya mereka para elite itulah sesungguhnya ancaman nyata bagi bangsa ini. Mereka memakan hak-hak rakyat tanpa rasa berdosa. Seperti yang terlansir WE Online, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus suap dana hibah KONI. Akankah menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menjadi target tersangka selanjutnya.
Sangat ironis para elite yang ngaku paling Pancasilais, Pendekar NKRI nama-namanya mulai satu persatu terpampang diberbagai media dengan kasus korupsi hingga jual beli jabatan di Kemenag. Inikah bukti menjaga ketahanan NKRI? Dengan meraup uang rakyat untuk menebalkan dompet pribadi.
Sungguh seberapapun tinggi kalian membangun tembok untuk menyembunyikan kejahatan. Setangguh apapun kalian menentang syariatNya maka Allah memiliki banyak cara untuk membongkar kejahatan-kejahatan kalian dan membalasnya dengan balasan yang setimpal. Khilafah yang kalian benci adalah ajaran Islam. Suka atau tidak, cepat atau lambat khilafah akan tegak dimuka bumi sebab itu janji Allah kepada Rasul-Nya. Rasulullah Saw. Bersabda :
“….Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad)
HTI hanya ingin mengembalikan Islam pada umat. Ada banyak solusi yang disampaikan untuk negeri tercinta namun diabaikan. Sebut saja tentang BPJS. Sejak awal HTI dan umat islam sudah mengingatkan bahwa BPJS bertentangan dengan Islam, namun diabaikan. Sekarang malah krasak-krusuk tentang BPJS.
Khilafah yang diusungkan oleh HTI adalah ajaran Islam. Memperjuangkan kembali untuk menegakkan adalah kewajiban bagi setiap individu. Untuk itu pembaca yang budiman, sudah saatnya kita menentukan arah perjuangan kita. Perjuangan yang bukan hanya memberikan sensasi sesaat namun memberikan sensasi yang hakiki di dunia dan akhirat. Agar langkah kaki kita tak sekedar hanya mendapatkan letih saja namun mendapatkan Ridho Illahi. Perjuangan yang hakiki adalah menegakkan kembali khilafah karena khilafah adalah mahkota kewajiban. Maka dari itu bergabunglah dengan para pejuang Syariah dan khilafah rapatkan barisan, perjuangkan kembali tegaknya khilafah. Wallahu a’lam bish-showab.
