Oleh: Iis Siti
"Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya....."(al Hadits).
Kabar tak sedap kembali terungkap dalam pelayanan kesehatan. Diduga terdapat praktik re-administrasi yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien. Bahkan beberapa pasien bpjs tidak mendapatkan tempat tidur saat mereka harus rawat inap.
Kejadian tersebut harusnya tidak dialami para pasien yang notabene bagian dari masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan. Lembaga-lembaga terkait semestinya memperhatikan kebutuhan tersebut, baik pemerintah, rumah sakit, farmasi ataupun BPJS yang konon kabarnya penjamin kesehatan rakyat yang telah terdaftar sebagai anggota BPJS.
Kehadiran BPJS yang diklaim sebagai penyelenggara jaminan kesehatan tapi mengadopsi sistem asuransi, membuat pelayanan kesehatan berubah, dari tanggung jawab pemerintah menjadi tanggung jawab rakyat. Masalah demi masalah terus bermunculan sesudah BPJS direalisasikan. Dari mulai defisit anggaran, tunggakan kepada rumah sakit, tenaga medis, farmasi hingga buruknya pelayanan yang dirasakan warga masyarakat saat berobat membawa kartu BPJS
Seperti dikutif dari laman AyoBandung.com, Sejumlah rumah sakit di kabupaten Bandung masih kekurangan lebih dari seribu tempat tidur. Hal tersebut membuat banyak pasien peserta BPJS kesehatan tidak mendapatkan tempat tidur, saat membutuhkan layanan rawat inap.
Kepala kantor cabang BPJS kesehatan Soreang, Fahrurozi mengatakan semua rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS masih kekurangan tempat tidur, untuk rawat inap pasien. Masih kekurangan 1.749 tempat tidur untuk melayani seluruh BPJS. Kamis (1/8/2019).
Saat ini tempat tidur dirumah sakit untuk kelas 1 hanya tersedia 138 buah. Sementara peserta BPJS kesehatan yang harus dilayani mencapai 243.789 orang. Artinya kebutuhan tempat tidur mencapai 244 buah atau masih kurang 68 tempat tidur.
Sementara tempat tidur kelas 2 baru tersedia 37,12%, untuk memenuhi 789.349 peserta BPJS kesehatan kelas 2, dibutuhkan 789 tempat tidur, sementara yang tersedia hanya 293 tempat tidur.
Kebutuhan yang paling banyak adalah tempat tidur untuk kelas 3. Untuk memenuhi kebutuhan 1.687.484 peserta BPJS kesehatan kelas 3, dibutuhkan 1.687 tempat tidur, namun yang tersedia hanya 541 tempat tidur.
Ketua komisi DPR RI, Dede Yusuf Macan Efendi menuturkan, saat melakukan kunjungan kerja ke BPJS kesehatan, kantor cabang soreang, Kamis (1/8/2019). Bahwa saat ini masih banyak rumah sakit yang melakukan Fraud dan pelayanan BPJS kesehatan dengan berbagai modus. Salah satunya modus yang sering dilakukan adalah melakukan re-administrasi. (Ayobandung.com).
Re-administrasi biasa dilakukan dengan menyuruh pasien BPJS kesehatan untuk pulang setelah dirawat dua hari dan dirawat lagi setelah di rumah satu hari. Modus seperti itu banyak terjadi dilakukan oleh pihak rumah sakit, tutur Dede."
Fraud dengan modus seperti itu dilakukan untuk menutupi kurangnya pembayaran. Rata-rata selisih biaya standar pelayanan di rumah sakit dengan BPJS kesehatan itu berkisar 30%. Untuk menutupi yang 30% nya itu pihak rumah sakit melakukan Fraud.
Dengan maraknya kasus yang ditemukan dirumah sakit, Dede meminta kepada BPJS kesehatan dan menteri kesehatan, untuk memberikan sanksi tegas kepada rumah sakit yang melakukan kecurangan atau Fraud.
Menyaksikan fakta diatas sungguh miris nan ironis. Masyarakat bawah yang sudah mengikuti prosedur, menjadi anggota bpjs, membayar iuran nyatanya masih mengalami kesulitan untuk dilayani. Hal ini menjadi indikasi bahwa proses pelayanan kesehatan yang dijanjikan bpjs tak terealisasi. Tanggungjawab yang sejatinya ada ditangan negara diambil alih oleh masyarakat melalui iuran bulanan yang dibayarkan kepada bpjs.
Dari awal muncul, bpjs memanglah meragukan. Satu sisi meyakinkan masyarakat tentang jaminan kesehatan oleh pihaknya, sementara dalam praktiknya bpjs tak ubahnya sebagai asuransi sosial.
Tak bisa di pungkiri jika jaminan kesehatan ini terlahir dari sistem kapitalisme. Dalam sistem ini, negara tidak mempunyai peran dan tanggung jawab untuk mengurus urusan pribadi rakyat, karena urusan pribadi rakyat adalah urusan mereka sendiri, bukan negara. Negara tidak mempunyai kewajiban untuk menjamin kesehatan, pendidikan, keamanan, serta kebutuhan dasar rakyat yang lain. Ujung-ujungnya rakyat harus menelan sendiri pil pahit atas beragam kebijakan tanpa mampu menyelesaikan masalah dasar sebagai hak mereka. Hak mendasar itulah yang kini diabaikan negara, baik kesehatan, pendidikan, keamanan serta kebutuhan dasar lainnya yang itu merupakan kewajiban negara bagi warganya.
Sepertinya di alam kapitalis ini sudah tak bisa diharapkan lagi peran pemimpin shalih. Memikirkan umat, mensejahterakan umat ataupun melindungi umat. Padahal dalam Islam tanggungjawab pemimpin/negara sangatlah berat. Dunia dan akherat. Terlebih jika pemimpin masyarakat itu menerapkan aturan selain aturan Allah Swt. Sebagaimana firmanNya dalam al-Qur'an,
"Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki. Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?" (TQS. al-Maidah [5] :50).
Sesungguhnya pergolakan antara kebenaran dan kebatilan akan terus berlangsung sampai hari kiamat. Pergolakan itu akan terus ada, selama pengikut kebatilan masih ada, dan selama manusia berpaling dari petunjuk Allah SWT. maka sikap yang harus dibangun dan ditunjukan oleh seluruh umat Islam tidak lain, adalah memenuhi perintah Allah SWT, dalam firman-Nya:
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian semua kedalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian semua mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian." (TQS al-Baqarah [2] :208).
Untuk itu, selama negeri ini tetap menerapkan aturan yang memisahkan kehidupan dan ajaran Islam (sekulerisme), perilaku curang dan zalim khususnya tidak akan pernah berkurang apalagi hilang. Persoalan ini hanya akan sirna dan akan tertuntaskan saat negeri ini menerapkan syariah Islam sebagai sistem terbaik tanpa kecuali. Islam sebagai sistem yang lahir dari agama dan ajaran wahyu al-Khalik mampu menyelesaikan segudang problematika yang dihadapi masyarakat. Selain itu hanya Islamlah satu-satunya agama yang diridhoi disisi Allah SWT.
WalLahu a'lam bi ash-shawab
